Suatu hari di IGD, Saya, Agus, Bowo, dan Ella baru saja menyelesaikan shift, kami kumpul di ruang ganti IGD, duduk istirahat mengelilingi meja dengan aura kegetiran karena baru saja menangani pasien serangan jantung termuda yang pernah kami terima, masih 20an akhir.
Rekomendasi hotel di JOGJA!
A thread.
1. Porta by Ambarrukmo
ini hotel yang bikin aku langsung ganti kasur di rumah!!
kalau ada orang bilang: "seenak-enaknya kasur hotel, lebih enak kamar sendiri", mereka semua waduk!
Rekap foto Jet sang anak mantu, yg ketangkep di temlen:
~anak mantu posting jendela dan ekor pesawat.
~netijen ngecek, jendela yg difoto bukan pesawat biasa, tp jet pribadi.
~netijen lanjut nelusuri pemilik jet, ketemu nama satu perusahaan.
~perusahaan pemilik jet ternyata satu grup dg perusahaan sponsor salah satu klub bola.
~netijen jg menemukan pemilik jet terkait dg perusahaan marketplace yg dah buka kantor di Solo.
~netijen jg nemu, perusahaan tersebut terkait dg sebuah bank yg di akta pendirinya ada nama bapaknya presiden terpilih.
Dari foto jendela terbongkar jalinan kolusi tingkat dewa.
Netijen dahsyat.
Sedangkan Nabi Muhammad ﷺ memiliki dua pasang jubah.
Sehelai digunakan untuk pakaiannya sehari-hari dan sehelai lagi untuk Solat Jumaat.
Saidina Umar al-Khattab r.a pernah terlewat bersolat jemaah kerana menunggu jubahnya yang sehelai itu kering.
Saidatina Fatimah r.a pula pakaian pengantinnya diriwayatkan oleh Saidina Umar al-Khattab r.a memiliki 12 tampalan termasuk dua daripadanya adalah tampalan daripada kulit (dalam buku lain yang saya baca, diriwayatkan bahawa baju bertampal yang dimaksudkan tadi dimiliki oleh Saidina Umar al-Khattab).
Laa Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minazzhalimin
Maksud : “Ya Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini termasuk orang-orang yang zalim”.
diwaktu anda berasa dalam kesusahan atau merasa gelisah.
Masyarakat Italia sangat strict sama cappuccino, sampe ada aturan jam konsumsinya. Sementara itu orang2 indonesia:
"Ini cappuccino ditambahin cincau enak kayaknya"
Berhubung bojoku besok ulang tahun, maka 1 orang beruntung bakal kasih aku Toyota Corolla AE111 kaya gini kondisi lengkap mesin sehat siap luar kota pajak hidup
Syaratnya :
Like
Retweet
Reply done
End malam ini
Good Luck!
Kenapa pasien BPJS yg berobat ke RS kesannya ditangani lebih lambat dari pasien yg bayar umum ?
Sama dgn pasien asuransi lainnya, sebagus apapun asuransinya, jika ada pasien yg datang berobat, maka RS harus menghubungi pihak asuransinya dulu, apakah pasien di ACC untuk ditindaklanjuti.
Karena yg akan bayar klaim pasien nanti adalah pihak BPJS sbg pihak asuransinya.
Harus ada syarat-syarat yg dilengkapi agar nanti tagihan bisa dibayar oleh BPJS.
Sedangkan pasien umum, tidak perlu ACC siapapun sehingga proses administrasinya bisa lebih cepat.
Bukan hanya proses administrasi saja, tapi untuk tindakan terapi, obat-obatan juga harus diverifikasi dulu, apakah suai dg yg diatur oleh BPJS.
Jadi butuh proses lebih lama daripada pasien umum.
Namun jauh lebih cepat daripada pasien asuransi swasta.
Verifikasi pasien BPJS jika jaringan bagus mungkin setiapnya hanya butuh beberapa menit, tergantung banyak pasien yg berobat hari itu.
Tapi utk asuransi swasta sering lebih lama, kdg ber jam jika pihak asuransinya sulit dihubungi atau perlu berulangkali verifikasi.
Pernah sampai berhari, pasien asuransi swasta saya baru di ACC hanya utk CT scan dada saja, saya sampai kesal tiap hari ditanya alasan tindakannya. Kadang ada yg ditolak juga.
Sekali lagi, BPJS ini sama dengan Asuransi swasta lainnya.
Bahkan asuransi swasta lebih ribet, walau memang klaimnya dibayar lebih rasional.
Klaim asuransi swasta dibayar suai biaya yg sebenarnya.
Mungkin krn iuran BPJS dianggap kecil, maka klaim tiap penyakitnya juga dibayar kecil 😭
Asal tahu saja, tidak semua klaim pasien BPJS dari pasien yg sudah dilayani, bahkan sudah rawat inap berhari-hari menghabiskan uang puluhan juta, dibayar oleh BPJS.
Karena walau sudah di ACC di awal pengobatan, harus dilengkapi lagi semua syarat administrasi, pemeriksaan-pemeriksaan, alasan rawat, diagnosa harus sinkron, shg saat di verifikasi oleh BPJS bisa memenuhi syarat klaim.
Jika dianggap tidak lengkap, tidak memenuhi syarat, maka klaim akan ditolak, RS harus menerima resiko tekor, makanya RS swasta yg semuanya modal sendiri, bukan bantuan pemerintah, lebih hati-hati saat menerima pasien BPJS.
RS pemerintah biasanya lebih sering mengalami klaimnya ditolak, krn kadang sering merawat pasien yg tidak memenuhi syarat klaim, demi tetap melayani rakyat.
Tuntutan dari pemerintah, agar jangan sampai ada pasien terlantar, membuat RS pemerintah harus tetap melayani siapapun.
Bahkan tidak jarang pasien tidak mampu biaya, tidak punya BPJS, yg dirawat di rumah sakit pemerintah akhirnya bayar gratis.
Sekali lagi saya tegaskan, ini yg atur sistem, bukan dokternya atau nakesnya.
Dokter & nakes hanya buruh kesehatan yg tugasnya melakukan pelayanan kesehatan, tidak mengurus administrasi.
Aturan diatas berlaku untuk semua peserta BPJS, termasuk untuk dokter dan keluarganya, selagi klaim yg bayar BPJS.
Tidak jarang juga saat merawat pasien, baik RS swasta dan RS pemerintah yg tekor krn jumlah biaya sebenarnya yg dikeluarkan RS lebih besar dari klaim yg dibayar BPJS.
Ini contoh, tampilan di status ERM pasien rawat inap yg jumlah tagihannya melebihi jumlah klaim yg dibayar. Over plafon: 128,53 %.
Padahal pasiennya masih dirawat, belum tahu kapan pulang krn kondisi tidak memungkinkan.
Dan kelebihan ini menjadi tanggung jawab RS.
Inilah satu sisi yg mungkin masyarakat tidak paham, sehingga sering menyalahkan Nakes...
Pendapat saya, adanya BPJS itu bagus, sangat menolong rakyat, hanya butuh dukungan dana yg cukup dari pemerintah, agar klaim yg dibayar BPJS lebih rasional.
Jangan kesannya negara sudah menyediakan fasilitas kesehatan gratis, kemudian dibiar berjalan dgn segala kekurangan.
Sudah sebelas tahun BPJS, harusnya sudah jauh sempurna dan lebih baik, tapi malah dirasa semakin rumit, apalagi sekarang obat banyak habis,
Pdhl ini tugas pemerintah menjaga ketersediaan obat agar terus ada, bukan tanggung jawab dokter, bukan tanggung jawab RS, bukan tanggung jawab BPJS juga, kr kosong dr pabriknya.
#kritikbukanbenci