Haii, kenalin aku Jagung Manis (Zea mays). Melihat badanku yang dipotong-potong di foto Kang HE itu, pasti bawaannya pengen langsung masak air buat sayur bening atau sayur asem, kan? Tapi sebelum nyebur ke panci, aku mau kasih tau dulu rahasia tentang diriku yaa.
Mungkin kalian ngira aku asli kearifan lokal Nusantara karena merakyat banget. Padahal, nenek moyangku itu imigran jauh dari daratan Mesoamerika (Meksiko) sejak 10.000 tahun lalu. Asal kalian tau, wujud asli leluhurku dulunya cuma rumput liar bernama Teosinte yang bijinya sekeras batu.
Berkat jeniusnya rekayasa genetika alami oleh petani suku Maya dan Aztec, aku berevolusi jadi empuk, besar, dan manis. Aku baru mendarat di Nusantara sekitar abad ke-16, numpang armada kapal rempah Portugis.
Coba deh perhatiin anatomi bonggolku. Ratusan bijiku tersusun sangat rapi, rapat, dan saling menguatkan di bawah satu selimut pelindung (klobot). Secara filosofi, aku ini simbol dari gotong royong dan kesetaraan. Nggak ada satu pun bijiku yang egois pengen tumbuh menonjol sendirian. Kami tumbuh bersama, matang bersama, dan pasrah dieksekusi pisau dapur bersama-sama.๐ฅฒ
Kalau bicara biologi dan gizi, aku bukan cuma karbohidrat pengganjal perut. Warna kuning pekatku ini berasal dari pigmen karotenoid dosis tinggi yang bertugas jadi "kacamata hitam" alami, melindungi retina mata kalian dari radiasi layar gadget.
Satu lagi rahasia terbesarku, Rambut Jagung (corn silk) yang sering kalian buang ke tong sampah itu, aslinya adalah obat herbal Obat Herbal Kelas Wahid loo. Kalau direbus, air seduhannya berfungsi sebagai diuretik alami yang ampuh banget buat ngebersihin ginjal dan nurunin darah tinggi.
Nah, kalau ditanya wujud olahanku yang paling enak, jelas bukan cuma disayur. Coba pipil badanku, campur adonan, lalu goreng sampai pinggirannya garing kecokelatan jadi bakwan atau perkedel jagung. Perpaduan tekstur crunchy di luar tapi juicy manis di dalam itu juara dunia. Apalagi kalau dicomot buat lauk pendamping pas kalian lagi makan soto hangat atau ayam penyet pedas siang-siang. Beh, nikmat mana yang kau dustakan hahaha
So... selamat pagi dari aku, si imigran purba yang berevolusi jadi pelindung mata dan ginjal manusia.
Nah, balik lagi ke pertanyaan di foto, kalian sendiri kalau motong aku tim presisi rapi penuh perhitungan, atau tim yang penting potong biar cepet kelar nih? ahahaha
btw, kalau beli @_AmandaBrownies sebelum payment harus cek dulu exp datenya. soalnya aku bulan lalu pernah beli brownies ori, dikasihnya yang dari stock di meja kasir karena yg di rak ga ada. ternyata pas sampe rumah dapet yang h-1 dari tgl exp..
bener lagi, tp kalau diundang doang masih oke lah bisa ngamplopin 100-200. yg gede bgt pengeluarannya tuh kalau diminta buat jadi bridesmaid. biaya bikin baju, bayar mua & hairdo, tiket kereta pp, amplop. belum lg biaya makan selama di luar kota. kalau diitung2 hampir ยฝ gaji gw
w juga pernah ngalamin nyalain lilin aromatherapy, trs ditinggal tidur bentar. bangun-bangun wadahnya udah pecah. untung ga kebakaran.. itu pertama dan terakhir kali w punya lilin aromatherapy
nextnya mungkin bisa dievaluasi lagi agar penerima manfaat MBG diprioritaskan di wilayah 3T, ke kelompok 3B. kalau mau menyasar anak sekolah, harus ada kriteria khusus atau yang bersedia menerima mbg aja. i think itu bakal menghemat banyak anggaran.
Dari awal diterapkan 6 hari seminggu, lalu dipangkas jadi 5 hari seminggu dengan alasan bisa hemat APBN Rp 40 triliun setahun.
Kemudian MBG dipangkas lagi jadi 4 hari seminggu, dengan alasan yg sama bisa menghemat APBN Rp 50 triliun setahun.
Lama-lama MBG bisa jadi 1 hari seminggu, hemat APBN Rp 150 triliun setahun. Terus gimana nasib Dadan BGN. ๐
karena melihat realita di lapangan, food waste mbg anak sekolah itu banyak banget. mending kalau makannya ga habis, ini malah banyak yang ga dimakan sama sekali.