Biarin sekarang aku kesannya ngomong sendiri di twitter. Suatu saat kalo aku sudah terkenal tweet2 ku semuanya pasti akan dibaca juga. Karena InsyaAllah di twitterku nggak ada kata2 kebencian. Lagian banyak notes to myself nya juga. Bisa jadi reminder untuk diriku di masa depan
@sitsnoe Tapi bingungnya begini sih. Kalo kita ga loyal penilaiannya bisa jelek then kita bisa dipecat. Di Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak ini mereka pikir cara pengganti itu mudah, sedangkan kita kelas pekerja harus mati-matian bertahan.
@rewellls@areastopdenial Selalu ada aja yang ngetweet begini kalau ada yang bahas masalah entertainment. Selalu dikait-kaitin yang lain. Beda topik hey. Orang yang ngomongin topik A bukan berarti ga peduli topik B. Kalo bodoamat mestinya langsung skip daripada ngotorin tweet orang.
Kita semua bakal transform dari programmer ke architect
Dan sama seperti architect, perlu ngerti
- Orang yg bangun rumahnya
- Lahan yg akan dibangun
- Komposisi & bentuk bangunan sesuai budget
Tapi programmer mayoritas indo kalo dibanding sama architect, bedanya JAUH BANGET!
@floochoco@KRathalos97@inganggita Agak bias tapi setidaknya info-info daerah suka muncul. Orang-orang dari pelosok suka muncul apalagi kalo kita pernah interaksi sama konten serupa. Kalo di X atau IG jarang banget.
Coba yang setuju, berani tidak bilang begini ke penyandang disabilitas dan ortunya? Kadang kita ini suka ngetweet hal yang tidak perlu diungkapkan memang.