A Turkish proverb says, “If a father bathes his children, both will laugh, and if a son bathes his father, both will cry.” Such is the painful beauty of life, where love comes full circle with time.
ICW bongkar MBG.
Program Makan Bergizi Gratis yang katanya demi anak-anak, ternyata dapurnya dikelola yayasan-yayasan dengan afiliasi politik, bisnis, birokrasi, militer, sampai relawan kampanye Pilpres 2024.
Angkanya bukan recehan:
• 28 yayasan terafiliasi partai politik
• 18 yayasan terafiliasi pebisnis/swasta
• Sisanya nyambung ke birokrasi, aparat, dan tim sukses
Dan juaranya?
Gerindra paling banyak.
Disusul PKS dan PAN.
Bonus round: ada 4 anggota legislatif aktif ikut nimbrung.
Lebih bonus lagi: ada nama yang pernah tersangkut kasus korupsi.
Jadi pertanyaannya sederhana, tapi bikin panas:
Ini program gizi anak…
atau program bagi-bagi akses APBN dengan baju amal?
Kalau dapur umum diisi kepentingan politik, yang kenyang siapa?
Anaknya, atau jejaring kekuasaannya?
Ini pertanyaan yang menohok. Lihat gambar itu. Seram.
Hanya tiga perusahaan—MSC, Maersk, CMA-CGM—menguasai hampir separuh napas perdagangan dunia. Sisanya diperebutkan oleh pemain dari China, Jerman, Jepang, Taiwan, Korea, dan Israel.
Indonesia? Nol besar di daftar "Top 10" itu.
Padahal kita negara kepulauan. Dua pertiga wilayah kita adalah air. Nenek moyang kita pelaut. Tapi kenapa di daftar penguasa logistik laut dunia, nama Indonesia tenggelam?
Ada beberapa alasan. Pahit, tapi nyata:
1. Mental "Angkot" vs "Bus Malam"
Ibarat transportasi darat, perusahaan di daftar itu (Maersk, MSC, dll) adalah "Bus Malam Antar-Provinsi". Mereka punya rute jarak jauh. Melintasi samudra. Deep sea shipping.
Perusahaan pelayaran kita? Kebanyakan bermain sebagai "Angkot". Istilah kerennya: Feeder.
Kapal-kapal Indonesia tugasnya hanya mengantar barang dari pelabuhan kecil (Semarang, Belawan, Surabaya) ke pelabuhan Hub utama di Singapura atau Malaysia. Di sana, barang dipindahkan ke kapal raksasa milik "The Big Three" itu untuk dibawa ke Eropa atau Amerika. Kita hanya jadi penyambung lidah, bukan pembicara utama.
2. Terlena Asas Cabotage
Kita punya aturan sakti: Asas Cabotage. Kapal asing dilarang mengangkut barang antar-pulau di dalam Indonesia. Ini bagus untuk melindungi industri dalam negeri.
Tapi, efek sampingnya membuat pengusaha pelayaran kita "manja". Pasar domestik sudah gemuk. Mengangkut semen dari Jawa ke Kalimantan atau beras ke Papua sudah untung besar. Ngapain susah-susah bersaing di laut lepas lawan Maersk atau COSCO yang berdarah-darah itu? Jadilah kita jago kandang. Seperti Kucing yang jadi raja di rumah sendiri, tapi takut keluar pagar bertemu Harimau.
3. Modal yang Tidak Masuk Akal
Lihat kapasitas kapal di gambar itu. Satu kapal bisa bawa 20.000 kontainer. Harganya triliunan rupiah. Perusahaan seperti MSC atau Maersk punya ratusan kapal seperti itu.
Pemain terbesar kita, Samudera Indonesia, sebenarnya ada di daftar global. Tapi peringkatnya masih di kisaran 30-40 dunia. Masih jauh untuk masuk 10 besar. Modalnya belum sekuat para raksasa yang didukung penuh oleh negaranya (seperti COSCO milik China).
4. Kita Tidak Punya Hub Internasional
Singapura ada di peta itu (meski lewat kepemilikan saham di beberapa lini). Kenapa? Karena mereka adalah Hub. Kapal raksasa mau mampir di sana. Pelabuhan kita, Tanjung Priok, masih sering dilewati saja. Selama kita belum punya pelabuhan sekelas Singapura atau Shanghai, kita akan terus jadi penonton yang melambaikan tangan dari pinggir pantai.
Jadi, jangan kaget kalau tidak ada bendera Merah Putih di infografis itu. Kita masih sibuk mengurus "angkot" antar pulau, sementara mereka sedang membagi-bagi kue dunia.
@prabowo
"Geometry is nothing more than a branch of physics; the geometrical truths are not essentially different from physical ones in any aspect and are established in the same way".
- David Hilbert
“This Man was a lifesaver”
Wait what⁉️ So Michael Jackson was actually trying to protect and save the children, from Epstein & all the other Hollywood elites?
Then they try to make it look like he was the abuser. Sounds about right.
You travel for one hour at the speed of light.
You return… and a century has passed.
Everyone you loved is gone.
Every memory belongs to history.
Would you still go?
Bagaimana jika tiba-tiba tanah keluargamu diserobot dan dikuasai orang..?!
700 sertipikat masyarakat yg diperoleh dr transmigrasi sejak 1989, DIBATALKAN Sepihak oleh BPN pada th 2019 karna atas permintaan dr PT. SSC di Kalimantan Selatan.
TW // disturbing
💚 Sumpah baru tau kalau di filipina aborsi itu ilegal. yg bikin makin nyesek, ternyata banyak pra-remaja usia 10–14 tahun terutama dari kalangan menengah ke bawah yg udah hamil, dan mereka ga punya opsi aborsi samsek. It’s honestly heartbreaking 😢