Karier Cristiano Ronaldo mungkin adalah kisah tentang timing yang tak pernah sempurna.
Saat CR7 berada di puncak performanya, Portugal sebenarnya memiliki tim yang rela berjuang dan berkorban untuknya. Ada Pepe, Ricardo Quaresma, Raul Meireles, Bruno Alves, dan pemain-pemain lain yang menjadi tulang punggung generasi tersebut. Namun, kualitas kolektif mereka masih belum cukup untuk mengungguli kekuatan-kekuatan besar yang juga sedang berada di masa emasnya seperti Spanyol, Jerman, dan Prancis. Puncak generasi itu akhirnya melahirkan gelar Euro 2016, pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Portugal saat itu.
Kini situasinya berbalik. Portugal memiliki salah satu skuad paling lengkap dan bertalenta dalam sejarah mereka, dengan kualitas yang mampu bersaing melawan siapa pun. Namun, Cristiano Ronaldo sudah tidak lagi berada di level yang sama seperti satu dekade lalu. Ditambah lagi, Portugal belum benar-benar menemukan pelatih yang mampu menyatukan semua potensi tersebut menjadi tim yang benar-benar maksimal.
Begitulah sepak bola. Ini bukan olahraga yang bisa dimenangkan oleh satu orang, sehebat apa pun dirinya. Dibutuhkan kualitas kolektif, pelatih yang tepat, momentum, dan sedikit keberuntungan.
Mungkin inilah ironi terbesar dalam karier Cristiano Ronaldo. Ketika ia berada di puncak, timnya belum cukup kuat. Ketika timnya akhirnya cukup kuat, ia tak lagi berada di puncak. Dan dalam sepak bola, takdir sering kali ditentukan oleh waktu yang tak pernah mau menunggu.
🚨 Cristiano Ronaldo: “I will wake up tomorrow with same mood as I did today. I did my best”.
“I won three titles with Portugal, before me it was ZERO titles. I can only be happy”.
The dance is over. The last dance. It may also have been the last time we saw him wear the Seleção das Quinas shirt. What a legendary journey. Thank you, Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro. ❤️
#France dan #Norway akan berhadapan pada laga terakhir Fase Grup I Piala Dunia FIFA 2026 untuk posisi puncak klasemen!
Keduanya sama-sama mengemas 6 poin dan kedua bomber mereka mengoleksi 4 gol.
Sabtu, 27 Juni pukul 02:00 WIB di Boston Stadium.
@toshibatv_id#FeelEveryGoal