KDM: ASN Pikirannya Cuma Tukin
***
Di pikirannya apakah outcome dan benefit, output, outcome dan benefit?
Tidak. Di pikirannya adalah tukin.
Hampir enggak ada. Saya menemukan idealisme tentang cita-cita besar.
Apalagi negara berkemakmuran, enggak ada. Sempit.
Obrolan yang dibicarakan dalam diskusi di antara mereka, enggak pernah ngomongin bangsa ke depan.
Enggak pernah bagaimana menguasai. Tidak pernah.
Yang diomongin adalah TUKIN!!!
***
LAH YANG MESTINYA NGURUS IDEALISME SAMA CITA-CITA BANGSA MAH PEMERINTAH PAKKKK.
TUGAS PEJABAT. TUGAS PEMERINTAH.
UMBI YA BENER NGOMONGIN TUKIN BJIRRRRR
Menurut psikologi, anak yang tumbuh di lingkungan dengan orang tua yang mudah marah sering belajar hidup dalam mode “siaga”. Mereka terbiasa membaca situasi, menebak-nebak suasana hati, dan berusaha tidak membuat kesalahan sekecil apa pun. Bukan karena mereka perfeksionis sejak lahir, tapi karena dulu kesalahan kecil saja bisa berujung pada kemarahan besar.
Akibatnya, saat sudah dewasa pun pola itu sering masih terbawa. Mereka jadi orang yang sangat berhati-hati, mudah merasa bersalah, dan sering overthinking sebelum bertindak. Bahkan ketika tidak ada lagi yang memarahi, tubuh dan pikirannya masih menyimpan memori lama: takut mengecewakan, takut disalahkan, takut dianggap tidak cukup baik.
Pernah dengar kalimat ini?
“Jangan begitu sama orang tua. Nanti kalau mereka sudah nggak ada, kamu nyesel.”
Kalimat itu sering banget kita dengar.
Dianggap nasihat.
Dianggap bentuk bakti.
Dianggap standar moral paling tinggi.
Tapi coba kita putar sudut pandangnya.
“Jangan begitu sama anak. Nanti kalau kamu sudah tua, anakmu memilih menjauh.”
Tiba-tiba suasana berubah.
Orang mulai defensif.
Merasa diserang.
Merasa perannya sebagai orang tua digugat.
"para ASN diikutsertakan" apakah ini artinya disuruh/diwajibkan? Kalau iya, bukannya ini bertentangan dengan UU PSDN yang di Pasal 28 ayat (2) jelas disebutkan bahwa bahwa Komcad bersifat Sukarela?
FYI jadi Komcad itu bukan ikut latihan dasar militer/bela negara biasa. Jadi Komcad berarti HARUS siap dimobilisasi (ada ancaman pidana, Pasal 77, kalau gk memenuhi) ketika terjadi darurat militer atau keadaan perang
Dan sesuai hukum humaniter, begitu dimobilisasi Komcad akan kehilangan status dan perlindungannya sebagai warga sipil dan jadi kombatan yang SAH untuk ditembak. Ditambah lagi hukum militer juga berlaku untuk lo (Pasal 46)
Jadi konsekuensinya gk sembarangan
lits! Aku nemu free apps namanya Booktime untuk baca buku bergambar, genre anak-anak dan young adult. Gemes bgt ada seri classic sampe sherlock holmes. Coba donlot deh 🫰
Kalau baca isi komentar dalam konten video penjarahan yang terjadi di Sibolga, kita akan menemukan sentimen negatif, ungkapan untuk meng-cancel empati, hingga membatalkan niat berdonasi.
Hal ini terjadi karena ada bias urban dalam cara kita melihat masalah.
💚 potret operator kikir kalo jualan paket internet. sampe Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan harga internet paling mahal dan negara dengan internet terlambat se-ASEAN 😭
Anak lanang 12 tahun tiba-tiba tanya:
“Mom, would you rather be poor but happy or rich but sad?”
Ibune ngakak.
“Honestly? I’d rather be rich and sad"
"Why?"
Because sadness is solvable -- with access, with help, with mobility.
Money can buy therapy.
Money lets you travel, breathe, reset
Money brings you new networks, new perspectives, new families.
Money opens doors that sadness alone could never close.
Happiness tanpa resources itu potensial rapuh. Tapi resources tanpa happiness itu masalah yang bisa diselesaikan.
***
Habis njawab begitu, ibune mikir. Minggu pagi kok "filosofis" bener ngobrolnya 😆
Sebutkan satu quote yang banyak orang percaya, tapi kamu temukan justru bisa berbahaya. Mulai dari saya dulu
“Kalau dia sayang sama keluarganya, pasti dia sayang sama pasangannya”
Adik2 Gen Z, ini loh sebabnya kalian gak bisa beli rumah, bukan karena tiap hari nyetarbak.
Tahun 77 dulu, gaji PNS golongan terendah saja bisa dibelikan emas 6 gram.
Sekarang, gaji ASN tertinggi saja hanya bisa dibelikan emas 3 gram.