guys, ini kasus yang menurut gue wajib dikawal, karena bau-baunya udah mulai kearah "ilang begitu aja" nih
jadi ceritanya, waktu masih jadi menteri keuangan periode 2025-2026, purbaya yudhi sadewa nyerahin laporan ke kejaksaan agung soal dugaan korupsi manipulasi harga ekspor sawit alias transfer pricing, yang dilakukan 10 perusahaan sawit besar di indonesia
kerugian negara dari dugaan ini gak main-main, rp1,48 triliun
tapi sekarang, purbaya udah gak lagi jadi menteri keuangan dan begitu dia lengser, tiba-tiba kasusnya jadi kabur banget progressnya
kepala pusat penerangan hukum kejagung, anang supriatna, pas ditanya media malah jawab dengan gaya yang bikin nge-drop banget semangat dia bilang dia belum tahu proses penyidikannya udah sejauh mana, dia juga gak tahu apakah jaksa udah periksa direksi dari perusahaan-perusahaan sawit yang dilaporin
yang katanya "masih dipelajari" itu, situ tanya kapan mulai dipelajari aja gak jelas jawabannya
coba pikir logikanya ini laporan dari seorang menteri keuangan yang menjabat, bukan laporan warga biasa yang gampang diabaikan, isinya soal kerugian negara triliunan rupiah, tapi status penyidikannya aja pihak humas kejagung sendiri ngaku gak tau
nah pertanyaan besarnya sekarang apakah ini emang murni kelambatan birokrasi biasa, atau ini pola klasik "laporan besar, follow up nol" yang sering kejadian begitu si pelapor udah gak lagi punya jabatan buat ngawal kasusnya
karena kalau kita jujur, ini bukan yang pertama kali kejadian di indonesia laporan soal korupsi kelas kakap sering banget nasibnya jadi anget-anget tahi ayam, rame pas baru muncul, terus perlahan-lahan menghilang dari radar begitu perhatian publik pindah ke isu lain
dan momentum pergantian pejabat pelapor kayak gini, sering banget jadi titik paling rawan buat kasus besar kayak gini "menguap" tanpa ada yang tersangkakan sama sekali
jadi pertanyaan yang harus terus kita tanyain ke kejagung ini beneran masih diproses, atau cuma nunggu waktu sampai orang-orang lupa dan kasusnya bisa ditutup diam-diam tanpa ada yang tersangka
MEDIA NASIONAL BUNGKAM🥀
NEGARA DIAM💔
BANJIR MELANDA SANGKUNUR, TAPANULI SELATAN
Kiriman video dari warga memperlihatkan banjir yang terjadi di Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sabtu (26/9/2026).
Menurut informasi dari pengirim video, banjir terjadi Sore tadi.
Semoga banjir segera surut dan seluruh warga yang terdampak dalam keadaan aman. Bagi wargi yang berada di sekitar lokasi, tetap waspada dan utamakan keselamatan. 🙏
GILAK YA KDM MAU BUAT DATA CENTER AI YG AIRNYA NGAMBIL DARI WADUK JATILUHUR. PADAHAL AIR WADUK JATILUHUR TUH PLTA BUAT KEBERLANGSUNGAN HIDUP ORANG BANYAK. GILAK GILAK PEMERINTAH SEKARANG BENER2 TAMAK, GAK MIKIRIN RAKYATNYA SAMA SEKALI, CUMA MIKIRIN PAJAKNYA
MK sendiri yg menyetujui Gibran menjadi cawapres pada saat itu dan MK sendiri pula saat ini yg melakukan sidang soal ijazah Gibran sebagai wapres
This country is a joke! Terlalu bercanda kalian semua, demi kekuasaan sampai rela merusak hukum
From this
"Pakar saking pinternya jadi goblok"
To this
"Jgn salah ya menerima kadang2 saya klu bicara di audience suka dipelintir. Bhw seolah saya ga hormati pakar. Saya paling hormat sma pakar"
Dia yg ngomong gblk, kita yg disalahin katanya dipelintir
Tau ga separah apa disini?
- Motor dibatasin cuma bisa beli bensin 20k, mobil 200k
- Gak boleh isi bensin kalo bar lebih dari 1
- diberlakukan ganjil genap cuma buat beli bensin
- Sekolah dibikin daring
- Antri dari tengah malam, panjangnya sampe 7km
And you have the audacity?
OOOO BAJINGANNNN. YA LU NGAPAIN BIKIN DAPUR BUAT MRODUKSI PANGANAN BASI KAMPAANKK???
YA INI DAMPAKNYA KALO TIAP KALI ADA YANG DIRACUN PIHAK KUBANGAN LUMPUR (SPPG) GAK ADA YANG DIPIDANA, GAK ADA YANG DISANKSI HUKUM. GEDEK TENAN, BROOOOO 😡🤬
Tidak mau disalahkan , mitra SPPG di Tanatoraja yang sebabkan keracunan salahkan para siswa:
"KALAU SUDAH TAU BASI KENAPA MASIH DIMAKAN"!? (4/9/2026)
Mitra SPPG tidak punya empati!
Guys, dua pelaku penyiraman air keras kepada Andrie Yunus tidak jadi dipecat dan hukumannya ringan.
Dasar loreng-loreng pengecut dan bengis, rusak dari akar, batang, pucuk dan sepohon-pohonnya.