btw ini kopinya dari pasutri yang punya bisnis kopi gitu huhuhu. selain, itu tadi jg ada abang gojek yv nyamperin pas kami baru turun dr kopaja buat ngasih roti TERHARU BGT. rakyatnya sebaik dan sesuportif ini, tp pemerintahnya kyk iblis. sehat-sehat, wni
Demo mahasiswa dan buruh menghasilkan:
1) Jam kerja 8 jam sehari, lebih dari itu wajib dihitung lembur.
2) Ada upah minimum, UMR, buat buruh atau karyawan perusahaan.
3) UMR juga tiap tahun disesuaikan dengan inflasi dan kebutuhan hidup.
Mau kaya gaji pokok PNS yang gak berubah dari tiga puluh tahun lalu? Kaya tunjangan fungsional dosen yang nominalnya gak berubah dari 2007? Tuh kalau gak pernah demo, suka-suka mereka.
4) THR juga hasil demo tahun 1960an. Kita masih nikmatin sampai hari ini.
5) BPJS ketenagakerjaan.
6) Cuti tahunan minimum 12 hari.
7) Reformasi. Suharto turun.
Kalau nggak mungkin hari ini semua sosmed diblokir sama "Departemen Penerangan".
Mungkin semua berita di TV cuma datang dari "Berita Malam" sama "Dunia Dalam Berita" punya TVRI dan direlay semua TV swasta.
Pidato Presiden selalu live. Mau kalian dengerin "nyenyenye" live?
***
Semua itu kita nikmati hari ini.
Gitu banyak yang nyinyirin rakyat demo.
Macet paling berapa jam sih?
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengungkapkan Bundaran HI dipilih karena mahasiswa tak lagi percaya dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun pemerintah.
Dear kelas menengah.. menjadi "tonedeaf" terhadap ketidakadilan yang berdampak langsung pada hidup kalian sendiri bukanlah sikap netral, melainkan bentuk ketidakpedulian.
Ada batas antara ketidaktahuan
dan kebodohan yang dipelihara.
"Kita nggak dapat apa-apa, Kak, dari demo ini?"
Kita dapat satu hal yang pasti: kita jadi tahu bahwa yang brengsek itu penguasanya, bukan rakyatnya.
ibu-ibu berdiri di posko logistik, memasak, membungkus makanan, dan memastikan anak-anak yang turun ke jalan tidak kelaparan. Bapak-bapak dengan sukarela menjadi runner, mengantar air minum, obat-obatan, dan kebutuhan lain agar mahasiswa tetap kuat bertahan.
Diskusi sama kawan
Aksi mahasiswa kali ini menarik karena berangkat bersama dari Kampus. Dilepas juga oleh Dosen yang seolah merestui.
Artinya risiko disusupi intel itu rendah. Berbeda kalau datangnya satu per satu atau berkelompok pakai angkutan umum.
Tujuannya ke Bundaran HI, bukan ke institusi pemerintah seperti Istana atau DPR RI. Artinya memang untuk mengirimkan pesan seluas-luasnya sekaligus disrupsi ekonomi.
weh please lah ini udah pada kekuras energinya buat orasi trs masih juga harus teriak supaya pada ga ngerokok dan ngevape.. iye tau iye ini tempat terbuka tp lu mikir lah gila udah tau pada rapet semua tp tetep disembur….? minimal asepnye lu TELEN