VIRAL!! MAHASISWI ASAL PEKALONGAN DIDUGA ALAMI KEKERASAN DRIVER MAXIM DI JOGJA
Seorang mahasiswi asal Pekalongan mengaku mendapat perlakuan tidak mengenakkan hingga kekerasan fisik oleh oknum driver Maxim Car.
Lokasi kejadian: Depan kost korban, Jl. Rusunawa, Cambahan, Nogotirto, Gamping, Sleman - DIY.
Kronologi singkat: Pesan Maxim Car, sejak chat awal sudah terasa tidak sopan Mau bayar cash Rp100.000, driver tidak ada kembalian Korban diminta tukar uang ke toko, padahal anak perantauan & tidak tahu lokasi.
Saat direkam, driver marah-marah Diduga terjadi kekerasan fisik terhadap korban.
Beredar sebuah video dengan keterangan seorang ayah melakukan tindakan K3k3r45an terhadap an4knya hanya karena an4knya minta uang buat jajan
Video ini viral dan mengundang reaksi para warga net
Lokasi unknown
Bertambah lagi kepala desa yang jadi tersangka korupsi
Dan tidak menutup akan bertambah lagi kedepannya
Dana desa terlalu besar untuk dikelola tanpa pendampingan konsultan keuangan dan juga pengawasan yang ketat dari pemerintah
#intinyadeh polisi ungkap latar belakang wanita yg viral jd pramugari gadungan Batik Air.
Ternyata korban penipuan, dijanjiin dpt kerja sbg pramugari, udh bayar 30jt ke pelaku, dr Palembang ke Jakarta, tp pelaku ngilang.
Jd pura2 udh kerja sbg pramugari, takut kecewain ibunya.
Usai viral, kisah Nisya yang menyamar sebagai pramugari Batik Air akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat ditahan dan diperiksa oleh pihak keamanan, kasus tersebut kini dinyatakan selesai dan justru menuai banjir dukungan dari masyarakat.
Nisya mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban penipuan oleh oknum tidak bertanggung jawab saat mencoba mendaftar sebagai pramugari. Demi membahagiakan orang tuanya, ia nekat berpura-pura menjadi pramugari, meski sadar tindakannya keliru.
Setelah memberikan klarifikasi dan menjelaskan kronologi kejadian, pihak maskapai memilih untuk tidak melanjutkan proses hukum. Nisya hanya diminta membuat surat pernyataan dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Meski tindakannya salah di mata maskapai, banyak pihak menilai Nisya tidak memiliki niat jahat. la tidak merugikan masyarakat maupun pihak maskapai, dan tindakannya semata-mata didorong oleh keinginan membahagiakan keluarga dan orang tua.