Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.
Hobinya seremonial dan kasi sambutan.
Kalo dikritik, tersinggungan lalu gas ke wa pribadi menuju doxxing.
Kerja nomer dua, nama baik adalah utama
Kalo melaju pake kendaraan, harus dikasi jalan
Kalo berobat harus dikasi spot terdepan.
👍
Top KOE
SING LIYANE BENG2
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Banyak jawaban drtadi di tiktok ama beberapa twit:
“Kan yg naik pertamax, bukan pertalite”
Justru itu problemnya.
Akhirnya yg konsumsi pertamax bakal beralih ke pertalite. Karena slisihnya terlalu jauh.
Lanjut ke pertanyaan kedua
“Itu event dan cafe kenapa rame?”
Kenapa Vaksinnya dibuat di Korea Selatan?
1. Penemu virusnya orang Korea, Prof. Lee Ho-wang dari Korea University pertama kali mengisolasi hantavirus pada 1976
2. Vaksin pertama di dunia sudah dari Korea, Hantavax disetujui 1990 (Belum FDA dan EMA Approve) -> penggunaannya terbatas di daerah endemik kaya Korsel dan Cina untuk kelompok berisiko, jadi Korea punya 30+ tahun expertise di bidang ini
3. Beban penyakit nyata di Korsel, 300–400 kasus HFRS per tahun.
4. Vaksin lama tidak cukup, Hantavax perlindungan jangka panjangnya terbatas dan tidak cover beberapa strain lain.
dr. Ayman Alatas SpMK
(Spesialis Mikrobiologi Klinik)
@dhanyindraswara Tentu ada rasa khawatir itu, tapi definisi suksesnya bukan menjadi sesuatu, melainkan membuat/berbuat sesuatu. Lebih khawatir saat dewasa tidak bikin apa2 daripada tidak jadi apa2. :)
Maka, jangan tanya pada anak kalau besar kamu mau jadi apa, tapi tanyakan apa karyamu nanti?
Hati-hati dengan Tester Kosmetik: Dari Jerawat Parah Hingga Virus yang Mengintai Wajah Kalian 🦠💄
Mengoleskan tester kosmetik secara langsung ke bibir atau area mata di pusat perbelanjaan adalah tindakan yang sangat berisiko secara mikrobiologi klinik, karena produk tersebut sering kali menjadi media pertumbuhan koloni bakteri dari tangan ratusan pengunjung yang berbeda. Penelitian pada sampel tester di ruang publik kerap menemukan kontaminasi patogen berbahaya seperti Staphylococcus aureus, E. coli (bakteri feses), hingga virus Herpes simplex yang mampu bertahan hidup lama di permukaan produk yang lembap. Untuk menghindari infeksi mata (konjungtivitis) atau peradangan kulit, selalu batasi pengujian produk hanya pada punggung tangan, gunakan aplikator sekali pakai (disposable) yang disediakan, dan segera bersihkan sisa tester dengan tisu alkohol atau cuci tangan menggunakan sabun setelah selesai.
dr. Ayman Alatas SpMK
Pernah tau third-hand smoker (THS)?
Akumulasi zat2 rokok di baju, kursi, sofa, badan, dll bisa dihirup. Penghirupnya ini yg disebut THS.
Bayi & anak yg bapaknya perokok, rentan kena nih.
Ngerasa aman sdh ngerokok di luar, tp ga mandi & ganti baju dulu sebelum gendong bayinya.
Seringnya pasti denger perokok aktif (first-hand) & pasif (second-hand) ya? Tp third-hand bukan istilah baru.
Dewasa bisa kena jg.
Klo dibiarin, lama2 risiko kena PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) bisa naik krn PPOK tuh penyakit akumulatif.
Hati2 & jangan meremehkan perokok.
Seberapa penting pendidikan?
Ga usah teori, sini aku ceritakan kisah nyata.
BANJIR SANGATTA 2022: Bagaimana seorang yang berpendidikan mengubah nasib seluruh kota.
PLEASE BANTU LIKE DAN RT KASUS INI GUYS.
Berikut ini adalah terduga pelaku penganiayaan terhadap batita usia 2 tahun, serta bukti-bukti penganiayaan yang telah kami terima
Kami sertakan pula surat laporan kepolisian yang telah dibuat oleh orang tua korban. Dengan berkembangnya isu ini, kami harapkan bisa menjadi atensi publik dan pihak berwajib
Akun IGnya sudah hilang, masi ada tiktok @/tatairianty. Untuk sekolahnya
@kemenpppa @kpai_official
#KPAI #Kekerasan #Hukum #PerlindunganAnak #Viral #FYP #LaporKeKomisi
Baik lah saya elaborasi dengan cantik di twit singkat berikut.
1. Paparan racun rokok bisa menurunkan kualitas sel telur dan sperma. Bayi yang terlahir dari bibit yang rendah kualitasnya ini akan lebih sulit tumbuh dengan optimal sehingga risiko stunting tinggi.
2. Janin yang terpapar rokok bisa terlahir cacat, jantung bocor, tidak tumbuh dengan baik terlahir BBLR, komplikasi persalinan dll sehingga kemungkinan gagal tumbuhnya tinggi.
3. Bayi yang serumah dengan perokok punya risiko pneumonia berulang yang jauh lebih tinggi daripada yang di rumahnya tidak ada perokok. Pneumonia berulang ini merusak paru hingga oksigen tidak ter-deliver secara /sempurna ke seluruh tubuh untuk anak tumbuh berkembang dengan optimal.
4. Pecandu rokok dari golongan miskin banyak yang lebih prioritas untuk beli rokok daripada beli makanan yang berkualitas untuk anak2nya.
Dan masih banyak sebenernya penjelasan lebih lanjutnya cuman nanti saya takut twit saya jadi tidak singkat lagi. Terima kasih semoga berkenan. 🙏🏻