@PENJARAHx ใ ค
๏ธ
Sengaja. Ia tak tanggapi yang terakhir. Makin banyak ia bereaksi, makin sang wira menikmati. Setidaknya itu nan diingat dari jangka waktu tiga hari. Meski sebaliknya, atas tuduhan satu itu ia turut terdakwa.
"Gue mau balik, Gal. Jangan main-main dah." @PENJARAHx
๏ธ
ใ ค
Maybe the most romantic thing someone can give you isn't butterflies, it's certainty. Knowing a difficult conversation won't make them leave, their affection won't vanish with a bad mood, knowing you don't have to perform to be loved.
โHotel?โ
Kata itu berulang, didesak keinginan telak untuk merampas sebanyak mungkin rahasia. Terkaannya masih saja tak berdasar. Namun, reaksi Bara yang tak segan meringkus penolakan, buat egonya seketika memuncak.
โSendiri?โ
bersentuhan dengan milik Bara.
Dua pertanyaan terlontar, singkat dan sederhana. Ia pun tersenyum kecil, sedikit meringis.
Demi mengundang Bara keluar dari belenggu keraguan, Galang serta-merta menghisap lagi batang rokok yang ia apit di antara dua jemari.
bingkai kacamata yang berubah, atau gaya berpakaian yang terlalu sederhana. Mengernyit, meski pada detik berikutnya ia berdiri.
โKerja juga.โ Yang lebih tua dengan cepat menghisap ujung rokoknya, โHabis ini ke mana?โ
Langkahnya perlahan bawa ia mendekat ke arah @silabersimpuh.
@silabersimpuh Galang tak banyak bereaksi, pun merespon cepat-cepat. Pandangannya tak mau pindah dari sosok Bara. Jarak yang tercipta sejak terakhir kali mereka bersua hanyalah beberapa bulan, namun Bara nampak berbeda.
Mungkin, perbedaan itu ada pada helai rambut yang kian menebal,
"Baratha?" sapa Galang. Rokok yang masih menyala terselip pada sela jemari, buat kepulan asap melayang tepat di samping kepala.
"Jauh juga ketemunya harus di sini." Senyumnya lantas muncul lagi, seolah lupa akan cerita yang pernah tertulis di antara ia dan @silabersimpuh.
@silabersimpuh Gerak-gerik yang terkesan buru-buru mengundang seulas senyum hadir walau cuma bertahan selama beberapa detik. Tanpa tanya, kedua mata mengambil alih percakapan. Ia biarkan tatapnya tertuju pada sepasang yang lain, selama mungkin, hingga sang lawan memilih untuk ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ.
@PENJARAHx ใ ค
๏ธ
๐๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ. ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ ๐ค๐ข๐ฃ๐ถ๐ต.
Lagi pula sampai di sini saja seharusnya, bukan? Perbincangan mereka? Galang tak mungkin senekat itu mengikutinya ke penginapan.
Iya, 'kan ...?
๏ธ
ใ ค
@PENJARAHx ใ ค
๏ธ
Bara berdeham. Tak mampu menata benak selagi sang wira begitu dekat.
"Pulang. I meanโbalik ke hotel. Flight pulang masih besok." Genggamannya mengerat pada tali ransel. Mematung di tempat meski instingnya menjerit pinta melarikan diri.
๏ธ
ใ ค
@PENJARAHx ใ ค
๏ธ
Masih dengan lagak yang sama, penampilan yang sama. ๐๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ, masa lalu mereka hanya membentang tiga hari. Sesulit itukah benaknya melupakan si pembuat ulah satu ini?
"Biasa ... kerjaan." Senyum ia paksakan 'tuk mengimbang. "How about you? Liburan?" @PENJARAHx
๏ธ
ใ ค
@PENJARAHx ใ ค
๏ธ
Sumpah serapah kian berkumpul di balik lidah. Entah tertuju pada sang wira atau semesta yang mempertemukan kembali mereka. ๐๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ. Ia pikir sambil mengalihkan pandangan.
Tak ada yang berubah dari seorang Galang Adipati.
๏ธ
ใ ค