Kasus pengendara Alphard arogan di Bundaran HI ini hanya puncak gunung es problem mentalitas aparatur yang bermasalah. Dan ini bukan masalah individual, ini institusional.
Bagaimana bisa terjadi, aparat yang tugasnya menjaga ketertiban termasuk lalu lintas, justru melakukan pelanggaran di jalan, bukannya mengaku salah malah arogan dan mengintimidasi, dan diduga menggunakan plat kendaraan palsu?
Semakin memperkuat tesis bahwa selain kecakapan teknis, aparatur negara wajib dibekali kecakapan etis, supaya paham benar/salah dan baik/buruk, sehingga bisa menjadi teladan, bukan beban.
Trump, 9 Maret: "Sekarang kita benar-benar independen dari Timur Tengah. Kita tidak membutuhkan minyak mereka."
Trump, 1 April: "Hormuz sebenarnya tidak memengaruhi kita. Kita punya begitu banyak minyak. Kita punya minyak dan gas yang luar biasa, jauh lebih banyak dari yang kita butuhkan."
Trump, 17 Juni: "Jika saya tidak menyetujui MOU, kita akan kehabisan cadangan dalam waktu sekitar 4 minggu... kita benar-benar akan kehabisan, dan akan ada saatnya Anda tidak akan bisa mendapatkan [minyak]"
ARTINYA: Trump mengakui bahwa alasan terpenting yang mendorongnya mau tanda tangan MoU dengan Iran (yang isinya bisa dibilang sangat buruk untuk AS dan mencerminkan kegagalan diplomatik & militer AS), adalah karena KEPANIKAN akibat cadangan minyak strategis pemerintah (SPR) AS.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
Ironi, di tengah pencarian korban tenggelam di sungai Kampung Samusa, Distrik Sayosa, Kabupaten Sorong,
Tim SAR malah menemukan tumpukan kayu hasil tebangan yang memenuhi kapal2 tongkang di sepanjang sungai.
Rekaman udara memperlihatkan kondisi terkini Jalur Gaza yang hancur parah. Permukiman dan infrastruktur sipil tampak rata dengan tanah, menyisakan puing sejauh mata memandang.
Gambaran ini jadi bukti nyata dari krisis kemanusiaan yang terus terjadi dan terdokumentasi luas. Meski berbagai laporan, kesaksian, dan dokumentasi sudah tersebar ke seluruh dunia, krisis ini masih menuai beragam respons dan belum menunjukkan tanda akan berhenti.
Reruntuhan Gaza kini bukan hanya saksi penderitaan warganya, tapi juga menjadi pengingat bahwa tragedi ini masih berlangsung
🧡💚 The Jakmania Harus Contoh Bonek
Ketua Panpel Persija, Ferry Indrasjarief mewanti-wanti kepada The Jakmania untuk bersikap dewasa saat melawan Persebaya.
Pasalnya, apa yang terjadi dalam laga tersebut bisa menjadi indikator untuk menggelar pertandingan kontra Persib di SUGBK.
Kata Bung Ferry, The Jakmania mungkin harus bisa mengikuti Bonek yang menerima hasil saat Persebaya kalah 1-3 dari Persija di Surabaya pada putaran pertama.
Bung Ferry tetap berharap Persija bisa menang melawan Persebaya.
"Kami harus banyak belajar juga dari Bonek yang berubah."
"Bayangkan saja waktu putaran pertama Persija bermain di sana. Persija menang tapi tidak ada kejadian apa-apa."
"Itu berarti Bonek sikapnya sudah luar biasa."
"Jadi saya rasa, kami harus belajar dari siapa saja, yang paling positif itu ya tidak ada masalah," tutup Bung Ferry.
SC : https://t.co/Sy9mggdOTM
Foto : Kompas-Dok Persebaya
Inilah yang terjadi di Gaza, sementara dunia hampir tidak memperhatikannya:
Garis oranye terus maju setiap hari, kadang-kadang 200 meter,
kadang-kadang 500 meter,
kadang-kadang 700 meter,
tergantung patroli mana yang beroperasi di daerah tersebut.
Pos pemeriksaan dan penghalang didirikan di sekitar parit yang digali di sepanjang bentangan antara garis kuning dan oranye, bersama dengan tanggul pasir.
Saya menduga mereka berencana untuk memindahkan kami dari Gaza barat ke Gaza timur, dan kemudian melanjutkan operasi dan penghancuran mereka di barat.
Inilah kenyataan yang kami jalani hari demi hari, selangkah demi selangkah, sementara dunia hampir tidak memperhatikannya.
@MahmoudMassri15
Di Gaza, hampir tiga ribu warga Palestina dilaporkan “lenyap” tanpa jenazah saat Israel membombardir Palestina sepanjang perang dari 7 Oktober 2023.
Investigasi terbaru Al Jazeera menyebut, Israel menggunakan senjata berpanas ekstrem untuk menyerang Gaza dan asal senjata itu dari Amerika.
Apa saja temuan investigasi Al Jazeera?
| Narasi Daily
Surabaya fans yang datang ke Bali kemarin dari awal sampai pertandingan selesai semua tertib, aman, dan tidak ada gesekan dengan fans tuan rumah. Tamu yang bisa menghormati tuan rumah, meski sedikit menyebalkan karena berhasil curi 3 poin 😜
Sampai jumpa lagi musim depan Cak 🙌🏻
🇱🇧 🇮🇱 Perang Israel terhadap Lebanon kini mencakup perang kimia. Mereka tidak hanya membom rumah-rumah, tetapi juga meracuni tanah. Herbisida terlarang disemprotkan 50 kali lipat dari tingkat normal di lahan pertanian. Pohon-pohon mati. Tanah hangus. Mata pencaharian hancur. Ini adalah genosida lingkungan, disengaja, ilegal, PBB Buta dan Tuli dan tidak dihukum.
Bahkan tanah pun tidak luput.
Rusia tetap dilarang berpartisipasi dalam Olimpiade karena sedang berperang dengan Ukraina.
Israel diizinkan untuk berpartisipasi setelah membunuh hampir 73.600 orang dalam genosida, sekitar 20.000 di antaranya adalah anak-anak.
Bisakah seseorang menjelaskan ini kepada saya?