Di mobil, gue ngomong gini ke emak.
🗣️ "Dulu saat tabungan ku seret, penghasilan ga menentu, jujur, lumayan tertekan denger cerita anak temen mama yang baru beli mobil baru lah, beli rumah lah, abis bawa orang tuanya jalan-jalan lah..."
Emak ku ketawa. Beliau bilang, itu cuma sekedar cerita aja. Ga ada maksud apa-apa.
Well, dulu itu, untuk gue yang baru merintis dan blom keliatan hasil, gimana pun, "berita" itu tetep ngasih pressure besar.
_
Ngeliat sendiri temen-temen pada sukses, yang muncul biasanya motivasi untuk jadi seperti mereka. Pengen kerja lebih giat lagi.
Tapi kalo diceritain ada anak temen emak yang sukses, bukan memotivasi, ga tau kenapa malah jadi bad mood. 😂
Kalo kalian orang tua yang punya anak, tolong tahan diri ya. Ga usah cerita-cerita soal kesuksesan anak orang lain. Ga penting. 😂
Menurutku, orang-orang yang nggak punya circle pertemanan khusus, sering ke mana-mana sendirian, tapi tetap hangat dan nyambung di berbagai lingkungan, biasanya adalah orang yang hidupnya sudah secure.
Mereka nggak tergantung pada satu geng atau kelompok buat merasa cukup. Bisa makan sendiri, nonton sendiri, jalan sendiri tanpa merasa rendah diri. Tapi tetap ramah, tetap terbuka, dan tetap bisa bergaul dengan siapa saja tanpa kehilangan diri sendiri.
SIARAN PERS
Suhu Panas Landa Sejumlah Wilayah Indonesia, BMKG Ungkap Penyebab dan Potensinya ke Depan
Jakarta, 15 Oktober 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa cuaca panas dengan suhu maksimum mencapai 37,6°C yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia. Kondisi ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan bahwa penyebab utama suhu panas ini adalah posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober berada di selatan ekuator. Faktor lainnya adalah penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat sehingga pembentukan awan minim serta radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.
“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia” kata Guswanto di Jakarta, Rabu (15/10).
Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan, data BMKG mencatat pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35°C menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.
Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). Kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6°C di Sabu Barat (NTT) pada 13 Oktober 2025.
Lebih lanjut, suhu kembali meningkat pada 14 Oktober 2025, berkisar antara 34–37°C. Beberapa wilayah seperti Kalimantan, Papua, Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan suhu maksimum 35–37°C. Wilayah Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua) juga menunjukkan peningkatan suhu hingga 37,6°C.
"Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan,” jelas Andri.
Di samping cuaca panas yang persisten dan dominan, BMKG memprakirakan potensi hujan lokal akibat aktivitas konvektif masih dapat terjadi pada sore hingga malam hari, terutama di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua. Mengingat dinamika yang terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, khususnya pada siang hari.
"Tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak seperti hujan disertai petir dan angin kencang pada sore atau malam hari," tambah Guswanto.
BMKG mengingatkan agar masyarakat memantau secara berkala informasi cuaca terkini dan peringatan dini melalui situs resmi https://t.co/JWRniK9ARu, akun media sosial BMKG, atau aplikasi Info BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca terhadap aktivitas sehari-hari.
Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama
Instagram : @infoBMKG
X : @infoBMKG@InfoHumasBMKG
Facebook : InfoBMKG
Youtube : infoBMKG
Tiktok : infoBMKG
@beautiaf@skinbrotha eh yg grey aja nih? aku yg merlot (red/maroon) koq juga merasa kualitas nya menurun yaa. sebagai pecinta aeris, aku juga punya yg edisi colab ama maudy - kualitas brush nya lebih mantap dari yg merlot ini
@beautiaf@skinbrotha akupun kmrn ikutan yang 12.12 emang pas datang agak kaget liat nya. koq lebih solid merk m***e, kuasnya lebih tebel lebih empuk. padahal harga setelah diskon pun beda jauh. aku tergoda karna warna merahnya cakep sih. tapi tetep tau fakta nya begini kesel euy 😏