Menarik sekali presentasi Daron Acemoglu (nobel laureate dari MIT) di Seminar Dept Economic Harvard hari ini. Berbeda dg argumen bonus demography selama ini, Acemoglu menemukan bahwa tingkat kelahiran yang menurun ternyata mendorong pertumbuhan ekonomi
Tambah 1 akun medsos baru lagi, kali ini di Substack. :) Akan dipakai rutin utk taruh pemikiran dlm format tulisan panjang.
Unggahan perdana: versi utuh tulisan ttg potret Indonesia dalam film The Odyssey. Bagi yg punya Substack jg, yuk saling terhubung.
https://t.co/WeAFeqwq27
Stop wak...✋️✋️✋️
Buat kalian yang di Jabodetabek yang bertanya kenapa disana tidak terjadi seperti di bandung sekitarnya. Begini penjelasannya 🙏
ANATOMI GEOLOGI & ATMOSFER WAK
KENAPA DENTUMAN ANAK KRAKATAU MELEDAK DI BANDUNG, TAPI SENYAP DI JABODETABEK?!
Banyak yang heran kenapa suara dentuman dan getaran kaca dari letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda justru bergemuruh hebat di Bandung Raya, padahal jarak Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) justru jauh lebih dekat ke Selat Sunda!
Jawabannya terletak pada kombinasi unik antara struktur geologi tanah bekas danau purba, efek mangkuk topografi, dan mekanisme gelombang infrasound di atmosfer malam hari wak!
Rincian perbandingan kondisi geologi tanah, topografi, dan pengaruh suhu udara wak.
1. BANDUNG RAYA: EFEK MANGKUK PURBA & AMPIFIKASI LUNAK
* Geologi Tanah
Bandung Tengah dan Selatan (Gedebage, Dayeuhkolot) didominasi lempung lunak /soft clay hasil endapan Aluvial Danau Purba Bandung. Ketika gelombang akustik/infrasound berfrekuensi rendah menyentuh lapisan tanah lunak ini, terjadi fenomena amplifikasi lokal tanah merespons gelombang suara menjadi getaran/site-effect yang menggetarkan pintu dan kaca rumah!
* Topografi Mangkuk
Bandung dikelilingi pegunungan tinggi. Mangkuk alami ini bertindak sebagai KOTAK RESONANSI yang memantulkan dan mengurung gelombang suara acoustic trapping, membuat dentuman bergema bertubi-tubi wak.
2. BOGOR, DEPOK, BEKASI, & JAKARTA
MENGAPA TERSERAP DAN LENGAP?
* Geologi Jabodetabek
Bogor didominasi batuan vulkanik keras/tuf lapuk padat, sementara Jakarta, Depok, dan Bekasi didominasi dataran aluvial pantai/sungai yang tebal dan telah terkompaksi lebih padat dibanding lempung lunak danau purba. Karakteristik batuan padat ini justru menyerap/meredam gelombang rambatan, sehingga tidak menghasilkan respon getaran lokal pada struktur bangunan.
* Topografi Terbuka
Berbeda dengan Bandung yang berbentuk cekungan tertutup, kawasan Jabodetabek berupa dataran terbuka. Gelombang suara dari Selat Sunda melintas begitu saja ke udara bebas tanpa memicu gema tertutup.
3. PERAN KRUSIAL SUHU UDARA & INVERSI ATMOSFER (INFRASOUND SKIPPING)
* Efek Pembelokan Gelombang (Refraksi Atmosfer)
Gelombang ledakan gunung api merambat sebagai INFRASOUND ke lapisan udara atas. Pada malam hari di Bandung, terjadi inversi suhu (lapisan udara dingin tertahan di dasar cekungan, dilapisi udara hangat di atasnya).
* Skipping Effect
Kondisi ini membengkokkan gelombang suara dari lapisan stratosfer untuk MELOMPAT menembus Jabodetabek dan jatuh memantul kembali /skipping tepat di atas kawasan dataran tinggi Bandung yang bersuhu dingin!
Kombinasi antara lapisan lempung lunak bekas Danau Purba, suhu dingin malam hari, serta jebakan mangkuk geologi inilah yang menjadikan Bandung sebagai PENGERAS SUARA ALAMI bagi letusan Anak Krakatau wak!
Ada yang tinggal di Jabodetabek tapi semalam sempat dengar desir halus, atau benar-benar senyap sama sekali dibanding warga Bandung?
AKHIRNYAAAAAAAA!!!
Setelah kalah di 5 FINAL secara beruntun, Fajar/Fikri menjadi juara BWF World Tour.
Gelar Japan Open 2026 adl gelar super 750/Super 1000 pertama Indonesia di tahun 2026.
SELAMAT!!!!
A few years ago, my friends invited me on a ski trip.
I declined.
Couldn't afford it.
One of them immediately said:
"Come anyway."
I said no again.
He kept pushing.
Finally I admitted the truth:
"I have $43 in my bank account."
Nobody replied.
The group chat went silent.
A few minutes later one friend sent $50.
Then another sent $20.
Then another.
By the end of the night there was enough money for the trip.
I felt terrible.
I told them I'd pay everyone back.
One friend replied:
"Don't."
Another said:
"Just do it for somebody else when it's your turn."
That was 8 years ago.
I've paid for plane tickets.
Covered rent.
Bought groceries.
Helped people who never knew the story.
And honestly...
the most valuable thing my friends gave me wasn't the money.
It was the chance to stop feeling ashamed for needing help.
BREAKING📝
Kalo lu lajang dan tinggal
-di Jakarta dan income <12jt/bulan; atau
-di luar Jakarta dan income <8,5jt/bulan,
maka lu adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Saatnya kita dorong kenaikan PTKP.
PTKP 12jt untuk WP Jakart dan 8,5 untuk WP non-JKT boljug juga😌
Giliran buat program jualan rumah batas masyarakat penghasilan rendah ditinggi2in.
giliran bayar pajak, PTKP direndah2in👀
cherry-picking🍒
Mengajari hidup sehat ke teman sekelas anakku kelas 1SD di al azhar jogja
Bonus diajari cara pushup dan squat yang benar
Sejam yg bermanfaat.
semoga bisa ikutan ngegas ya
Indonesia memang titik yang kalau dikuasai, bisa bikin ekonomi terbesar kedua di dunia mati lemas.
Selat Malaka ngalirin 23,2 juta barel minyak per hari. 29% dari seluruh perdagangan minyak dunia lewat situ. Dan 80% impor energi China, senilai 390 miliar dolar per tahun, ngelewatin jalur yang ngelilingin kepulauan kita.
Kalau selat itu diblokade, China bisa putus napas dalam hitungan minggu.
Makanya wajar kalau anggota Kongres AS Ronny Jackson, sejak tahun 2023 udah dua kali ngajuin usulan yang minta Pentagon bikin laporan cara memblokade China. Kata dia: "cara terbaik ngelumpuhin mesin perang China adalah putus pasokan energinya." Dan usulan itu dua kali lolos di komite.
Sementara itu China udah duluan masuk dari arah lain. Perusahaan-perusahaan China sekarang nguasain 75% kapasitas pemrosesan nikel Indonesia. CATL, produsen baterai terbesar di dunia, lagi bangun pabrik 6 miliar dolar di tanah kita.
Dua negara terkuat di dunia lagi berebut Indonesia di waktu yang sama. Satu dari luar lewat tarif dan tekanan diplomatik. Satu dari dalam lewat investasi yang udah tertanam dalam.
Yang bikin tambah menarik, akhir Mei 2026 ini Bloomberg, Amnesty International, sama beberapa media besar Barat lainnya tiba-tiba serempak nurunin laporan keras soal Indonesia. Bloomberg bilang Prabowo lagi bawa Indonesia menuju "bencana yang udah pernah terjadi sebelumnya." Amnesty bilang praktik otoriter makin menguat.
Masalah dalam negeri kita emang beneran ada.
Tapi kenapa serempak? Kenapa sekarang? Pertanyaan yang wajar buat diajukan.
Gak ada kekuatan besar yang peduli Indonesia dengan gratis. AS peduli karena Indonesia kunci buat blokade China. China peduli karena tanpa akses ke sini, energinya bisa tercekik.
Pertanyaannya tinggal satu: siapa yang boleh nentuin kepentingan Indonesia?
Hari wisuda ini istimewa. Besok hari-hari biasa. Namun, ujian yang sesungguhnya adalah di hari-hari biasa ke depan.
Itulah pesan yang kami sampaikan saat pulang ke UGM untuk melepas wisudawan sekaligus menyambut mereka bergabung ke Kagama.
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.