Tiga sosok visioner yang menyatukan kecerdasan, pengalaman, dan dedikasi untuk Indonesia yang lebih baik.
Tom Lembong dengan ketajaman ekonomi dan kepemimpinan bisnisnya, Anies Baswedan dengan gagasan perubahan yang inklusif dan berkeadilan, serta
Dino Patti Djalal dengan keahlian diplomasi dan wawasan globalnya bersatu dalam semangat membangun masa depan bangsa yang lebih maju, berintegritas, dan berdaya saing.
Buzzer, termul, berteriak, berkotek, menyalak berisik:
P21. P21. P21.
Bahkan sebagian sudah menggelar pesta.
Seolah itu akhir.
Seolah itu vonis sebelum pengadilan berbicara.
Tapi di dalam diamkuโฆ
aku tahu, ini bukan akhir. Ini justru permulaan dari ujian yang sesungguhnya.
Aku masih diberi kewajiban Wajib Lapor ke. POLDA.
Sudah 7 bulan mwnjadi Tahanan Kota.
Setiap minggu di sela-sela kesibukanmu bersiap Ujian S3.
Aku hadir tak pernah mangkir.
Kuhikmati,
Setiap langkah kakiku ke kantor polisi untuk wajib lapor,
bukan sekadar prosedur.
Langkah ini adalah pengingat
bahwa kebenaran sering kali harus berjalan sendirian,
di tengah riuhnya tuduhan dan kebisingan opini.
Aku tidak lari.
Aku tidak bersembunyi.
Aku datang. Berkali-kali. Puluhan kali. Dengan kepala tegak.
Karena yang aku bawa bukan sekadar argumen,
tapi keyakinan.
Mereka mungkin punya kekuasaan untuk menetapkan status.
Tapi aku punya sesuatu yang tidak bisa mereka sentuh:
ketenangan hati yang tahu,
bahwa aku tidak berdiri di atas kebohongan.
P21?
Silakan.
Jika itu jalan menuju pengadilan,
maka biarlah pengadilan menjadi tempat di mana semuanya dibuka
tanpa framing, tanpa manipulasi, tanpa narasi yang dipelintir.
Aku tidak takut pada proses.
Aku hanya takut jika kebenaran dibungkam.
Dan selama aku masih bisa melangkah,
masih bisa berbicara,
masih bisa berpikirโฆ
maka aku akan tetap berdiri.
Bukan karena aku ingin melawan,
tapi karena aku tidak bisa memilih untuk diam melihat kebathilan.
Terimakasih tak terhingga atas perjuangannya dalam menegakkan kebenaran di negeri ini.
Kami jadi tahu kalo ijazah UGM itu ternyata ada yg palsu.
Tetap berjuang pantang mundur dua tokoh hebat. Sejarah akan mencatat dgn tinta emas, dan menjadi kebanggaan bagi putra putrinya.
ALBANIA TELAH MEMULAI, INDONESIA KAPAN?
Demonstran: Albania Tidak untuk Dijual! Ivanka, Lenyaplah! Ribuan warga Albania dan aktivis lingkungan menggelar demonstran besar-besaran di Tirana untuk memprotes pembangunan resort mewah dan hotel mewah milik Jared Kushner dan Ivanka Trump di di kawasan konservasi Vjosa-Narta dan Pulau Sazan.
Aksi protes memanas setelah hutan pinus di Zvernec mulai ditebang untuk proyek hotel, sementara aktivis lingkungan mengaku mendapat perlakuan kasar dari penjaga lokasi.
Proyek bernilai miliaran dolar ini berada di wilayah yang dekat dengan habitat satwa liar, termasuk kawasan yang menjadi tempat hidup burung flamingo, anjing laut, hingga penyu laut.
Para pengunjuk rasa pada hari Kamis (4/6/2026) itu meneriakkan slogan-slogan "Albania is not for sale" dan "Ivanka, Lenyaplah!"
Marty Natalegawa, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, adalah sosok diplomat yang memancarkan wibawa luar biasa di panggung internasional.
Dengan suara tenang namun tegas, ia membawa Indonesia bukan hanya sebagai negara berkembang, melainkan sebagai aktor kunci yang mampu menjembatani perbedaan dan membangun perdamaian.
Gaya diplomasinya yang elegan, penuh visi, dan berpegang teguh pada prinsip, kerap membuat lawan bicaranya terkesan sekaligus menghormati.
Lahir dari latar belakang pendidikan kelas dunia, Marty menempuh studi di London School of Economics (BSc), University of Cambridge (MPhil), dan meraih gelar Doktor di Australian National University.
Pengalaman karirnya pun luar biasa: dari Duta Besar untuk Inggris dan Irlandia, Perwakilan Tetap Indonesia di PBB, hingga memimpin Kementerian Luar Negeri di masa Indonesia memegang keketuaan ASEAN.
Ia berperan penting dalam mendorong ASEAN Community, inisiatif East Asia Summit, serta berbagai upaya resolusi damai di kawasan.
Menyaksikan kiprahnya, hati ini terharu dan bangga. Marty Natalegawa membuktikan bahwa anak bangsa Indonesia mampu bersanding setara dengan para pemimpin dunia, membawa nama harum Tanah Air dengan integritas dan kecerdasannya.
Beliau adalah inspirasi bagi generasi muda bahwa diplomasi bukan sekadar negosiasi, melainkan perwujudan martabat bangsa.
Indonesia patut berbangga memiliki putra terbaik seperti Marty Natalegawa ๐ฎ๐ฉ
Budayawan M Sobari;
Prabroro menempatkan bangsa ini Underdeveloped nations, terbelakang !!
Lebih parah daripada rezim sontoloyo yg kemaren.
Semua urusan diukur dengan urusan perut. Tidak ada kreatifitas dan bidang akademisi keilmuan baru yg di gagas. Balik ke jaman Filntstone
Lulusan Akmil yg ga punya background ilmu HI dan karier diplomat mempertanyakan kevalidan fakta dan konstruktif kritik yg disampaikan lulusan S1 Universitas Carleton, S2 Universitas Simon Fraser, dan S3 dari LSE wkwkw
btw diem dikit pas lagi ngomong bisa kali pak, gugup amat