Ngga tau kalau di jakarta, pengalaman gua di aceh selama 6 bulan paska bencana dan sering mati lampu yang paling nangis adalah ibu2 yang nyimpen ASiP(?)
Buku “Radikalisme Lokal” ini underrated. Bagus banget ttg kesaksian2 dari bawah tanah ttg sel-sel perjuangan di masa pendudukan Jepang. Terbitan legendaris Menara Merah dibahas juga. Bacaan yg cocok di era sekarang
Perhatikan pemetaan aktor2 lapangan yg dianggap/dituduh sbg “calon perusuh” saat Mayday.
1. Tak ada serikat buruh.
2. Mayoritas aktifitasnya di “darat”, cuma 1 yg onlen (ditaruh paling akhir pula).
3. Krn “darat”, ia terkait ruang.
4. Subkuktur jd entry point.
@aimr0d Ada yg pengin hidup di desa, "please pikir lagi kalau gk mau..."
Ada yg mau jd TKI, "kerja di luar negeri itu gak seperti yg diomongin orang2..."
Ada yg mau nikah, "in this economy..."
Salute banyak yg mau saling ngingetin. Tapi semoga gk justru jadi takut ngapai2in.
Anak psikologi kuanti hampir pasti pernah nulis di laporan:
"Data dianalisis pake SPSS..."
"...diuji pake lavaan di R..."
Tapi hampir gak ada yg berani nulis:
"Item skala dikembangin pake AI model AAA versi x.x"
Padahal AI & SPSS sama2 tools 🤔
@GiovanoRoyce ya kalau bisa diakali syukur. sayapun pengin kok transum di malang membaik. jalan arterinya dikit kan juga fakta. dibanyakin kan juga bagus.
@bopo_jodhipati Gak ada berat-beratnya itu kalau kita percaya diri. hidup semampunya. gk mampu ya bilang tidak. di kotapun kalau nurutin tekanan sosial juga sama beratnya. gak harus nunggu kaya buat hidup di desa.
@sorejhvi@MyfavMeerkat kebiasaan suka meromantisasi masalah sistemik jd masalah individu. gk punya tabungan yg disalahin gaya hidup mulu. kalau mau individualistik mah sekalian gak usah atur moral apalagi lifestyle orang lain.