Padahal sudah diwanti-wanti dari tahun lalu ada kemungkinan volcanoes di indo bakal banyak yg erupsi dalam waktu berdekatan, tapi mitigasi bencananya kacau. Banyak yg kagak percaya. Malah dana BMKG nya dipangkas
ANAK KRAKATAU ERUPSI LAGI MALAM INI!
AMPLITUDO TEMBUS 58 MM, SELAT SUNDA DAN PESISIR LAMPUNG WAJIB SIAGA DUA!!
Gunung Anak Krakatau kembali meletus malam ini, 06 September 2026 pukul 20:23 WIB! Yang bikin merinding, getaran seismik erupsi ini terdeteksi sangat kuat tapi tinggi kolom abunya TIDAK TERAMATI bisa jadi tertutup pekatnya malam atau potensi letusan samping yang wajib kita waspadai!
Data parameter kebencanaan terkini yang bikin kita HARUS ekstra waspada wak.
1. Amplitudo Maksimum Sangat Tinggi
Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo mencapai 58 mm! Ini angka getaran yang terbilang sangat besar dan menunjukkan tekanan magmatis yang intensif dari perut gunung.
2. Durasi Erupsi
Getaran beruntun terekam dengan durasi sementara ±44 detik.
3. Visual Gelap Malam (Unseen Hazard)
Karena tinggi kolom abu tidak teramati secara visual, arah sebaran abu vulkanik maupun material lontaran sulit diprediksi langsung dengan mata telanjang. Bikin pergerakan bahaya jadi INVISIBLE malam ini!
4. Potensi Dampak Pesisir & Pelayaran
Aktivitas vulkanik Selat Sunda yang melonjak tinggi ini berpotensi membahayakan jalur pelayaran kapal dan pemukiman pesisir jika terjadi letusan susulan yang lebih destruktif.
Instruksi dan imbauan darurat malam ini:
- Nelayan dan operator kapal: JAUHI radius bahaya yang telah ditetapkan PVMBG di sekitar kompleks Gunung Anak Krakatau!
- Warga Pesisir Lampung & Banten: Tetap tenang tapi siapkan bag darurat. Pantau terus informasi resmi dari BMKG dan PVMBG.
- Antisipasi Hujan Abu Susulan: Siapkan masker dan kacamata jika arah angin membawa abu vulkanik ke daratan.
Sumpah, jangan pernah sepelekan pergerakan Anak Krakatau di malam hari! Tolong bantu AMPLIFY dan SHARE info ini ke grup WhatsApp keluarga, teman, atau warga pesisir Lampung dan Banten sekarang juga!
Alhamdulillah... 🤲
Lagian enak banget... kerja cuman 5 tahun dapat pensiun... kerjanya juga gak jelas... UU yang disahkan bukan untuk kepentingan rakyat...
RUU Perampasan Asset koruptor gak tuntas juga dari kapan tauk...
Sebelum 1883, Pulau Krakatau memang tersusun dari tiga kerucut gunung api utama: Rakata di selatan, Danan di tengah, dan Perbuwatan di utara. Ketiganya menyatu membentuk satu pulau besar seperti pada gambar bagian atas.
Ketika letusan dahsyat 26–27 Agustus 1883, sebagian besar tubuh Krakatau runtuh membentuk kaldera yang kemudian terisi laut. Danan dan Perbuwatan hilang, sementara bagian Rakata masih tersisa. Jadi gambar tengah yang memperlihatkan hanya potongan besar Rakata memang cukup tepat.
Kemudian yang menarik: Anak Krakatau bukan bagian Krakatau lama yang tersisa. Ia adalah gunung api baru yang tumbuh dari dasar kaldera bekas letusan 1883, kira-kira di antara lokasi bekas Danan dan Perbuwatan. Aktivitas pembentukannya mulai pada akhir 1927, dan pada Januari 1928 kerucutnya mulai muncul di atas permukaan laut.
A cat went viral after being served a massive pile of food and freezing in disbelief.
She simply stared at the portion in front of her, looking completely stunned by how much dinner she had been given. 😹🍽️
Anak Krakatao petang tadi. Sumpah macam scene dalam movie. Kalau korang tak tahu Anak Krakatao ni muncul hasil daripada letusan Krakatao tahun 1883, lebih 30000 orang mati dan Bumi bergelap lama time tu sebab asap tebal.
Buat yg masih bercanda tentang anak Krakatau kata gue stop deh, tuh gunung walau terlihat kecil di permukaan laut, tapi dia lahir di dalam laut, kita gk tau sebesar apa dia di dalam, tuh gunung juga kalo erupsi selalu menghancurkan diri buat numbuh lagi.
Nambah lagi list peristiwa yang dialami Gen Z💪🏻
1. Krisis moneter 1998
2. Tsunami Aceh 2004
3. Lumpur Lapindo 2006
4. Letusan Gn Merapi 2010
5. Isu Kiamat 2012
6. Covid 2020
7. Karhutla,Gempa NTT,Erupsi Anak Gn Krakatau 2026
ada lagi yang mau nambahin ?🙃
dikutip dari The Stars, Malaysia meminta persetujuan Indonesia untuk melakukan operasi hujan buatan selama 3 hari dgn menggunakan wilayah udara Indonesia