El video que todo el mundo del fútbol estaba esperando.
Las reacciones de los jugadores del Arsenal tras ver que oficialmente son campeones de la Premier League.
Rompieron una sequía de 22 años.
Vean nada más la felicidad de todo el equipo.
Hermoso 🥹
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.
Terlalu sakit, terlalu pilu, memikirkan tragedi yang menimpa Arianto Tawakal, murid usia 14 tahun yang dibunuh oleh seorang oknum Brimob…
Ibu-Bapak yg saya cintai, tren kesewenang-wenangan sudah mencapai sebuah titik di mana kita harus berkaca: kita ingin dikenal sebagai bangsa dengan budaya seperti apa? Apakah di mata Tuhan Allah dan di mata dunia, kita ingin dikenal dan dikenang sebagai masyarakat yang beringas dan liar?
Saya tetap yakin di segenap aparat hukum kita, mayoritas anggota merupakan manusia yang baik. Namun, peristiwa ini harus menjadi peringatan keras untuk mengembalikan profesionalisme sebagai kiblat utama lembaga penegak hukum.
Kematian Arianto Tawakal ini ekstra sedih bagi saya, karena tujuh bulan lalu saya sangat terinspirasi diajarkan oleh sesama tahanan di penjara yang beragama Islam tentang makna kata “Tawakal”, di tengah perjuangan saya untuk mengungkap kebenaran dan mendapat keadilan.
Tambah heran, bahwa kelakuan oknum Brimob ini juga terjadi di bulan suci Ramadan dan di bulan suci pra-Paskah. Saya tidak bisa membayangkan trauma yang dirasakan keluarga Arianto. Innalillahi wa innailaihi roji’un…
Turut berduka yang mendalam; saya dan Ciska doakan Allah SWT menyelimuti keluarga Arianto dengan segala kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi tragedi ini…
It’s too painful, too excruciating, to think about the tragedy that befell Arianto Tawakal, a 14-year old schoolboy who was killed by a member of Indonesia’s police paramilitary unit (Brimob)…
My dearest colleagues, this trend of ever-greater impunity has reached a point where we have to reflect: what kind of a society do we want to be known and remembered as? Do we want to be seen in the eyes of the Almighty and in the eyes of the world, as a savage and atrocious people?
I remain convinced that each and every one of our law enforcement agencies consists primarily of good human beings – but this incident MUST be a harsh wake-up call for us to return professionalism as the central guiding principle for our security forces.
It adds an extra layer of sadness for me that around 7 months ago, I was so inspired being taught the meaning and concept of “Tawakal” (utmost thriving followed by surrender to God’s Will) by Muslim fellow inmates in prison, as I was fighting to expose the truth and obtain justice for myself. It’s also bewildering to think that this depravity by a paramilitary police officer took place in the Holy Fasting Month of Ramadan and the Holy Month of Lent…
I can’t imagine the trauma that Arianto’s family is experiencing right now… We belong to Allah and indeed to Allah we shall return…
My deepest condolences to Arianto’s family; Ciska and I pray that God provides any and all strength and resilience to them in confronting this senseless tragedy…
Pesan yg dikirimkan oleh Timnas Futsal Indonesia dgn keberhasilan lolos ke final Futsal Asian Cup 2026 menjadi begitu jelas.
Futsal Indonesia bukan lagi pelengkap, tetapi telah tiba di jajaran elite futsal Asia. Kita telah menjadi kekuatan yg disegani, sebuah tim yang mampu membuat raksasa seperti Iran dan Jepang merasa terancam.
Ke depan jalannya semakin terjal dan menantang. Terutama utk menjaga konsistensi prestasi lewat pembinaan berkelanjutan dan penguatan ekosistem futsal nasional.
Sehingga pencapaian Final 2026 ini bukan cuma menjadi puncak sesaat, bukan prestasi yang kebetulan. Tetapi menjadi jejak awal dari mapannya kekuatan futsal Indonesia di kancah internasional.
Kita semua menantikan pencapaian besar berikutnya dari Tim Nasional Futsal Indonesia. Semoga semakin kuat. Semoga beruntung..
📸: Timnas Futsal
SEJARAAAAAAAHHHHH!!!!!
Untuk pertama kali, Timnas Futsal Indonesia mengalahkan Jepang di laga resmi.
Untuk pertama kali, Timnas Futsal Indonesia lolos ke FINAL Piala Asia.
Sebuah hasil yang membanggakan. Sebuah perjuangan yang sangat-sangat membanggakan!
Mana ada "TERMUL" yg bersuara tentang fakta yg diucapkan Ferry Amsari.
Putusan MK yg mengabulkan Gibran memenuhi syarat jadi Cawapres tdk perna di sidangkan, begitu daftar langsung di putuskan
https://t.co/rdn9tAWLxl
Mereka tidak terhina, tapi terhina saat panji bahas gibran.
Capek banget sama pemimpin yang bebal dan anti kritik banget. Tiap kali kinerjanya disorot karena hasilnya jelek, bukannya evaluasi diri, eh malah sibuk cari kambing hitam. (1/3)
Teror yang gue terima dalam 24 jam terakhir
Teror kayak gini ngga ngebantu masyarakat Sumatera. Toh semua lagi sibuk bantu pemulihan disana kan? Pemerintah, relawan, aparat, dokter teknisi. Bahwa masyarakat yang mengungkapn kebenaran keadaan disana jangan dianggap sebagai ancaman
Anyway reminder yaa teman2 gue masih membuka donasi untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah di
https://t.co/GwCw4yOv2o
Stay safe semuanya.
Saling support. Warga jaga warga
[PERNYATAAN SIKAP]
Darurat Pembatasan Informasi Bencana: Negara Wajib Minta Maaf
Dalam beberapa hari terakhir, pembatasan terhadap pemberitaan bencana di Sumatera terjadi secara masif dan sistematis. Polanya jelas dan berbahaya.
-utas-
Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia. (QS 30:41)
Catatan reflektif tentang bencana…
Rangkaian badai, tanah longsor, banjir bandang, gunung meletus, hingga satwa yang kelaparan belakangan ini jangan hanya kita pandang sebagai musibah alam, tetapi wajib dipandang sebagai cermin diri.
Badai, hujan lebat, gunung meletus, adalah peristiwa alam yang telah berlangsung jutaan tahun. Namun, kita memperparah dan mengubahnya menjadi bencana ketika kita memperlakukan alam tanpa etika. Tata ruang dilanggar, hutan ditebang habis, pesisir dicemari, habitat satwa dihancurkan.
Ingat kan di masa kampanye lalu kita pernah sama-sama membahas tentang pentingnya tobat ekologis, yaitu mengakui dosa kolektif kita pada bumi, lalu mengubah cara kita hidup dan cara negara mengelola kuasa?
Kita perlu mengakui bahwa kerusakan ini adalah hasil pilihan kolektif, mulai dari kebijakan yang lemah, mengabaikan analisis risiko, pengawasan yang longgar, serta ketidakpedulian ketika aturan dilanggar demi keuntungan jangka pendek yang hanya dinikmati sebagian orang.
Hari ini kita harus jujur bahwa kita terpaksa hidup berdampingan dengan bencana. Terlalu sulit untuk mencegah semuanya. Iklim sudah berubah, bentang alam sudah banyak dilukai. Namun, kita masih bisa mengurangi risikonya, sembari terus berusaha memperbaiki kerusakan alam.
Caranya, dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, gaya hidup yang lebih ramah bumi, keberanian berkata “tidak” pada proyek yang merusak, serta mendidik dan membiasakan mitigasi bencana secara serius bagi seluruh masyarakat.
Ini mungkin unpopular opinion: bumi tidak peduli pada kita, dan bumi tidak butuh kita peduli padanya. Bumi akan terus berputar, dengan atau tanpa manusia. Yang sedang terancam punah bukanlah planetnya, tapi keberlangsungan hidup kita sendiri. Maka kitalah yang butuh peduli pada bumi.
Tobat ekologis, sebuah pengingat dari Paus Fransiskus, adalah upaya yang harus kita jalankan untuk mengembalikan batas. Batas serakah, batas abai, batas melanggar aturan. Demi bumi yang lebih layak dihuni untuk anak dan cucu kita semua. •••