jangan sampai saking seringnya dikecewain, kita jadi gampang kagum sama hal-hal yang sebetulnya emang bare minimum dalam sebuah hubungan (kayak setia, jujur, dan ngabarin). keep your standards high, you deserve a consistent love😠
"bahkan ibuku bukan tempat pulang, dan ayahku tidak dapat dijadikan sandaran untuk berkeluh kesah. aku sedih? memang, sejak kapan aku punya tempat pulang yang nyaman dan layak? bukankah sejak kecil aku selalu menyimpan sendiri dan memeluk luka ku sendiri?".
jgn jahat2 plis. i’ve gone thru all of this alone. it’s been so heavy lately. wiping my own tears every single time and begging myself to stay strong just isn’t enough anymore. behind all the aku yang cheerful, there’s a girl who has forced herself to do everything on her own. standing on my own when all i wanted was a shoulder to cry on.
i’m already fighting battles no one gets to see.
kita ga bisa menghindari rasa kecewa terhadap manusia, sebaik apapun seseorang, mereka punya potensi mengecewakan. bukan karena dia jahat, tapi karena dia manusia.