Saya sadar diri kalau saya tidak sesempurna itu saat tahap penyeleksian, tapi sampai saat ini saya masih tidak terima dengan istilah "jalur orang dalam"
Tapi saya gagal karena tidak punya ordal, setelah saya cari tahu ternyata memang hampir semua anggota Paskibraka tersebut pakai ordal. Saya tahu mereka pantas, tapi tidak bisakah kita bersaing secara adil dan murni berdasarkan kemampuan kita? Kenapa harus ada istilah anak emas?
Saya alumni gagal Paskibraka Kabupaten tahun 2022 juga karena tidak punya ordal!. Bahkan bapak saya pernah menanyakan kepada pihak penyeleksi "penilaian anak saya kurang dimana?", dibalas sama mereka katanya "Poin nilai bagian jasmaninya (lari) kurang" sementara masih ada peserta
Yang lagi ramai gaes...
Calon Paskibraka di Sulawesi Selatan Cathlyn (Chindo) kena diskualifikasi karena dianggap
nggak bisa bahasa daerah...
Tapi yg bikin netizen marah, penggantinya datang antah berantah, Cathlyn ini rangking 3, seharusnya penggantinya dari urutan di bawahnya..
Sedangkan ini yg gantiin (hijab) dari rangking diluar 10 besar... Ayo netizen kerja, ini anaknya siapa kebelet mau jadi Paskibraka...
cc:threadutasdigi
yang poinnya jauh lebih rendah dibanding saya, karena saya saksinya waktu lari saya lebih cepat dibanding dia, tapi dia lolos karena apa? Orang tuanya salah satu bagian dari panitia penyeleksi. Kalau perlu dibandingkan fisik saya jauh lebih kuat dibanding dia
@tanyakanrl Coba perspektifnya diubah nder. Perhatiin deh gambar air yg berkilauan ini, cantik kan? Patternnya kurang lebih sama kayak stretchmark kita 💫
Punya stretchmark gak bikin kamu jadi jelek. Instead, it makes you HUMAN ❤