Ngomong-ngomong soal CDS, kalian pernah nonton film The Big Short gak? Di film itu, Michael Burry bikin heboh Wall Street karena ngeborong instrumen bernama CDS (Credit Default Swap).
Buat yang masih bingung apa itu CDS dan gimana cara kerjanya, berikut saya coba sederhanakan penjelasannya:
Bayangin kamu minjemin uang jajan Rp1 juta ke temenmu, Budi, buat beli sepeda. Budi janji bakal balikin uangnya tahun depan.
Tapi kamu khawatir: "Gimana kalau sepedanya hilang atau Budi gak punya uang buat balikin?"
Lalu datang temenmu yang lain, namanya Anto. Anto bilang:
"Sini bayar ke aku Rp10 ribu per bulan. Kalau Budi sampai kabur dan gak bisa bayar utangnya, aku yang bakal ganti uang Rp1 juta kamu full."
Uang Rp10 ribu per bulan itu adalah premi CDS-nya (biaya asuransi risiko utang).
Kalau Budi anak baik-baik dan makin kaya --> Budi makin dipercaya. Orang yang baru mau beli jaminan ke Anto bakal dikasih harga lebih murah, misal cukup Rp5 ribu per bulan.
Tapi kalau Budi mulai nakal, sering bolos, dan terancam putus sekolah --> Semua orang jadi tau Budi anak berisiko. Kalau kamu baru mau beli jaminan ke Anto saat itu, Anto bakal minta bayaran jauh lebih mahal, misal Rp100 ribu per bulan!
Di dunia finansial, "Budi" itu adalah negara (seperti Indonesia).
Kalau investor global merasa ekonomi/politik kita lagi berisiko, harga jaminan (CDS) ini langsung melonjak mahal.
Makanya, daripada denger simpang siur macem-macem di medsos, mas Almer bilang coba pantau 3 hal: pergerakan kurs, yield SBN, dan CDS. Itu indikator paling jujur yang memperlihatkan apakah smart money global lagi tenang atau cemas soal ekonomi Indonesia.
Thanks, BBC. Sering-sering, ya. Tolong. Sering-sering.
Beberapa dari kami mungkin juga mengantongi data, namun perihal reportase dan kerja-kerja jurnalistik, jelas kami lebih mengandalken media-media profesional.
Btw, kalo ada demo, tolong diliput, ya. Tolong.
Diare inflamasi akut dengan demam dan riwayat paparan Hamburger 🍔
Ada 2 kemungkinan penyebab, antara Shigella Spp. atau Shiga-toxin producing E. Coli (STEC) O157:H7.
Kalau dari onset dan deskripsi gejala, bisa mengarah ke Shigella, tapi dengan riwayat paparan daging giling ataupun sayuran mentah dari Hamburger, sangat klasik paparan E. Coli O157:H7
Jadi planingnya gimana? Tetap tatalaksana diare akut secara umum.
1. Rehidrasi sesuai derajat dehidrasi.
Dari klinis mata cowong, lemas, mukosa kering, nadi kuat, akral hangat masih masuk dehidrasi ringan-sedang. Maka pemberian rehidrasinya adalah rencana terapi B, dengan dosis oralit 75 cc/KgBB selama 3-4 jam. Jika BB 14 kg maka 1050 cc/4 jam, kemudian dilanjutkan dengan 10 cc/KgBB setiap habis diare,
2. Berikan Zinc dengan dosis 20 mg/hari selama 10 hari
3. Tunda pemberian antibiotik, sampai kemungkinan infeksi E. Coli O157:H7 dapat disingkirkan.
‼️ Pemberian antibiotik bakterisidal seperti Sefalosporin atau florokuinolon pada E. Coli O157:H7 dapat memicu Hemolytic-Uremic Syndrome (HUS) yang ditandai dengan anemia hemolitik dan gagal ginjal akut, atau Thrombocytopenia Purpura akibat pelepasan endotoksin bakteri yang masuk ke peredaran saat tubuh bakteri mengalami lisis.
4. Ambil sampel feses untuk pemeriksaan feses lengkap dan kultur untuk konfirmasi bakteriologis.
Untuk kultur feses hasilnya 3-5 hari, dari sini kita bisa mengkonfirmasi etiologi penyebab sebagai pertimbangan pemberian antibiotik.
Sambil menunggu kultur, dipantau kondisi anaknya di rumah, suhu kalau semakin tinggi atau semakin lemas karena dehidrasi maka perlu rawat inap dan bisa dipertimbangkan antibiotik empiris kalau ada tanda infeksi sistemik, misal klinis anak tampak semakin toksik disertai hasil DL leukositosis.
bloomberg lagi lagi menggosipi prabowo kali ini isinya :
- Haji Isam (Andi Syamsuddin Arsyad), taipan dekat Prabowo, ingin jadi orang terkaya RI.
- Dia sering diam-diam dampingi Prabowo temui investor asing besar.
- Sengaja tampil sederhana & pendiam biar gak jadi sorotan.
- Kisahnya cerminkan pergeseran nasib elite bisnis Indonesia.
Udah jelas ditemukan emas 74kg dan ratusan milyar dalam bentuk dollar, status udah tersangka, eh bukannya ditangani KPK, malah dilimpahin ke kejaksaan. Sekarang pas dilimpahin ke kejaksaan, turun statusnya jadi saksi. Mantep memang negara hukum 😆
kejanggalan data angka 82 juta penerima MBG menurut pak media waktu rapat di DPR :
- sampai sekarang, tidak jelas dari mana angka 82 juta penerima mbg itu muncul
- dia bandingkan dengan jumlah pemilih pemilu 2024 yang sebesar 164 juta
- 164 dibagi 2 itu 82 juta
- dia curigai targetnya sengaja dibuat setengah dari jumlah pemilih
- alasan kecurigaannya: kalau di 2029 ada 82 juta pemilih yang dikasih makan tiap hari, itu sudah otomatis capai 50%+1 suara
- cukup untuk menang pemilu
- prabowo bisa menang tanpa perlawanan berarti
Hari ini saya mau membandingkan fundamental 4 Big Banks $BBCA $BBRI $BMRI dan $BBNI. Kita bahas lengkap dari semua sisi.
1. Profitabilitas
2. Pertumbuhan bisnis
3. Likuiditas
4. Kualitas kredit
5. Efisiensi operasional
6. Valuasi
Jadi bank apa yang terbaik?
sekolah penerima MBG sekarang di kasih opsi mau nerima atau kagak:
- ada sekolah keluar dari program mbg lewat voting
- angket wali murid: 85% tidak ingin lanjutkan program mbg
- kepala sppg datang tanda tangani surat pernyataan resmi bermaterai
- sekolah resmi lepas dari program mbg
- alasan: hindari kekecewaan menu, waktu belajar terganggu, guru sibuk urus ompreng, & was-was kasus korupsi
lagi lagi prabowo di gosipin di dunia internasional:
- Prabowo lagi galakin tekan para taipan/orang kaya Indonesia.
- Dia nyebut mereka "maling" & "perampok" secara terbuka,
- karena dianggap udah untung gede dari SDA
- tapi rakyat masih timpang ekonominy
- Prabowo minta taipan tukar dolar mereka ke rupiah
- biar rupiah nggak makin lemah.
- Tapi rupiah tetap anjlok,
- terus Prabowo malah bikin rencana baru: sentralisasi ekspor komoditas yang bikin untung taipan makin ketekan.
- Karena takut ditekan lebih jauh,
- banyak orang kaya RI mulai kabur-in duitnya ke luar negeri (Singapura, Swiss, Hong Kong).
- Contoh: ada taipan jual saham+obligasi $300 juta terus ditransfer ke Singapura.
- Ada juga keluarga kaya pindahin $1 miliar ke luar negeri.
- Kata pengamat, ini bukan buat bubarin oligarki, tapi cuma "nata ulang" siapa yang deket kekuasaan.
- ada udang di balik bakwan
usai polri geledah jampidsus, kejaksaan akan periksa seluruh dapur SPPG :
- dapat perintah langsung dari pusat
- sisir seluruh SPPG jateng, termasuk milik polri
- ini juga diikuti daerah lain serentak
- tegaskan tidak ada tebang pilih
- bukan pemeriksaan pidana, cuma kumpul data & bahan keterangan di lokasi
- proses masih berlangsung, belum ada kesimpulan
BI Rate Sudah Dinaikkan 3 Kali, Tapi Kenapa USD Masih Rp18.000???
Bingung gak kalian..
Bank Indonesia sudah menaikkan BI Rate sebanyak 3 kali dalam waktu dekat. Tujuannya jelas: memperkuat Rupiah dengan menarik dana asing masuk ke Indonesia.
Tapi kenyataannya? Kurs USD ke Rupiah masih bertahan di kisaran Rp18.000.
Menurut keyakinan gua:
- Kenaikan BI Rate belum cukup kuat untuk mengalahkan tekanan jual Rupiah.
- Investor asing masih keluar dari Indonesia (capital outflow) karena berbagai alasan: ketidakpastian politik, defisit anggaran, hingga kondisi global.
- Kekhawatiran terhadap kebocoran devisa dan praktik underinvoicing yang membuat Rupiah terus tertekan.
- Faktor eksternal seperti kebijakan The Fed dan sentimen global terhadap emerging market juga masih mendominasi.
Artinya secara sederhana.. Menarik suku bunga tinggi saja tidak cukup kalau kepercayaan investor terhadap Indonesia masih rendah.
Rupiah yang masih lemah meski BI Rate sudah naik, menunjukkan bahwa masalahnya lebih dalam bukan cuma soal suku bunga, tapi soal fundamental ekonomi dan kepercayaan pasar.
Ini kayak orang minum obat pereda nyeri. tapi sumber sakitnya gak diatasi..
Kenaikan BI Rate yang berulang tanpa diiringi penguatan Rupiah yang signifikan, bisa jadi sinyal bahwa Indonesia sedang menghadapi tekanan struktural yang lebih serius.
Bukan cuma soal moneter, tapi juga soal kepercayaan dan pengelolaan ekonomi secara keseluruhan.
@profesor_saham Currency mismatch. Liabilitas biaya haji USD/SAR, tapi mayoritas porto BPKH di instrumen IDR. BPKH udh harus mulai perbesar porsi instrumen yg bisa jadi hedging USD/SAR