Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung.
Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan. Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi. Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini.
Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui. Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda.
Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin yra.
Para aktivis yang ditahan oleh tentara Israel saat salurkan bantuan di Gaza mengaku mereka menerima kekerasan dari tentara Israel, termasuk kekerasan seksual.
“Para tahanan laki-laki disiksa menggunakan taser (Cat: merk stun gun), sementara para tahanan perempuan dilecehkan bahkan menerima kekerasan seksual,” ungkap Kim Ahyun, salah seorang aktivis dalam konferensi pers yang digelar di Green Hospital Jungnang, Seoul, pada Kamis lalu.
Gw gak bilang 100% ya, tapi kalo liat resto Middle Eastern/Mediterranean terus ada schnitzel, couscous di menunya, mostly bisa dipastikan owned by isr*elis, gw dulu sering kena jebakan betmen ketipu sama resto2 begini di LA, sampe akhirnya sadar kalo ada kesamaan pattern di menu
indonesia bukan cuma diisi umat islam yang bayar pajak.
ada kristen, katolik, hindu, buddha, konghucu, penghayat, dan warga lain yang ikut membiayai apbn lewat pajak, ppn, cukai, dan pungutan negara.
jadi kalau kurban pakai apbn, masalahnya bukan semata “sah atau tidak sah secara syariat”.
masalah besarnya: bolehkah uang publik lintas agama dipakai untuk membangun citra ibadah pribadi satu pejabat?
negara harus adil. jangan jadikan anggaran rakyat sebagai panggung kesalehan personal
Difabel Penjual Ganchi Bag Charm 💖
📍Dukuh Atas - Sudirman
Kenalin Yoseph, seorang bisu tuli yang ngider di sekitar stasiun buat nawarin produknya.
Dia bikin sendiri Handmade. Aku dulu zaman covid pertama kali jumpa dan beli. Eh ketemu lagi dan sekarang makin bagus karyanya.