@lintang1998@bapaeta@beatofgunz_@beckhamputran Setelah menjelaskan ad hominem, Anda langsung beralih menilai "kapasitas intelektual" lawan bicara. Kalau standar yang dipakai konsisten, bukankah itu juga mulai bergeser dari argumen ke personal ?
@lintang1998@bapaeta@beatofgunz_@beckhamputran Ironisnya, kritik terhadap ad hominem akan lebih kuat jika tidak diikuti penilaian terhadap kecerdasan lawan bicara. Konsistensi logika sering kali lebih meyakinkan daripada istilah-istilah logika itu sendiri.
Malam yang akan dikenang.
Tiga gol. Nol balasan. Puluhan ribu suara di GBK.
Dan satu mimpi yang semakin nyata.
๐ฎ๐ฉ Indonesia 3-0 Oman ๐ด๐ฒ
Garuda tidak lagi bermimpi untuk terbang. Garuda sedang terbang.
#GarudaMendunia#TimnasDay
@justneedpromo@Kabar_Persib Regenerasi pemain lokal itu penting. Tapi fungsi klub profesional bukan akademi murni. Klub itu ekosistem: kompetisi, bisnis, hiburan, dan pembinaan berjalan bersamaan. Menang dengan pemain asing bukan otomatis gagal membina lokal.
@justneedpromo@jleaaa4@Kabar_Persib Kalau klub hanya boleh dibanggakan saat mayoritas pemainnya lokal, berarti kebanggaan fans berubah tiap jendela transfer.
Padahal yang didukung itu lambangnya, sejarahnya, dan komunitasnya bukan daftar KTP atau Paspor pemain.
@arya_mamenz@GIBOLofficial Cleansheet tidak menggambarkan skill kiper. Bisa we sabab Bek kuat atawa lawanna bapuk.
Jumlah Safe lebih mewakili skill kiper.