Newly released footage shows U.S. joint forces and allies conducted a live-fire sinking exercise in support of VALIANT SHIELD 2026 while underway in the Philippine Sea, June 27, 2026.
https://t.co/wG7PSYP3YM
Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air, Gelar Operasi Khusus di Yahukimo
Jakarta – Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin, yang menjadi korban penembakan di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Jumat (3/7/2026).
Selain proses evakuasi korban, personel Koops TNI Habema juga terus melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku penembakan serta pembakaran pesawat guna mendukung proses penegakan hukum dan menjaga situasi keamanan di wilayah tersebut.
Merespons laporan insiden, Koops TNI Habema segera menggelar Operasi Khusus Perebutan Cepat untuk menguasai dan mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan. Secara bersamaan, personel juga melaksanakan Search and Rescue (SAR) Taktis untuk mengevakuasi korban sekaligus menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.
Operasi tersebut melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal. Seluruh rangkaian operasi dilaksanakan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi mengingat medan pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Wakil Panglima Koops TNI Habema, Riyanto, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pilot PT AMA Air sekaligus menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan wilayah.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku. Melalui Operasi Khusus Perebutan Cepat dan SAR Taktis, kami memastikan proses evakuasi dapat dilaksanakan secara cepat, aman, dan profesional,” ujarnya.
Koops TNI Habema menegaskan akan terus melakukan langkah-langkah pengamanan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan situasi tetap kondusif dan proses hukum terhadap para pelaku dapat berjalan sesuai ketentuan.
📷Penerangan Koops TNI Habema.
#KoopsTNIHabema #Yahukimo #PapuaPegunungan #TNI #EvakuasiPilot #PTAMAAir #OperasiKhusus #SARTaktis #KeamananPapua #ElshintaNews #Indonesia
SALAH!
Baik Rusia-Ukraina dalam perang mereka sampai saat ini, keduanya masih sama-sama menggunakan mortar segala jenis kaliber di medan pertempuran. Mortar itu tetep jadi senjata penting di tingkat taktis (company/battalion), meskipun drone dan artileri modern mendominasi.
Di 2025 aja, Rusia memproduksi ~2,3 Juta amunisi mortar, mereka juga impor jutaan amunisi mortar dari Korea Utara (termasuk 60mm dan 120mm). Meanwhile, Ukraina juga masih menggunakan mortar 60mm (seperti M224 AS), 82mm, dan 120mm secara luas.
Yang perlu mas tau, mortar itu punya keunggulan yang sulit digantikan sepenuhnya oleh drone atau artileri berat, terutama di medan perang Ukraina yang penuh trench, urban, dan hutan. Inget lho, mortar di kaliber 60-82 mm itu punya mobilitas dan respon cepet karena bobotnya yang ringan. Jadi bisa digotong infanteri, bisa di-setup/dipindah cepat ("shoot-and-scoot").
Cocok buat unit kecil yang butuh fire support organik gak perlu bergantung sama artileri.
Ini aja nih @unmagnetism kurang dari 14 detik alat lama cuman operator nya (TNI) Jago makanya 5 OPM langsung kembali ke alam sebelah
Opsi selain mortar yang kurang dari 14 detik banyak kok @unmagnetism