Think you already know your MBTI type?
People with the same four-letter MBTI type can still think, connect, and make decisions differently.
Our personality test adds two new dimensions, expanding 16 types into 64 detailed personality types.
Unlock your full personality profile โ
GPT IMAGE 2 on ChatGPT
Prompt:
Create a high-quality โchibi clone sticker diary photoโ based on the uploaded real-life image. Preserve the original personโs identity, face, hairstyle, hair color, outfit, body proportions, pose, lighting, and background. Do not alter facial features or turn the subject into a full illustrationโmaintain a realistic photo look.
Analyze the scene as a fitness/running lifestyle moment. Add 5โ8 chibi mini clones of the same person around the subject, designed in a consistent kawaii sticker style (big head, small body, large expressive eyes, clean digital finish). Each clone must clearly resemble the real person (same hair, outfit, colors).
Design each chibi with different running-related actions and emotions: jogging, stretching, drinking water, feeling tired, cheering, giving thumbs up, celebrating completion. Ensure all poses are unique and contextually relevant.
Render each chibi as a sticker with white outlines, soft shadows, and a slightly floating effect. Arrange them around the subject and edges without covering the face or main body.
Add light hand-drawn doodles (hearts, sparkles, arrows, motion lines, circles) in white with subtle pink accents, keeping a clean scrapbook diary feel.
Include 5โ8 short handwritten-style phrases matching a fitness mood (cute, energetic, encouraging). Use mostly white text with slight pink highlights and small decorative marks.
Composition: keep the real person as the central focus, surrounded by chibi stickers and doodles. The result should feel like a polished, playful, high-resolution social media lifestyle diary imageโclean, balanced, and visually rich without clutter.
Hari ini, Tom divonis 4,5 tahun penjara. Keputusan yang amat mengecewakan bagi siapa pun yang mengikuti jalannya persidangan dengan akal sehat, meski sayangnya tidak mengejutkan.
Selama proses berjalan, berbagai laporan jurnalistik independen dan analisis para ahli telah mengungkap kejanggalan demi kejanggalan dalam dakwaan. Fakta-fakta di ruang sidang justru memperkuat posisi Tom, tapi semua itu diabaikan. Seolah-olah 23 sidang yang telah digelar sebelumnya tak pernah ada. Seolah-olah bukti dan logika tak diberi ruang dalam proses peradilan.
Jika kasus sejelas ini saja bisa berujung pada hukuman penjara, jika seseorang seperti Tom yang dikenal dan terbukti integritasnya di pengadilan, terbuka dan disorot publik perkaranya, masih bisa dihukum semena-mena, maka bayangkan nasib berjuta lainnya yang tak punya akses, sorotan, atau kekuatan serupa.
Vonis hari ini adalah penanda bahwa keadilan di negeri ini masih jauh dari selesai. Demokrasi belum kokoh berdiri. Kita dihadapkan pada keraguan mendasar tentang kredibilitas sistem hukum, dan tentang keberanian negara menegakkan kebenaran. Ketika kepercayaan terhadap proses peradilan runtuh, maka fondasi negara ikut rapuh.
Senin lalu, Tom menyampaikan dalam dupliknya bahwa ia belajar tentang makna kata tawakkal, tentang berusaha sekuat tenaga lalu menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Sayangnya hari ini, hasil itu belum berpihak padanya. Tapi ini bukan ujung. Ini satu babak dari perjuangan panjang untuk menghadirkan keadilan yang belum tuntas dan akan terus kita jalani bersama.
Tom dan tim pengacara masih mempertimbangkan respon terhadap putusan ini. Tapi satu hal yang jelas, kita akan terus mendukung penuh langkahnya untuk mencari keadilan sampai titik akhir. Apapun yang akan ia hadapi ke depan, kita terus pastikan bahwa Tom tidak akan pernah berjuang sendirian.