Orang-orang tua dulu berpesan:
Nafsu laki-laki ibarat sungai, selalu mengalir dan seolah tak pernah kering.
Sedangkan nafsu perempuan ibarat bendungan, tetap tenang di tempatnya. Namun ketika bendungan itu jebol, banjirnya bisa sangat besar.
Artinya, keduanya sama-sama perlu menjaga diri.
Suami jangan sampai hanyut oleh arus keinginan dan godaan.
Istri jangan membiarkan luka, kecewa, dan kebutuhan hatinya terus dipendam hingga akhirnya meledak.
Karena rumah tangga jarang hancur dalam semalam.
Ia biasanya retak sedikit demi sedikit, diabaikan sedikit demi sedikit, sampai suatu hari kerusakannya terasa terlalu besar untuk diperbaiki.
Jagalah pasanganmu.
Jagalah hatinya.
Karena hubungan yang baik bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang saling menjaga dan saling mengingatkan.
Pada akhirnya hidup bukan lagi tentang “if they want to, they would.”
Tapi lebih kepada “if God has written something for you, it will find its way to you.” at the right time, in the right way.
Karena apa yang memang Tuhan takdirkan untukmu tidak akan pernah benar-benar melewatimu. dan yang bukan untukmu, sekuat apa pun kamu mencoba menggenggamnya, it will never truly stay.
Ustadz Felix Siauw: "Kalau ada yang marahan dalam rumah tangga, yang disuruh minta maaf pertama adalah perempuan."
Panji Pragiwaksono: "Oh begitu."
Ustadz Felix Siauw: "Iya."
Mom, kalian tim minta maaf duluan atau nunggu suami yg mulai?
Bukan karena perempuan yang salah.
Tapi karena laki-laki punya ego yang tidak boleh dikompromisasi.
Kalau laki-laki yang terus-menerus minta maaf, menurutnya itu justru mengurangi "value" sang suami di mata istrinya.
Makanya Rasulullah menyebut ciri istri yang berpeluang masuk surga, salah satunya adalah perempuan yang ketika sedang bermasalah dengan suaminya, langsung menghambur ke pangkuan suaminya dan berkata:
"Wahai suamiku, aku tidak bisa tidur sebelum kau memaafkan aku."
Either way siapa yang salah.
Ustadz Felix Siauw menyebut ini bukan kelemahan.
Justru sebaliknya.
Perempuan yang lebih dulu meminta maaf ia sebut sebagai "pink venom."
Karena justru di situlah perempuan mendapatkan kendali.
Laki-laki yang merasa in control, akan lebih mudah menuruti istrinya.
Jadi bukan soal kalah atau menang.
cc; threads hallolalalah
punya 2 highlight abis nonton putbal ini:
- 1. Value masing masing pasangan:
A. laki laki punya value “haybah” yakni wibawa yang mana itu gabisa dikompromosikan, jadi kalau laki laki yang selalu mengalah itu cenderung tersinggung karena tercederai egonya, laki laki prefer ego nya secured daripada ketidaknyamanan.
B. cewek suka sama determinasi ttg hal hal yang diperlu dia tahu, dia perlu yakin dan tentunya kenyamanan, makannya cewek prefer kenyamanan daripada egonya dia, makanya meminta maaf itu ga ngurangin nilainya dia as perempuan.
- 2. how the “pink venom” works.
technically: ketika cewek minta tolong nih, dan cowok tuh kan sifatnya providing ya, cenderung luluh lah mau bantuin dan laki merasa cewek ini tuh under my protection under control, maka laki laki naluri protektifnya aktif sehingga menjadi lebih lunak dan legowo nerima aja.
Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐️
Buat mereka yg liat Timnas Indonesia KALAH adu penalti vs Thailand di FINAL Piala Tiger di GBK th 2002.
Lalu KALAH lg di final 2004 vs Singapura krn Boaz cedera di final.
Dan lagi2 KALAH dg cara yg lebih NYESEK di final Piala AFF 2010 vs Malaysia.
Perspektif soal JUARA ASEAN pasti beda sama mereka yg baru skrg2 ngikutin timnas.
Ada INNERCHILD yg perlu disembuhkan. Sekali aja juara, biar plong. Biar beban itu terangkat.
Tahun ini, kesempatan untuk jd RAJA ASEAN datang 2x.
Ayo, JANGAN sampe LEWAT lagi!! 🔥🫵🏆🇮🇩
cuma mau bilang;
lebaran kali ini, jangan lupa memaafkan diri sendiri untuk setiap kegagalan, ekspektasi dan janji yang diingkari. seenggaknya kamu mencoba melakukan yang terbaik. intinya, Tuhan dan kamu tau itu, meskipun orang lain ngga memandang demikian.
Merasa cukup itu penting, dan merasa lapang itu perlu. Dunia akan terasa terlalu bising jika kita terus menakar hidup dari hal-hal yang tidak kita miliki. Kita sering lupa bahwa apa yang ada pada kita hari ini juga menjadi impian orang lain.
Pada akhirnya, bersyukur adalah kunci sederhana dari kebahagiaan.
Gw punya temen namanya si A, tinggal di Bekasi kerja di Sudirman.
Senin sampai Jumat rutinitasnya sama terus.
Bangun setengah lima pagi.
Siap siap.
Berangkat sebelum jam enam karena kalau kesiangan macetnya tidak manusiawi.
Sampai kantor jam tujuh.
Kerja sampai jam lima sore.
Sampai rumah jam tujuh atau delapan malam.
Dua jam lebih di jalan.
Tiap hari.
Pulang pergi.
Dan ini bukan keluhan dia ini memang realita yang dijalani jutaan orang yang tinggal di penyangga Jakarta setiap harinya.
Jadi waktu weekend datang orang lain mungkin langsung mikir mau hangout ke mana.
Si A mikir hal yang berbeda.
Sabtu pagi dia bangun siang.
Tidak ada alarm.
Tidak ada jadwal.
Buka Netflix yang episodenya sudah lama tidak dilanjutin.
Siapkan snack.
Dan tidak kemana mana sampai Minggu malam.
Dan dia bahagia.
Genuinely bahagia.
Bukan karena dia antisosial.
Bukan karena tidak punya teman.
Tapi karena dia paham persis apa yang paling dia butuhkan setelah lima hari menguras energi di jalan dan di kantor.
Kita hidup di kota yang desainnya tidak ramah waktu. Jarak rumah ke tempat kerja yang tidak masuk akal. Transportasi yang belum cukup untuk semua orang. Dan budaya kerja yang masih menganggap hadir lebih awal dan pulang paling telat sebagai tanda dedikasi.
Akibatnya banyak orang yang secara fisik ada di rumah tapi energinya sudah habis sebelum sampai pintu.
Dan weekend bukan lagi soal hiburan atau eksplorasi.
Tapi soal pemulihan.
Jadi kalau ada yang nanya memang ada orang yang genuinely senang di rumah seharian sendirian tanpa ketemu siapapun?
Jawabannya ada.
Banyak malah.
Dan mereka bukan aneh atau kurang pergaulan.
Mereka cuma orang yang sudah terlalu lelah oleh perjalanan yang bahkan belum dimulai sebelum matahari benar benar terbit.