Warganet Malaysia, Singapura, dan negara tetangga lainnya ramai-ramai pesan makanan di Jakarta melalui aplikasi ojek online. Makanannya bukan untuk mereka, tapi buat dikonsumsi oleh para supir ojol yang menjemput pesanan dan untuk dibagikan pada rekan-rekan sesama ojol.
Sebuah gestur sederhana, tapi terasa sebagai dukungan yang amat hangat. Membaca komentar-komentarnya memunculkan senyum dan bahagia.
Terima kasih, saudara serumpun! Gerakan ini mengingatkan kita akan kuatnya ikatan solidaritas ASEAN. Batas negara boleh memisahkan, tapi rasa persaudaraan tetap menyatukan.
Semoga situasi segera normal, agar kita bisa kembali saling ganggu dan bertikai penuh cinta, sebagaimana layaknya antar saudara kandung. :)
congratulations to the government. you’ve successfully radicalized your whole country in just under one week.
whatever the outcome of this mass protest wave is, tomorrow will never be the same.
That "polisi juga korban" words makes me wonder whether the police will stop defending those corrupt & zolim govt, and start standing with rakyat, pihak yg harusnya mereka lindungi, bukan mereka pukuli.
Just like Katniss when she changed her arrow to shoot President Coin
Your enemy is not Javanese, Tionghua, Sundanese, Dayak, Batak and whatever ethnicity. Your enemy is not Catholicism, Protestant, Muslim, Buddhism, Kong Fu Cu, Hinduism and other religions.
Your enemy is those elites on the top. Unite in diversy - Bhinneka Tunggal Ika.