🔞 | Shoko Ieiri (30) x Fem! Reader (35).
Local AU.
Dicolmekin Shoko itu enak banget, karena hentakan jarinya suka tepat di titik sensitif kamu. Ditambah suaranya dia yang sexy bikin makin basah aja memek kamu pas dengar.
"Mbak, memeknya enak ya dihentakin gini?"
"Pipis aja, mbak. Jangan ditahan."
"Mbak, mau jilat... boleh?"
Aduh, dengar suaranya bisa bikin gila kalau ngomongnya jorok begitu. Soalnya, Shoko itu pacar kamu yang sikapnya kelihatan calm dan nggak banyak ngomong. Tapi sekalinya ngomong, pasti nggak jauh dari ngegodain kamu dan kata-katanya jorok.
Shoko juga gampang sange kalau lihat kamu pake daster dan rambut dicepol ke atas. Buat muasin hasratnya, dia suka raba-raba nenen kamu dari belakang, sambil cium tengkuk leher kamu. Tangannya juga dengan mudah mainin puting kamu, karena daster yang kamu pake juga mudah untuk Shoko masukin tangannya ke dalam.
"Ah—Shoko, masih pagi!"
"Mbak sexy banget, nggak tahan aku..."
Kalian ngentot saat itu pas di dapur, nggak perlu khawatir ada yang dengar karena memang ngelakuinnya di rumahnya Shoko.
Kamu dan Shoko juga sama-sama suka kalau ngentot di tempat lain selain kamar, karena rasanya beda aja gitu; di dapur, di ruang tamu, di kamar mandi, bahkan di mobil pas lagi di jalan juga selalu nyari kesempatan buat colmek. Paling gilanya pas lagi di lampu merah dan malam hari, kamu ngegodain Shoko yang lagi nyetir dengan arahin salah satu tangannya raba nenen kamu.
"Mbak, masih di jalan loh..."
"Raba doang, sayang. Please?"
Shoko mana tahan kalau dengar kamu mohon begitu.
"Raba aja ya tapi..."
"Iya, sayang."
Untungnya kaca mobil agak gelap, jalanan nggak terlalu rame. Jadi, kamu dan Shoko menikmati banget malam itu; kamu colmek sambil ngerasain Shoko mainin puting kamu.
"Ah, enak, sayang~ memek mbak basah banget~"
"Duh—anjing, enak banget colmeknya ya?"
Memeknya Shoko juga udah kedat-kedut, pengen ngegesek memek kamu malam itu. Tapi ke tempat tujuan (rumahnya Shoko) masih agak jauh, jadi lumayan bikin Shoko stress sendiri.
"Nepi aja yuk ke tempat sepi, mbak colmekin~"
Dengar ucapan kamu itu langsung bikin Shoko reflek cari jalan lain ke tempat sepi, dan jarang dilewatin kendaraan. Setelah berhenti, sudah pasti kamu dan Shoko ngentot di dalam mobil sampai basah banget tempat duduk penumpang bagian belakang.
Mobil juga goyang-goyang kalau dilihat dari luar, karena kalian mainnya lebih liar dibandingkan kalau di rumah—dan ya, tempat yang dipilih Shoko itu memang paling enak dan aman, karena nggak ada kendaraan yang lewat di sana. Bahkan kalian mendesah yang kencang pun nggak masalah, dan nggak akan ada yang dengar juga.
Memang kamu dan Shoko tuh sepaket, karena sama-sama sangean dan suka muasin hasrat di tempat yang beda, selain di kamar sendiri.