@tanyarlfes Cowok hobi banget geser diskursus utama ke hal yang bahkan ga apple to apple, hasil dari berandai-andai "kalo cewe yg ngelakuinnya gimana", sibuk banget ngurusin, nurutin, menuhin ego nya yang rapuh itu dibanding berempati ke kasus utama nya.
Ini tuh kayak sirkel paling top di kelas yg bikin agenda sendiri, rencana sendiri, tp mintain duit ke anak2 kelas yg lain. Pas ada anak kelas yg protes dikatain ga solid 😊
Don't ever marry a mama's boy. You know, a GROWN ASS MAN yg apa² masih mami mami dan mami seolah² gapunya otak dan kemampuan utk mikir sendiri. Lu cuma cari sengsara dan cari mati kalo nikah sama laki² kaya gitu
When women and girls talk about sexual assault, men’s first response is usually, “happens to men too.”
But when men talk about high rates of male suicide which is a real, serious problem in our society, you almost never hear a woman say, “happens to girls too.”
Because we understand basic empathy, and that the conversation doesn’t take away from women’s lived experiences.
Al Quran ga menyebutkan menstruasi itu kotor, malahan mengakui hal tsb sebagai kesusahan yg dihadapi perempuan.
Tapi cara pemuka agama laki-laki ngomongin menstruasi itu cenderung melecehkan. Mereka lebih menekankan "kalo lagi mens gabisa digauli" daripada "saudariku butuh apa?"
Tau ngga? “Unpaid labours” yang dilakukan wanita dirumah tangga, kalo dihentikan sehari aja, bisa bikin dunia berhenti bergerak.
25 Oktober 1975, wanita di Iceland kompak berhenti ngurus rumah, ngurus anak, bahkan wanita pekerja juga berhenti dateng ke kantor.
Seharian itu, sekolah sekolah daycare, sampe pabrik pada tutup gara gara pekerja cewenya pada ga ada.
Nasib rumah tangga gimana tanpa peran ibu dan istri sehari aja?
Suami harus bawa anaknya kerja, di supermarket makanan cepat saji kaya nugget, sosis langsung ludes habis, karena banyak cowok yang gabisa dan gapunya waktu buat masak dengan penuh hati kaya cewe biasanya.
Dinamain “The Women’s Day Off” gerakan ini berhasil nunjukin, kalo tanpa sosok yang katanya “cuma numpang dirumah suami” itu, suami yang awalnya cuma fokus kerja, harus sekaligus ngurus anak dan masak makanannya sendiri.
Saking susahnya, gerakan ini berhasil bikin Iceland lolosin banyak undang undang yang menjamin hak perempuan.
Beneran, dunia ini ga berjalan kalo kontribusi tiap hari wanita melakukan pekerjaan rumah tuh ga dihargain.
Most men being useless and scrambling their life out when there's no women around yet there are tons of women out there who can do both working and taking care of the house+kids EVERY DAY. Nevertheless they be calling women the princess who needs to be taken care of
Tau ngga? “Unpaid labours” yang dilakukan wanita dirumah tangga, kalo dihentikan sehari aja, bisa bikin dunia berhenti bergerak.
25 Oktober 1975, wanita di Iceland kompak berhenti ngurus rumah, ngurus anak, bahkan wanita pekerja juga berhenti dateng ke kantor.
Seharian itu, sekolah sekolah daycare, sampe pabrik pada tutup gara gara pekerja cewenya pada ga ada.
Nasib rumah tangga gimana tanpa peran ibu dan istri sehari aja?
Suami harus bawa anaknya kerja, di supermarket makanan cepat saji kaya nugget, sosis langsung ludes habis, karena banyak cowok yang gabisa dan gapunya waktu buat masak dengan penuh hati kaya cewe biasanya.
Dinamain “The Women’s Day Off” gerakan ini berhasil nunjukin, kalo tanpa sosok yang katanya “cuma numpang dirumah suami” itu, suami yang awalnya cuma fokus kerja, harus sekaligus ngurus anak dan masak makanannya sendiri.
Saking susahnya, gerakan ini berhasil bikin Iceland lolosin banyak undang undang yang menjamin hak perempuan.
Beneran, dunia ini ga berjalan kalo kontribusi tiap hari wanita melakukan pekerjaan rumah tuh ga dihargain.
Babies get raped. Elderly women get raped. Women dressed modestly get raped. Women in hijabs get raped. Nuns get raped. Women in jeans, tracksuits, pyjamas, school uniforms, work uniforms get raped. There is no outfit that prevents rape and no outfit that invites it.
If you are more comfortable analysing a woman’s clothing than condemning a rapist, you are part of the problem.
@tanyarlfes bodohnya lelaki ini selalu melihat apa yg ibu ia kerjakan adalah hal yg benar, padahal itu murni kesalahan bapaknya yg membuat ibunya hidup spt itu🙈 lalu ia fikir akan diperlakukan min spt bapaknya? wkwkwkw ew