If you are depressed, you are living in the past.
If you are anxious, you are living in the future.
If you are at peace, you are living in the present.
- Lao Tzu -
"Carilah tiga hal pada seseorang: kecerdasan, semangat dan integritas. Kalau dia tidak punya yang terakhir, maka dua lainnya tidak berarti."
- Warren Buffett) -
"Sejak kapan negara mengharamkan rakyat untuk interupsi? Sejak pejabat negara menormalisasi kejahatannya, dan mereka cemas sejarah bangsa akan menindihnya", tulis Susana Castillo.
Susana Castillo adalah aktivis yg kritis di Meksiko. Dia terbunuh secara misterius pada tahun 2011
Untuk para Politisi dan Parpol yang tidak lagi bisa dipercaya,
Kalian nampaknya tidak lagi memikirkan Indonesia, tapi hanya sibuk membangun "negara dalam negara".
Kalian berbusa-busa "ngebacot" soal demokrasi, tapi ternyata politikmu masih disetir oligarki.
Kalian ngaku pembela rakyat, tapi faktanya hanya jadi penjilat.
Kalian ngaku idealis, tapi mentalmu ternyata pengemis.
Kalian merapat kemana-mana karena tersandera perkara.
Dari apa yang terjadi di hari ini, rakyat menandaimu — sampai jumpa di Pemilu berikutnya.
Banyak yang mengutuki Ganjar Pranowo soal Banjir di Demak dan Kudus, padahal Ganjar bukan lagi Gubernur Jawa Tengah
Banyak yang tidak tahu jika Banjir di Demak dan Kudus itu akibat 6 tanggul yang JEBOL, bukan karena banjir rob atau banjir karena hujan
Artinya ada kesalahan leadership saat ini yang tidak mampu mengantisipasi agar tanggul jangan sampai jebol
PJ Gubernur Nana Sudjana mestinya bisa memitigasi karena sudah setengah tahun menjadi Jateng 1. Ini sekaligus mempertanyakan, kemana "Tim Jaga Kali" yang dibentuk Ganjar Pranowo utk mengantisipasi tanggul jebol yg dulu?
Ada satu lagi yang HILANG sejak Ganjar tak lagi jadi Jateng 1. Biasanya Ganjar selalu hadir ditengah2 rakyatnya saat ada bencana untuk memberi komando secara langsung, kini kebiasaan itu hilang
Warga Jateng seolah2 tak punya pemimpin, Provinsi Jateng seperti autopilot. Semua serba berubah, tak ada pemimpin merakyat itu lagi ditengah2 masyarakat, kerinduan akan kehadiran pemimpin itu hanya akan jadi sekadar mimpi
Warga Kudus dan Demak mungkin berharap bansos akan hinggap berjibun disemua posko-posko, tapi tidak, jangan bayangkan seperti kampanye yang lalu presiden sampai ngos-ngosan bagi2 sembako ke desa-desa
Ada lembaga yang turun seperti BNPB, BPBD, Pemda dll tetapi tetap ada sosok HILANGNYA sangat terasa, Ganjar Pranowo
Btw untuk Banjir Rob dan banjir hujan, Ganjar sudah menuntaskan solusinya dengan membuat tanggul laut, kolam retensi utk menampung deposit air bahkan memberi ganti rugi Rp 1 Triliun utk warganya yg tanahnya hilang akibat ROB. Jangan lupa juga ada tim jaga kali yang siang 24 jam. Solusi itu ada dan nyata hasilnya sesuai peruntukannya
Ya begitulah. Manusia harus kehilangan dulu baru mengerti betapa pentingnya arti ketulusan seseorang
Harapan saya, semoga sosok leadership yang ada selama ini bisa dihadirkan kembali, entah lewat PJ Gubernur, Jokowi atau siapapun utk warga Demak dan Kudus
Soal Bansos? Ya mestinya disaat seperti inilah Bansos hadir utk rakyat, bukan saat pemilu yg digunakan memenangkan anak kesayangan karena ity uang mereka2 yang jadi korban Banjir, bukan uang koalisi atau uang pribadi dinasti Jokowi
Tolong spill buat yang tahu sekolah SD tempat Novi vokalis Sukatani Band mengajar. Biar kita rujak seklian yang berani mecat gara2 polemik lagu ‘bayar bayar bayar’ viral.
Sukatani Band yang selama ini memakai penutup wajah sebagai cirikhas/identitas di panggung, tiba-tiba mereka klarifikasi meminta maaf tanpa penutup wajah. Akhirnya banyak yang tahu wajahnya dan diduga berujung pemecatan dari tempatnya mengajar.
Siapa yang nyuruh ? Adakah paksaan, intimidasi, atau ancaman kpd mereka? Dari situ saja sudah ada yang tidak wajar.
Memakai penutup wajah/topeng saat manggung merupakan privasi dan cirikhas bagi musisi. Hal ini tak jauh beda dengan band Metal asal Amerika seperti Slipknot, di mana semua personilnya jg memakai topeng.
Siapapun yang maksa personil Sukatani Band untuk klarifikasi buka topeng harus ditindak! Jika memang ada oknum dari kepolisian, tolong atensinya. Cc pak kapolri @ListyoSigitP
#KamiBersamaSukatani
-- jalur yg mengarah pada kehancuran. Kebodohan akan tetap berkuasa. Penderitaan akan terus berlanjut dan harapan untuk masa depan yang lebih baik hanya akan menjadi ilusi yg tidak pernah terwujud.
***
Mengabaikan Pendidikan
Dalam sejarah peradaban manusia, kebodohan kolektif sering kali menjadi akar dari kehancuran suatu bangsa. Bukan karena kekurangan sumber daya tetapi karena masyarakatnya terjerumus dlm kebodohan kolektif akibat dari mengabaikan pendidikan.
Pendidikan harus menanamkan nilai-nilai moral dan etika serta mengembangkan kebiasaan yg baik, seperti disiplin, kemandirian, empati dan tanggungjawab.
Dimulai dari pendidikan usia dini hingga pendidikan tinggi.
Jika tidak, bangsa itu akan terus berjalan di jalur yang salah --