Dua hari ini saya habiskan untuk menganalisis 25 tahun data pasar keuangan Indonesia.
Pertanyaannya simpel: Mana yang duluan jatuh, IHSG atau Rupiah?
Jawabannya menarik
List keanehan pemerintahan yang akan hilang,
jika 02 tidak menang :
- ADA IBU NEGARA
- ga gabung BOP, Board of Piece
- Seskab pasti bukan Teddy
- Menlu bukan Sugiyono.
-Ahli serangga jadi ahli Gizi
-Anomali Tedy tidak terungkap
-kebohongan bahlil ganteng tidak viral
-tidak ada teriakan "Hidup Jokowi"
-pigai playboy
-tembok ratapan solo
-mens rea panji
-keracunan MBG
-Gibran ngantuk ya?
Apalagi guys?
“yaudah, kalau ngga bisa beli bensin jalan kaki aja”
TROTOAR LU NOHHHHH BOLONG BOLONGGGG trotoar aja dipake buat parkir liar segala gala nyuruh jalan kaki
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
@txtharihariWNI Indog with their korup mentality, pdhl apa susahnya jir kerja jujur, udh dibayar perhari trs gajinya bhkn lbh gede dibanding bbrp pekerja lain yg kerjanya lbh sulit dibanding mrk tp masih aja culas nyari kesempatan, bikin mempercepat kiamat aja
Pak Anies memasak 🔥
Orang pinter kalo ngeroasting bikin mikir dan cuma yg akalnya nyampe yg paham😭
Masyarakat kita emang ga ramah sama majas satir.
Lagu mas bahlil ganteng yg sebenernya meme satir buat kritik pemerintah aja lama-lama jadi hiburan yg bikin masyakarat simpati sm bahlil.
Jadilah songwashing. Persepsi warga tentang kondisi atau figur politik itu berusaha diubah pake lagu yg catchy.
Kalo pak anies ini satire versi akademisnya 🤣
Pertanyaan trivia yang kedengerannya innocent tapi ujungnya: bapak pendidikan Indonesia jabatannya cuma 3 bulan hehehehe 🙂
Eh perempuan baru bisa akses pendidikan formal itu baru abad 20 awal dan lu kaget yg megang nobel mostly cowok. Nah sekarang lu liat statistik gender mana yg mendominasi pendidikan formal sekarang
setiap ada yang komentar "sepakat", semakin jelas bahwa tiap perempuan yang bicara, selalu dianggap gak penting dan "di-iya-in" saja. Gini kok mau klaim patriarki sudah gak ada.