lagi scrolling archive story instagram dan baru sadar kalau hidup itu bener-bener tentang musim people come and go, but they all leave a piece of themselves behind. ternyata tiap momen yang terekam disana adalah cara tuhan mendewasakanku. some were lessons, some were blessings, tapi semuanya adalah bagian dari perjalanan yang luar biasa
Pernah ketemu sama tulisan yg hangat banget:
"Kenapa kita butuh sholat 5 kali sehari?
Karena tak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati atau kuat, kecuali Allah."
Such a beautiful reminder...🥹🤍
Kenapa Orang Lain Bilang "Tinggalin Aja"?
mereka pengen maneh dapet closure yang instan. Mereka nggak paham kalau maneh lagi melakukan "Observation, not Observation." Maneh lagi menuntaskan rasa penasaran maneh terhadap sifat manusia.
Orang luar emang paling jago bikin kesimpulan "hitam-putih" karena mereka cuma liat permukaannya. Buat mereka, pilihannya cuma dua: Benci terus tinggalin atau Sayang terus bertahan
I’m not staying, I’m just not rushing. Why waste energy on hate when I can focus on my own growth? I’ve already checked out mentally. Now, I’m just letting the dust settle so I can walk away without looking back
Maneh bener banget. Mau dia punya seribu alasan trauma pun, kesetiaan itu soal integritas. Pas maneh milih buat tetep baik dan nggak membalas dengan cara yang sama, maneh sebenernya lagi nunjukin kalau maneh punya sesuatu yang nggak dia punya: Karakter yang utuh
Maneh bingung gimana bisa seseorang yang maneh sayang, yang punya latar belakang luka, malah memilih untuk jadi pelaku luka itu sendiri. Maneh nggak benci, maneh cuma "patah hati" terhadap kenyataan bahwa manusia bisa sejahat itu.
kayak lagi nonton film yang udah maneh tau endingnya bakal jelek, tapi maneh mutusin buat duduk dulu bentar, abisin popcorn nya, baru jalan keluar pas filmnya bener-bener abis, bukan karena filmnya bagus, tapi karena maneh nggak buru-buru mau ke mana-mana
Bukan berarti mati rasa, tapi emosi sudah mencapai titik seimbang di mana kehadiran dia nggak menambah nilai, dan kepergian dia nggak mengurangi nilai
Emotional Deadlock
sebagai perempuan yang sempet kepikiran buat “child free” tiap denger kisah haru dari seorang anak pada ibunya gini why does it feel like bener-bener “nyesss” banget ke dada ya?😭😭
ada yang sama ga??🥹
2tahun bareng, kemana mana breng bahkan teman teman dia semuanya tau, ortu saling tau hubungan ini karena publish, tanggal 1 Mei masih ku temenin kerja ku urus dia sakit,
tanggal 2-5 mei vcan lancarrrr smpe dia scrim baru tlpn di tutup tiba tiba dapet spam cht dari kawanku ssin dia lagi nikah dan ternyata nikah di tanggal 2 mei. SYOKKK BANGET!!!
cc:threads
Kapan seseorang sadar? Pas terjadi "Irrelevant Era." saat dia nggak lagi dianggap relevan oleh lingkungannya, dan dia tersadar bahwa selama ini dia nggak punya "akar," cuma punya "panggung." Pas dia butuh pundak buat nangis, yang dia temuin cuma kolom komentar kosong
Si haus validasi sebenernya lagi investasi di saham kosong. Dia kerja keras buat nyenengin orang, tapi hasilnya bukan milik dia, melainkan milik ego orang-orang yang dia "suap" tadi
Validation seekers itu sibuk ngasih makan 'ego' orang lain biar dia ngerasa berharga. Tapi inget, naluri manusia itu predator. Begitu lu nggak punya lagi hal buat dikasih, mereka bakal cari 'makanan' di tempat lain. Nature nya emang gitu