her eyes shone in the sweetest way, an arched-lips shown a lake of heaven. the beauty she possessed, it’s scattered in a way that is short of nothing celestial.
Percakapan kedua pria itu terputus saat Sienna terbangun dan air mata memenuhi pelupuk matanya, menatap ke arah Sam dengan nanar. Kesedihan terlihat jelas pada ekspresi wajahnya.
“I’m here, Sienna. We’re here.” Sam mendekap Sienna dan keduanya menangis bersama.
————
Setiba di kamar dengan kesadaran yang masih tersisa, Sienna melepas satu persatu pakaian yang dikenakan olehnya hingga menyisakan dirinya dengan pakaian dalamnya. Tidak perlu dicek menggunakan termometer, karena ia sangat amat yakin jika dirinya tengah mengalami demam.
-pergi.
Arthur menghela napas pelan dan memperhatikan Sienna yang tertidur lelap seraya melipat kedua tangannya.
“What should we do, then?”
“Give her a rest. That’s all she needs for—“
“Sammy… Sammy… is it real or is it just a dream that Ray was dead?”
Malam itu cuaca di Nürnberg lebih dingin dari biasanya. Lapis demi lapis pakaian yang dikenakan oleh Sienna tidak berhasil membuat si puan merasa hangat. Justru dirinya semakin merasakan dingin yang menusuk hingga ke tulang.
ㅤ
ㅤ 𝑎 𝑓͟𝑢͟𝑙͟𝑙͟-𝑜͟𝑟͟𝑏͟𝑖͟𝑡 𝑏𝑎𝑠𝘩: The Sequel Soirée.
ㅤ
ㅤ ☁️ 𓏲 Pages have turned; the orbit
ㅤ again reaches its full phase. In a
ㅤ chamber of joy, the triumph of
ㅤ celebration echoes. 𝜗𝜚 ﹒ ﹒ ﹒
ㅤㅤ
@postancia ძіძᥱᥲ
Hai, semua!
Aku sama Cici mau berkelana keliling dunia. Karena takutnya nggak ada sinyal, bagi yang mau temenan bisa kontak kembaran aku di @aliyanarosel (maaf kalau beda sama di sini😭🙏🏻) (yg mau difollow bisa RT/qrt ea)
Udah ya, batre aku sisa satu persen nanti a-