Malaysian and non Indo SEA'n people posting about how the people of Kalimantan are to blame for the haze like they arent the number 1 victims of the actual fires make me angry. Just curse out the government not the people suffering in the fires.
Gw setiap kali masturbasi kepikiran di luar sana ada perempuan yang tidak pernah explore tubuh mereka sendiri karena tabu dan larangan sosial hingga dia menikah dan berhubungan seksual dia belum pernah merasakan orgasme karena laki-laki tidak peduli dengan kondisi perempuan
pemerintah ngacak ngacak lapangan kerja indo but yeah let’s put the blame on anak fresh graduate yang bingung pada kemana ya ini lokernya terus ujungnya apply maganghub
@cdountess Dia harusan dipenjara karena ini, dan karena bikin guru-guru pada menderita. Malah kena chromebook yang kagak jelas itu kasusnya dari mana. Setan juga tuh negara.
Orang-orang tuh ngerti gak sih kalo kita bilang Karhutla gara-gara pemerintah tuh ya bukan Wowo dateng diem2 ke Kalimantan trs jatuhin korek di hutan anjrittttt😭😭😭
Tapi pemerintah sbg PEMBUAT KEBIJAKAN gagal membentuk regulasi yang bisa mencegah/mitigasi bencana gitu LOH
Montessori sama pilates itu kan awalnya dibuat untuk kaum marginal. Maria Montessori bikin sistem montessori itu untuk anak2 ekonomi bawah. Pilates awalnya buat orang2 yg cedera dan bedridden. Sekarang montessori dan pilates malah di gatekeep buat orang2 berduit. Kata gw mah stop gentrifying things
Growing up hearing “Wikipedia isn't a valid source” and then entering a workplace where people say “just ask ChatGPT” is a surprisingly strange timeline