Banyak orang yang nggak tahu, mengajar itu jauh lebih rumit dari yang dikira dan sering kali lebih melelahkan di urusan manusianya daripada di materinya.
Harus punya empati, social skill, dan mau nurunin ego.
Bukan cuma sekedar soal menguasai materi, tapi juga soal membaca orang, mengatur ritme, dan menerjemahkan logika yang biasanya otomatis di kepala kita ke bahasa yang bisa dicerna oleh kelas, sambil menyesuaikan penjelasan dengan konteks yang diajarkan.
Intinya, mengajar itu capek.
Untungnya sih bayarannya sesuai, jadi lelahnya tidak terasa.
(abaikan kalimat terakhir)
Turut berduka cita kepada guru-guru yang besok Senin sebegitu sibuknya mengurus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada peserta didik baru, namun ditambah juga dengan mengurus proyek busuk embege.
Yang menyedihkannya lagi, gajinya masih kecil dan segitu-gitu aja. ๐ฅ
Grup panitia mpls jadi rame yang ga penting karena lagu dan meme yang dipake cmb. Mending panitia bantuin aku bedah buku rujukan mpls aja deh daripada ngurusin konten anak-anak yang itu tuh cuma ekspresi kebahagiaan dan bangga mereka aja...
Perasaan konten twibbon cmb yang lewat medsosku normal aja deh. Malah nyenengin liatnya mereka bangga bisa masuk sekolah ini. Tapi ternyata ga sejalan sama beberapa senior saklek yang justru minta diadakan pembinaan cmb karena konten-konten itu. Wah ga masuk akal
Udah ketawa mulu sama para sohibku giliran pas mereka pulang, aku di kos sendiri mulai lemas karena inget rakor tahun ajaran baru dan beban kerja 37 jp + 2 jp gurwal + walas + ekstra + juli (mpls, fls3n). Tuhan bersama anak paling muda di kantor.