Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
PLN Jogja apa ga malu, warga sampe cari2 tempat yg ga mati listrik. Saking kalian ga jelas info pemadamannya. Warga sampe takut job dicancel, atau gagal interview gara2 pas interview mati listrik. Orang yg bikin kue sampe gojak gajek mau produksi krn takut udah nyiapin adonan, listrik padam.
Ini kalo dikumpulin kerugian material apa kalian mau ganti? Sosmed isine seremonial dan hal2 unfaedah. Mbok sik jelas jadwal pemadamane. Pikirin juga yg ga punya sosmed...gmn kasi info pemadaman k mereka.
Beberapa waktu lalu aku rekaman sama client luar, cemas banget tiba2 listrik padam. Itu rasa cemas yg ga seharusnya kurasakan. Marai trauma. In this economy kita semua sedang kerja bener biar duitnya lancar... Malah mbok rusuhi.
Minimal banget diinfooooo... Koyo ra duwe teknologi canggih wae. Padahal BUMN lho... Resourcenya ada. Koyo perusahaan skala kecil. Heran
Iki lagi mati listrik saiki... Trus keluar cari makan eh nang tempat makane yo mati listrik. Oleh ra sih nunut masak sego nang kantor PLN?
cc:threadvosbid
kita dicegat. didorong. mereka ga memperbolehkan kita masuk ke Bundaran samsek karena “mengganggu aktivitas masyarakat”. Emang kita mahasiswa apaan? Pisang ambon???
Dari postingan akun resmi BEM UI:
AYO TURUN! JUMAT, 12 JUNI 2026!
Halo, UI dan Indonesia.
Sudah hampir 2 tahun memporak-porandakan negara.
Rupiah naik diremehkan, HAM tidak dihiraukan, program tidak jelas dilanjutkan.
MARI, KITA TURUN DAN GUNAKAN HAK KITA SEBAGAI RAKYAT!
Narahubung: Albani (081519149370)
UI BERDUKA, RAKYAT TERLUKA: KECAM TINDAKAN REPRESIF APARAT DI LENTENG AGUNG ⚠️
Rabu, 10 Juni 2026 menjadi hari kelam bagi kemanusiaan dan ruang hidup warga Lenteng Agung. Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari berbagai organisasi mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat TNI di tengah proses penggusuran paksa sejumlah rumah warga.
Niat baik warga dan mahasiswa untuk mempertahankan hak atas tempat tinggal justru dibalas dengan kekerasan. Akibat bentrokan dan eksekusi paksa ini, seorang mahasiswa UI dan beberapa warga setempat dilaporkan mengalami luka-luka.
"Tugas aparat adalah melindungi rakyat, bukan menjadi algojo bagi ruang hidup mereka."
Mahasiswa UI menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap warga sipil yang memperjuangkan haknya tidak dapat ditoleransi! Kami menuntut penghentian represivitas, pengusutan tuntas atas korban yang terluka, dan keadilan bagi warga Lenteng Agung.
Mari rapatkan barisan. Kawal terus kasus ini! Panjang umur perjuangan!