This is why smart people rarely build businesses
Jensen Huang stood in front of a room of Stanford graduates and told them he hopes they suffer.
He wasn't being cruel. He was being precise.
His argument: people with very high expectations have very low resilience. And resilience, not intelligence, is what decides who actually makes it. A Stanford grad has spent their whole life as the smartest person in the room. They've rarely been tested by real failure. So when something finally breaks, they break with it.
Then he said the line every founder should sit with: "Greatness is not intelligence. Greatness comes from character. And character isn't formed out of smart people, it's formed out of people who suffered."
He would know. At nine, Huang was scrubbing toilets at a Kentucky boarding school his family hadn't realized was a reform school. As a teenager he bussed tables at Denny's. In 1993 he started NVIDIA in a Denny's booth, and nearly lost it more than once in the years that followed. The character was built decades before the valuation showed up.
This is why he uses the words "pain and suffering" inside NVIDIA with what he calls great glee. He isn't trying to shield his best people from the hard part. He's trying to give it to them on purpose.
Talent gets you into the room. The people who stay are the ones who were broken once and learned they could rebuild.
Senior gue di kantor selalu dateng jam 7 pagi. Sebelum semua orang
Tasnya rapi. Mejanya bersih. Kalau briefing, dia paling detail. Paling siap
Gue kira itu karena dia ambisius. Ternyata bukan .....
Dari kisah penuh perjuangan hingga menemukan kembali semangat untuk belajar, perjalanan hidup Gede Bagus Abimanyu menjadi bukti bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, siswa SRMP 17 Tabanan, Bali, itu menceritakan pengalaman hidupnya yang tidak mudah. Dibesarkan oleh seorang ibu yang bekerja sebagai penatu dan pernah menjadi korban perundungan, Bagus mengaku sempat kehilangan semangat untuk bersekolah dan meragukan masa depannya sendiri.
Namun, keadaan mulai berubah ketika ia mendapatkan lingkungan yang mendukung melalui Sekolah Rakyat. Di tempat itulah Bagus perlahan bangkit, belajar mandiri, membangun kembali rasa percaya diri, dan menemukan keberanian untuk berkembang. Bahkan, kini ia aktif menjadi bagian dari organisasi Anti-Bullying di sekolahnya, membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi sesama siswa.
Dengan penuh keyakinan, Bagus menyampaikan pesan yang menyentuh hati:
“ Saya ingin menyampaikan bahwa sehancur-hancurnya anak itu, jika diberikan dukungan dan lingkungan yang tepat, maka anak itu dapat dirakit kembali. ”
Kisah Bagus menjadi pengingat bahwa di balik setiap tantangan selalu ada harapan. Dukungan keluarga, lingkungan yang positif, dan akses pendidikan yang baik dapat menjadi jalan bagi anak-anak Indonesia untuk bangkit, tumbuh, dan mewujudkan cita-cita mereka. Karena tidak ada anak yang gagal, yang ada hanyalah anak-anak yang membutuhkan kesempatan untuk berkembang.
Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama di Tabanan, Bali, Minggu (7/6).
Di hadapan para siswa, Prabowo memberikan pesan untuk selalu semangat dan tidak berkecil hati terhadap hinaan. Prabowo menyinggung dirinya yang sampai saat ini juga masih mendapat ejekan.
Ia menyinggung salah satu siswa Sekolah Rakyat dalam momen itu, yakni Gede Bagus, yang bercerita sering mendapat ejekan. Prabowo memberikan semangat untuk tetap teguh.
"Gede Bagus, kamu dulu diejek, nggak apa-apa. Ya, nggak apa-apa diejek. Jangankan kamu, saya sering diejek sampai sekarang. Presiden pun sering diejek, nggak apa-apa," kata Prabowo. (FAR) @prabowo
Bukan menertawakan, Presiden langsung menghampiri murid & orang tuanya yg kehabisan kata.
Dengan sabar Presiden @prabowo mendengarkan, memberi perhatian, dan menunjukkan bahwa setiap suara rakyat layak didengar, bahkan ketika mereka tak mampu lagi mengungkapkannya dengan kata-kata.
Terima kasih Pak Presiden, karena telah menunjukkan bahwa kepemimpinan juga tentang empati & ketulusan.🙏
Pagi ini, saya Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto yang terletak di Kemusuk, Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan dalam mendorong penguatan museum tokoh bangsa sebagai ruang edukasi publik, pelestarian sejarah, dan sarana merawat memori kolektif bangsa.
Berbagai koleksi, dokumentasi, dan diorama yang menggambarkan perjalanan hidup Presiden Soeharto sejak masa kecil di Kemusuk, kiprahnya sebagai prajurit dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, perannya dalam berbagai peristiwa penting sejarah nasional, hingga masa pengabdiannya sebagai Presiden Republik Indonesia dan wafat pada tahun 2008 disajikan dalam pameran museum.
Pemerintah cetak sawah di : Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua
Rawa disulap jadi permata (sawah)
Kenapa yg DISASAR Merauke yg hanya 1.000 hektar dg Pesta Babi nya, sementara di sumatera 200.000 hektar aman?
Mbok buat Pesta Babi Sumatera 😁
Waspadai antek2 asing bermain
Jika kemarin kita membedah neoliberalisme & sosial liberalisme di sisi oposisi, sekarang kita ulas ideologi lain yg juga cenderung menolak kebijakan2 Presiden @Prabowo, yaitu #PopulismeAgraris
WUF13 DAN SERUAN DARI BAKU: Menagih Hak atas Kota.
Oleh: Fahri Hamzah
Wakil Menteri PKP RI, Penulis Buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045.
Sebuah undangan resmi dari Anacláudia Rossbach, Direktur Eksekutif UN-Habitat, mendarat di meja kerja saya beberapa waktu lalu. Surat itu adalah ajakan untuk menghadiri Sesi Ketiga Belas World Urban Forum (WUF13) di Baku, Azerbaijan, yang berlangsung pada 17-22 Mei 2026. Sebuah kehormatan sekaligus kesempatan besar untuk mendiskusikan tema krusial: "Housing the world: Safe and resilient cities and communities." Sayangnya, tumpukan agenda mendesak di dalam negeri membuat saya harus tetap berada di tanah air.
Namun, ketidakhadiran fisik bukan berarti absen dalam gagasan. Dari Jakarta, saya memantau dengan saksama bagaimana forum perkotaan terbesar dalam sejarah PBB ini akhirnya melahirkan manifesto penting yang tertuang dalam dokumen Baku Call to Action.
Ketika forum tersebut menegaskan bahwa ada miliaran jiwa di planet ini yang hidup telantar dalam hunian tidak layak, kita tahu ada yang salah secara struktural dalam cara dunia mengelola kota. Krisis perumahan global hari ini bukanlah sebuah kecelakaan sejarah. Ia adalah produk nyata dari kegagalan sistemik: kelangkaan lahan, menyusutnya komitmen dana publik, hingga syahwat finansial yang memperlakukan rumah tak lebih sebagai komoditas spekulatif ketimbang fungsi sosialnya serta kealpaan akan kearifan lokal.
Bagi Indonesia, yang saat ini tengah memikul mandat raksasa untuk memotong angka ketimpangan (backlog) perumahan nasional, gelaran WUF13 di Baku bukan sekadar ruang diplomasi internasional. Ia adalah cermin besar sekaligus alarm keras bagi arah kebijakan domestik kita.
Paradigma Baru dari Baku
Pertemuan Baku berhasil merumuskan peralihan radikal dari sekadar mendiagnosis krisis menuju manifesto aksi. Setidaknya ada dua pesan fundamental dari Baku Call to Action yang harus diadopsi ke dalam lanskap kebijakan perumahan nasional kita yg harus sinergis di pusat dan daerah.
Pertama, menolak segregasi spasial. Pola lama yang membuang perumahan rakyat berpenghasilan rendah ke pinggiran kota terjauh, terisolasi dari transportasi publik, fasilitas kesehatan, dan pusat ekonomi adalah bentuk penindasan ruang yang halus. Perencanaan kota masa depan wajib mengintegrasikan perumahan sebagai ekosistem yang hidup, inklusif, dan terkoneksi langsung dengan urat nadi ekonomi warga.
Kedua, mendiversifikasi pendekatan dan pembiayaan. WUF13 mengingatkan bahwa negara tidak akan pernah sanggup membangun seluruh kota sendirian. Jutaan rakyat kita di akar rumput secara de facto telah membangun rumah mereka sendiri secara bertahap (incremental housing) di tengah keterbatasan. Kebijakan modern tidak boleh lagi alergi atau mengucilkan realitas ini. Alih-alih menggusur, tugas negara adalah melegalisasi, mengkonsolidasi lahan, dan melakukan peningkatan kualitas permukiman di tempat (in-situ upgrading).
Stok pangan ✅️
Stok Energi ✅️
Harga BBM Subsidi ✅️
Fasilitas Pendidikan Meningkat ✅️
BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan ✅️
Ekspor/Impor ✅️
Pertumbuhan Ekonomi ✅️
Pemberantasan Korupsi ✅️
Kerukunan umat beragama ✅️
Stabilitas Politik ✅️
Jangan karena Program MBG & Kurs USD, anda dengan mudah menyimpulkan rezim ini gagal & Indonesia hancur, saya rasa masih terlalu dini. Kritik saja substansi kebijakan rezim, rezim malah sangat terbuka karena Indonesia milik kita bersama.
Saya lihat dari dekat, semua yang terkait, punya berbagai strategi, berkolaborasi, saling menguatkan, ditengah dinamika dunia saat ini.
Boleh ya punya opini seperti ini 😊🙏
#KamiBersamaPrabowo
#BersatuNusantaraKita
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengatakan kepada Presiden Prabowo soal dirinya ingin meningkatkan kualitas terlebih dulu daripada kuantitas, Kamis (4/6/2026).
~RS
Di Hadapan Belasan Ribu Pelaksana MBG, Prabowo: Kepentingan Rakyat di Atas Semua Kepentingan
Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di SICC, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6). Acara ini mengusung tema "500 Billion Meals Challenge: Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition – An Inspiring Session."
Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa Program MBG merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan, seluruh pelaksana memiliki peran penting dalam memastikan manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
“(Memberi) makan ini pekerjaan yang mulia bagi kita dan ini harus berhasil, akan berhasil, kalian bagian penting. Tapi kalau kalian tidak mau bekerja dengan baik, kalian harus minggir, kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak mau, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat diatas semua kepentingan," tegas Prabowo.
Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan mitra MBG yang telah mengabdikan diri menjalankan program tersebut, termasuk mereka yang bertugas di wilayah-wilayah terpencil dengan tantangan geografis yang tidak mudah.
"Terima kasih saudara-saudara sudah sampai di sini. Terima kasih sekali lagi atas pengabdian di tempat-tempat yang jauh, di tempat yang susah. Terima kasih atas dedikasi kalian terima kasih atas kesetiaan kalian," ujar Prabowo disambut tepuk tangan riuh para peserta.
Bagi Prabowo, keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang baik, tetapi juga oleh dedikasi dan integritas para pelaksana di lapangan. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran untuk terus bekerja dengan semangat pengabdian, menjaga kualitas pelayanan, serta menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
Konsolidasi nasional ini dihadiri oleh 12.173 peserta serta 5.873 mitra yang terlibat dalam penyelenggaraan Program MBG di berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang memperkuat koordinasi antara Badan Gizi Nasional, para mitra, dan seluruh pelaksana program guna memperluas jangkauan layanan dan memastikan program berjalan efektif dalam mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan unggul.
#PrabowoSubianto #MakanBergiziGratis #ProgramMBG #BadanGiziNasional #PrabowoUntukRakyat #GiziUntukBangsa #IndonesiaSehat #GenerasiEmas2045 #PelayananUntukRakyat #KepentinganRakyatUtama #MBGUntukIndonesia @prabowo
Pak @Prabowo mengajak kita melakukan #HalYangBenar, yakni mengocok ulang elite2 ekonomi lama utk mau berinovasi/bertransformasi & go global serta melahirkan elite2 ekonomi baru dari daerah2 & desa2 lewat koperasi...
Presiden Prabowo Beri Pengarahan 400 Calon Pemimpin Masa Depan BUMN
Bogor — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan taklimat atau pengarahan kepada 400 peserta angkatan pertama Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (24/5).
P3MD merupakan wadah pembinaan calon pemimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diinisiasi Prabowo bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Program ini tidak hanya membekali kemampuan profesional peserta, tetapi juga karakter kepemimpinan dan integritas yang kuat.
P3MD dirancang sejalan dengan visi Prabowo dalam membangun tata kelola BUMN yang lebih baik melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.
Program ini menjadi salah satu upaya Prabowo dalam menyiapkan kader-kader terbaik untuk memimpin perusahaan BUMN di masa mendatang.
Fokus utama program ini adalah mencetak pemimpin dengan kapasitas intelektual, kemampuan pengambilan keputusan, serta komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pendidikan dalam program ini berlangsung selama sembilan bulan dan dibagi ke dalam tiga fase utama. Pada tahap awal, peserta akan menjalani pelatihan pembentukan karakter dan kedisiplinan selama tiga bulan.
Lebih lanjut, peserta mendapatkan pembekalan manajerial serta strategi pengambilan keputusan di Danantara Corporate University selama empat bulan. Tahapan terakhir diisi dengan program magang selama dua bulan di kementerian, lembaga pemerintah, dan perusahaan BUMN.
Melalui program ini, pemerintah ingin menyiapkan generasi baru pemimpin BUMN yang mampu menghadapi tantangan global, mendorong transformasi perusahaan negara, serta memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.
*Seleksi ketat*
Salah satu peserta, Zhirazzi Dimas Prasetyo, dari PT Bank Negara Indonesia (BNI), mengaku bangga menjadi bagian dari program pengembangan calon pemimpin nasional tersebut.
“Ya, saya merasa bangga menjadi salah satu peserta dari 400 total yang ada,” ujar Zhirazzi.
Ia menjelaskan, proses seleksi P3MD berlangsung sangat ketat dengan jumlah pendaftar mencapai 6.000 orang sebelum akhirnya disaring menjadi 400 peserta terbaik.
Zhirazzi mengungkapkan, pesan Presiden Prabowo mengenai pentingnya mental ideologi. Hal itu menjadi yang paling membekas selama mengikuti taklimat di Hambalang.
Erlin Shofiana, peserta dari PT Pupuk Indonesia, mengaku antusias dan bangga dapat terlibat dalam program ini. Menurutnya, P3MD menjadi wadah pengembangan kepemimpinan sekaligus penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kita harap (program ini) terus dikawal sampai dengan output yang diharapkan oleh Bapak Presiden,” tuturnya.
Aizna Syachkalita, peserta dari PT Pupuk Kalimantan Timur, optimistis program ini bertujuan jangka panjang, yakni dalam mempersiapkan kemandirian bangsa, khususnya melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul.
#Prabowo #P3MD #BUMN #PemimpinMasaDepan #Danantara #SDMUnggul #TransformasiBUMN #IndonesiaMaju #KepemimpinanNasional #GenerasiPemimpin #Hambalang @prabowo