@LambeSahamjja Ini dia yang ditunggu2, selain visual manfaat nya jg banyak bayangin aja udh berapa org jd korban karena kelilit/kesetrum/kebakaran bahkan yg viral ada yg pita suaranya diangkat
@Bali_Football Kurangnya skema transfer antar klub yang bikin klub2 itu enggan bangun tc yg proper, liat aja pemain diambil klub lain pake putus kontrak atau nunggu kontraknya abis akhirnya ngapain lg “bikin” pemain bagus kl bisa tinggal ambil pemain bagus tanpa transfer fee
Achmad Nawir memimpin tim kurcaci, sebut media Prancis pada saat itu,
Ya, Hindia Belanda (sekarang Indonesia) pernah ikut Piala Dunia FIFA sekali, yaitu pada tahun 1938 di Prancis. Pemain Indonesia kecil mungil seukuran Bahlil.
Ini adalah satu-satunya penampilan mereka di putaran final Piala Dunia, dan mereka menjadi tim Asia pertama yang pernah berpartisipasi.
Nama tim saat itu: Hindia Belanda (Dutch East Indies / Nederlandsch-Indië).
Cara lolosnya ajaib,
Mereka lolos tanpa memainkan satu pun pertandingan kualifikasi. Jepang (lawan di kualifikasi) mundur karena konflik perang, dan Amerika Serikat juga mundur dari play-off, jadi Hindia Belanda otomatis lolos.
Pertandingan:
Hanya satu laga di babak 16 besar melawan Hungaria pada 5 Juni 1938 di Reims. Hasilnya kalah 0-6.
Setelah itu, mereka langsung tersingkir dan tidak pernah lolos lagi ke Piala Dunia (bahkan setelah Indonesia merdeka).
Ini menjadi catatan sejarah penting karena Hindia Belanda mewakili Asia di era kolonial Belanda, sebelum Indonesia merdeka pada 1945.
Setelah itu, tim nasional Indonesia belum pernah kembali ke putaran final Piala Dunia hingga sekarang.
Sebenernya semua masih bisa terjadi. Arsenal masih mungkin kepleset lagi. Manchester City masih mungkin nyalip lagi.
Tapi jujur lebih milih Arsenal juara musim ini 🫣
Sebagai apresiasi akan perubahan pandangan yg mereka alami musim ini.
Musim ini, Arsenal seakan jadi "public enemy" karena gaya main mereka.
Bahkan sampai dilabeli 'haramball'. Padahal secara rata-rata, mereka masih menguasai lebih dari 55% bola, peringkat tiga dalam urusan sentuhan di kotak lawan, jumlah penciptaan peluang besar, dan xG (setidaknya hingga pekan 35 ini).
Hanya karena permainan yg bagi sebagian orang kurang enak di mata, pertahanan kuat, dan sangat mengandalkan bola mati, mereka dimaki.
Para suporter Arsenal pun berbondong-bondong membela klub kesayangan mereka setiap kali serangan ini muncul.
Entah sadar atau tidak, musim ini telah berhasil mengubah pola pikir mayoritas dari mereka.
Karena ada masanya, Arsenal adalah tim yang sangat bangga akan "permainan cantik" mereka.
Ketika klub Inggris lain seakan menghalalkan segala cara untuk tiga angka, Arsenal asuhan Arsene Wenger berprinsip bahwa menang harus memanjaka mata. Harus dilakukan dengan gaya 🕺
Di Inggris, Arsenal lah yang mulai menanamkan pemikiran bahwa sepakbola itu harus memberikan harapan. Menang jangan asal, tapi juga harus "indah". "Victory through harmony," yang jadi motto Arsenal bahkan ikut dikaitkan dengan hal ini.
Namun, liat mereka sekarang. Mereka lelah main "indah" ala Wenger. Mereka mengorbankan idealisme yg ada, dan berhasil melihat keindahan dari sisi yg berbeda 🪟
Sekarang, Arsenal bangga jadi "Corner Kick FC", dan suporternya mati-matian membela hal itu.
Padahal dulu, Wenger yg menyebut Stoke City klub rugby 🏉
Dulu, melawan tim yg kuat secara pertahanan, dan efektif transisi sering bikin suporternya frustasi.
Setelah bertahun-tahun melihat Philippe Senderos, dan Pascal Cygan. Paling bagus mungkin Kolo Toure, Thomas Vermaelen, dan Laurent Koscielny. Musim ini, pertahanan kuat akhirnya mulai mereka apresiasi 🧱
Walaupun masih ada peluang untuk terpleset lagi. Akan menjadi kepuasaan tersendiri melihat Arsenal juara seperti ini.
Terlepas dari benar atau tidaknya label yg disamatkan pada mereka, karena semua bisa diperdebatkan. Ada yg mengatakan, persepsi adalah relita.
Berhasil juara pastilah prestasi. Prestasi yg sudah lama dinanti. Sekalipun di dalamnya terdapat ironi 🍺😉
Coba deh lo perhatiin ...entah di tempat kerja, entah dimana aja... yang namamya orang baik sering kesepian, orang toxic punya banyak temen. Percaya gak?
Kalau gua sih percaya.