jujur kangen banget ikut kegiatan bebukuan :( tapi karena kerja dan kegiatan gereja, susah nyocokin waktunya :')
eyeing on a local bookish event this Sunday, hope I can join.
jujur, tujuan main brain games tuh buat ngasah memori & math skill-ku, tp di Elevate condong ke bahasa Inggris (communication). justru karena fokus di komunikasi, jadi exercisesnya bener2 bisa di-apply di daily life. gamesnya jg beneran berasa "ngelatih"nya, ga cuma fun aja
first time subscribing to a games app! dari dulu, udah beberapa kali coba rutinin main brain games. taun ini, karna makin khawatir sm short attention spanku, aku coba lagi tapi apps yg beda2. setelah free trial, & bbrp minggu pending transaction, hari ini bayar Elevate Premium🥰
there's this membership-based workspace called O3 in NZ that looks so cosy. i wish something like this exists in indo or i hope i'll be able to visit it one day 🥹
I set the goal as low as 2 pages (truly embodying my username), but turns out, when I set it low, I most possibly read more. This is like the realization of the 5-minute rule.
It's a pleasant personal discovery, and I won't raise the goal until I reach 30 days of reading >2 pgs.
And with my finishing a pretty thick book, here I am continuing my commitment to read every day🫡
Yes, my reading habit was close to non-existent; I let life dragged me and I'm not proud of it. But it's ok.
Here are 2 photos of my comrade in this journey: my habit tracker <3
This is becoming too long, but Yellowface will always have a place in my heart. Not just bcs of the story, but also bcs I brought the book EVERYWHERE with me in order to finish it. Just look at its condition, lol. Truly a personal reading experience.
Tapi ternyata aku underestimate diri sendiri karna hampir ngga ada details yg aku miss, kecuali ending cerita.
Walaupun gitu, aku enjoy baca Yellowface lagi, bahkan mungkin experienceku jadi lebih baik karna udah pernah denger emosinya June secara "langsung".
Aku juga enjoy anotasiin bukunya secara langsung: ngegaris bawahin kata2 tertentu, nulis komentar dan pertanyaan yg terpikirkan selama baca. I'm glad i decided to annotate the book🫶
Aku baca Yellowface terjemahan dengan kondisi udah namatin audiobooknya. Motivasiku, supaya nggak ketinggalan details yg mungkin aku miss dari audiobook, dan karna kepo sama bahasa terjemahannya.
"Siapa yg boleh menceritakan karya tersebut?" Apa June yg kulit putih murni boleh mengangkat cerita trauma orang Asia?
Dengan itu, tema keberagaman dan rasisme juga besar di buku ini. Selama baca buku ini, aku ikut merenung tindakan macam apa yg sebenarnya rasis & mana yg tidak.
In this book, I really appreciate how descriptive Kuang is with her characters (especially June, of course), and how she develops a topic in her paragraphs. She can smoothly use a detail to introduce another detail in a new paragraph, it filled me with wonder.
Yellowface is such a great book due to the many themes it brings. Plagiarism, racism, publishing industry, cancel culture, even the loneliness established writers have. Don't forget the thriller genre that actually builds up from the latter part of the book.
Gak hanya proses gimana suatu buku bisa sampai terbit, tapi juga apa yg dipikirkan pelaku2 bidang penerbitan demi menghasilkan keuntungan terbanyak.
Skandal rasisme June (yg sebetulnya dimulainya sendiri) membawa semua orang, terutama pembaca, untuk merefleksikan-
dia memang mencuri hanya supaya dia tidak terus dihantui. Buku ini menarik banget buat aku karena memberi perspektif yg berbeda dengan June sebagai MC. It's refreshing to see a "villain"'s POV. Dari buku ini juga bisa tahu sedikit banyak tentang cara kerja dunia penerbitan.
Semua pembaca Yellowface pasti gregetan sama kelakuan dan alur pikirnya June. Kuang benar2 mendeskripsikan dengan detail: dari pembenaran diri June bahwa dia menyelesaikan manuskrip demi Athena, bahwa ini bukan benar2 plagiarisme, sampai di titik dia mengakui sendiri kalau
Di Yellowface, kita dibawa masuk ke alur pemikiran June Hayward, yg mencuri manuskrip Athena Liu (teman penulisnya yg sukses) setelah dia meninggal. Manuskrip Athena tentang buruh China yg terlibat Perang Dunia I dipolesnya dan diterbitkannya menjadi karyanya sendiri.