1. Malam Terakhir karya Leila S. Chudori
rencana akhir tahun ini adalah namatin buku karya Bu Leila yang masih bisa diakses gratis di aplikasi baca digital, aku baca ini di iJogja ya
thread ini untuk tempat menulis kembali qoutes yang aku dpt dari buku ini
IN INDONESIA, the cost of one book equals a week's worth of living expenses.
And the PRESIDENT of our country ignores the low value of his own country's currency! Oh, we are so doomed.
guys ak cm mau ngasih tau, kl selama kalian ada di fase lagi berjuang dan bener-bener lock in, terus ada org yg menurut kalian bikin kalian down or smth. JUST LET THEM guys. LET THEM, LET THEM, LET THEM. percaya ga? kl kalian let them dan kalian berusaha legowo sm semuanya β
@_ngeu haii kak, setau aku penulisnya memang engga produksi buku fisiknya lagi
aku belinya pas pertama kali open pre-order
semogaa bisa dapetin yang jual preloved ya kakk
Hal yang paling menarik di makam Franz Kafka ternyata bukan makamnya.
Beberapa waktu lalu aku melihat sebuah video seseorang yang mengunjungi makam Franz Kafka.
Anehnya, yang paling menarik perhatianku bukanlah makam itu sendiri.
Melainkan batu-batu kecil di atasnya.
Di setiap batu, ada pesan yang ditinggalkan para pembacanya.
Awalnya aku mengira mereka datang membawa bunga. Mungkin memang ada bunga yang diletakkan di sana. Hanya saja, bunga akan layu dan hilang dimakan waktu. Sementara pesan-pesan itu tetap tinggal, menunggu untuk dibaca oleh pengunjung berikutnya.
Saat itu aku berpikir, mungkinkah ini cara para pembaca membuat Kafka tetap hidup?
Kafka menulis tentang keterasingan, kecemasan, dan perasaan menjadi orang asing di dunia. Perasaan yang mungkin juga ia bawa setiap hari ketika bekerja di kantor asuransi.
Ironisnya, justru keterasingan itulah yang membuat begitu banyak orang merasa dipahami, bahkan lebih dari seratus tahun setelah ia meninggal.
Lalu aku bertanya-tanya.
Apakah Kafka pernah tahu bahwa suatu hari nanti akan ada orang-orang dari berbagai penjuru dunia yang datang bukan hanya membawa bunga, tetapi juga meninggalkan pesan sebagai tanda bahwa kata-katanya pernah menemani mereka melewati rasa sepi?
Kalau kalian pernah membaca Kafka, karya mana yang membuat kalian merasa paling dipahami?
Namanya besar sebagai sastrawan nasional dengan puisi demonstrasinya yang membakar semangat perubahan.
Ia merupakan salah satu nama yang menonjol dalam sastrawan angkatan 66 yang mengkritik penyelewengan rezim Orde Lama.
Selamat ulang tahun, Eyang Taufiq Ismail!
Masih penasaran dengan privilege Fatimah Azzahrah? Ini gambaran kelas internasional di Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, KKI tempat Fatimah kuliah pasti lebih mahal.
Umumnya, orang tua akan membatasi aktivitas organisasi anak yang kuliah dengan biaya selangit. Gak mau rugi lah, khawatir kuliah terganggu karena organisasi.
Makanya Fatimah ini previlegenya double. Full support dari keluarga. Dukungan finansial dan dan dukungan moral.
Sudah jelaskan, kenapa harus kaya? Biar bisa mewariskan previlege ke anak-anak.