Knetz ini cerita kalau setelah sekian lama, dia tiba-tiba dihubungi temannya dan dikasih undangan nikah. Ternyata resepsinya pun di Hotel Shilla yang mewah banget.
Padahal waktu kecil dia benar-benar hidup dalam kemiskinan. Karena penasaran, OP tanya gimana ceritanya bisa jadi sukses.
Dia bilang, waktu itu dia merasa satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidupnya adalah ‘취집’ (chwijip), alias menikah dengan pria kaya. Jadi dia mulai mencari-cari berbagai cara buat kenal cowok-cowok kaya.
Temannya itu bahkan mengambil sertifikat manajer keselamatan kebakaran (소방안전관리자) karena katanya kalau ikut pelatihannya, banyak anak pemilik gedung yang datang.
Dan ternyata, calon suaminya memang dia kenal di pelatihan pemadam/keselamatan kebakaran tersebut.
Orang ini kalau mau sukses lewat jalur lain pun kayaknya bisa banget, karena otaknya memang strategis. 😭
tadi liat orang sibuk kerja terus gue mikir.. damnn, even if i disappeared tomorrow, the world would still keep going. even if i embarrass myself today, life still goes on. SOOO why am i so scared of embarrassing myself? just do it. if i fail, i learn. if i win, that’s a bonus 𑣲
kadang gue seneng banget tinggal di jakarta tuh banyak banget aktivitas unik yg bisa diikutin. bisa baking class bikin sourdough, tufting class, dan wdym ada fishing trip LUCU BANGET???????? 😭
Selain menorehkan berbagai prestasi akademik lewat kompetisi robotika internasional sejak SD, Ayden juga membangun dampak nyata melalui inovasi. Ia mengembangkan Zenith Charge System, sistem pengisian kendaraan pertanian bertenaga surya untuk wilayah dengan akses energi terbatas, yang mengantarkannya menjadi Rise Global Winner 2024.
Kini, Ayden mendirikan startup Vertasier dan TriRise Labs untuk mengembangkan solusi berbasis data sekaligus mendukung program pendidikan bagi sekolah-sekolah terdampak bencana di Indonesia.
Lo ngerasa bosen mulu? itu karena jarang ngerjain side quest. Hidup itu nggak cuma kerja pulang kerja pulang plus rotting di tempat tidur doang.
Nih, 20 side quests yang bisa lo kerjain dikala bosen melanda.
Ada semacam yatai atau warung gerobak khas Jepang di Jl. Sumenep, 50 meter dari Halte Tosari. Namanya Tamaya. Bukanya mulai jam 19:00. Bifu suteki (steak sapi) Rp58K, Omurice Rp38K, Yakitori Rp10K. Belum jam 19:00 udah pada penuh dan lumayan antrinya.
Aku cuma bisa duduk diam di kasur, baca ulang pesan itu sambil air mata jatuh.
Dari kejadian yang cuma beberapa menit di pinggir jalan itu, Tuhan kasih pelajaran yang ga bakal aku lupa:
Kadang saat kita sendiri lagi susah, justru saat itu kita dikasih kesempatan buat bantu orang lain. Dan kebaikan kecil itu, entah kenapa, balik lagi dengan cara yang ga pernah kita sangka.