Functional depression is real. You work, joke around, you show kindness, take care of people around you. But mentally you're drowning in your own thoughts but still smiling and nobody knows it
Dari perspektif pajak, kita harusnya menuntut:
1. Kenaikan PTKP. PTKP TK/0 sebesar 54 juta per tahun itu terlalu kecil. Naikkan PTKP TK/0 jadi 120 juta dan setiap tanggungan jadi 10 juta.
2. Penurunan tarif PPN. Kembalikan ke 10%.
3. Simplifikasi aturan perpajakan agar tidak tumpang tindih satu sama lain.
4. Audit proyek Coretax. Terlalu banyak cacat dalam sistem itu.
Mahasiswa UI orasi di depan, massa besar banget, bangun narasi. Mahasiswa Trisakti di belakang udah rubuhin gerbang. Abis rubuhin gerbang, disiplin gak rusuh masuk, ngata-ngatain “gerbang lu jelek nih!”
Mahasiswa hari ini rame rapi solid. Saling melengkapi.
Hari ini kita MENANG, tapi gue dapet info dari orang2 partai kalau skenarionya begini:
Info terbaru, Rapat paripurna akkan dibikin tanggal 27 Agustus. Mepet waktu pendaftaran sehingga tidak ada waktu untuk JR ke MK.
Kesimpulannya: STAY ALERT!
Ketek bau, bahasa Inggris ngaco (jarang2 gue ngatain bahasa Inggris orang biasanya selalu meng-encourage 🫣🫣🤣🤣) plus norak—beli stroller mahal dipamer. Duit dan kekuasaan masih bisa bikin orang ‘ga kelas’ ternyata. 😭😭
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.