Guys, Felix Siauw baru ngomong sesuatu tentang kasus MBG yang menurut gue paling jujur dan paling tidak bisa dibantah karena dia tidak menyerang orangnya. Dia menyerang sistemnya.
Dan itulah yang bikin argumennya jauh lebih berbahaya dari sekadar kritik biasa.
Pertama Felix tidak kaget dengan korupsi di BGN. Dan dia jelaskan kenapa:
Ketika kepala BGN ditangkap banyak orang kaget.
Tapi Felix bilang dia sama sekali tidak kaget.
Dan alasannya sangat logis.
Kekuasaan BGN terlalu besar.
Bisa menentukan siapa yang dapat dapur.
Bisa menentukan menu.
Bisa menentukan vendor.
Bisa menentukan anggaran.
Dan tidak ada yang benar-benar mengawasi dari luar lingkaran kekuasaan yang sama.
"Jangan heran ketika kepala BGN ditangkap. Kekuasaannya terlalu besar.
Mau berapa SKS pun yang diajarka kalau kekuasaan dikumpulkan di satu tangan tanpa check and balances yang nyata sudah pasti korup."
Dan ini bukan soal Dadan Hindayana orangnya seperti apa. Ini soal siapapun yang ditaruh di posisi dengan kekuasaan sebesar itu tanpa sistem pengawasan yang independen dan efektif hasilnya akan sama.
jadi jangan kaget setelah dadan
mungkin nanik juga bakal kena lagi
hanya menunggu waktu saja cepat atau lambat
Dan ini yang paling menohok presiden sudah tahu dari awal:
Felix menunjuk sesuatu yang sangat penting dan jarang dibahas.
Prabowo sendiri sering menyebut istilah yang dia namakan astraekonomiks orang-orang serakah di sekitar pemimpin yang mengambil keuntungan dari setiap program pemerintah.
Prabowo tahu konsep ini.
Prabowo sering bicara tentang ini.
Tapi program MBG program paling flagship dan paling dibanggakan justru menjadi tempat di mana astraekonomiks itu beroperasi paling bebas.
Bukan karena Prabowo tidak peduli.
Tapi karena sistem yang ada tidak memungkinkan pengawasan yang efektif ketika semua kekuasaan berada dalam satu ekosistem yang saling melindungi.
Dan ini tentang fakta lapangan yang paling menggelikan sekaligus mengerikan:
Felix menyoroti momen ketika kepala BGN dipecat dan Presiden mengumpulkan pemilik SPPG di Sentu lalu berbicara soal detail teknis seperti telur jangan dijadikan orak-arik karena bisa dicampur tepung.
"Ya Allah ya Rabbi.
Dengan kekuasaan sebesar itu ngurusin yang kayak gini?"
Bukan Felix meremehkan detail pangan.
Tapi pertanyaannya adalah:
kalau masalah teknis sekecil itu harus sampai ke meja presiden berarti sistem pengawasan di bawahnya tidak berfungsi sama sekali.
Dan kalau sistem pengawasannya tidak berfungs korupsi akan selalu menemukan celahnya.
Dan ini tentang siapa yang sebenarnya memiliki dapur-dapur SPPG:
Felix menyebut sesuatu yang sangat spesifik dan sangat berat.
Kepala BGN yang baru Bu Nani pasti sudah tahu bahwa banyak dapur SPPG dimiliki
oleh anak-anak anggota DPR.
Dimiliki oleh keluarga pejabat.
Dimiliki oleh lingkaran orang-orang yang punya kekuasaan politik.
Bahkan ada yang disebutkan anak berusia 24 tahun memiliki lebih dari 20 SPPG.
Pertanyaannya:
mau bisa apa kepala BGN yang baru?
Karena orang-orang yang memiliki dapur itu punya perlindungan politik yang jauh lebih besar dari jabatannya.
"Apakah ini bukan korupsi?
Bukan kolusi?
Bukan nepotisme?
Ini problematika.
Boleh atau tidak, etis atau tidak
itu yang tidak pernah dijawab."
Dan ini yang paling ironis dari seluruh kasus MBG:
Program ini tujuannya mulia memberi makan anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi.
Tidak ada yang bisa membantah niat itu.
Tapi dari cara programnya dirancang sampai cara pelaksanaannya berjalan tidak ada sistem yang memastikan bahwa uang rakyat benar-benar sampai ke piring anak-anak yang membutuhkan.
Yang ada justru sistem yang memastikan orang-orang berkuasa mendapat bagian duluan.
Dan ketika Felix nonton video presiden di Sentul yang mengurus detail telur dia bilang satu kalimat yang menurut gue paling mewakili perasaan banyak orang:
"Aku bilang serius deh apa yang dilakukan Presiden sehingga aku tuh bangga ketika ngelihat dia melakukan itu?
Dan jelas bukan yang terjadi di Sentul itu."
Masalah MBG bukan hanya soal tiga orang yang ditangkap. Bukan hanya soal Dadan, Ludut, dan Sony.
Masalahnya adalah sistem yang membiarkan kekuasaan sebesar itu berada di satu lembaga tanpa pengawasan yang benar-benar independen.
Sistem yang membiarkan pemilik dapur adalah orang-orang yang punya koneksi politik bukan kompetensi kuliner.
Sistem yang membiarkan anggaran Rp335 triliun dikelola tanpa standar audit yang ketat dan transparan.
Ganti kepalanya tapi sistemnya sama.
Hasilnya tidak akan jauh berbeda.
Dan rakyat yang paling dirugikan bukan hanya pembayar pajak yang uangnya terbuang.
Tapi anak-anak yang seharusnya mendapat makanan bergizi dan malah dapat makanan yang tidak layak, atau tidak dapat sama sekali karena dapurnya sudah ditutup.
Xeffy's roadmap has arrived.
It will be built based on this roadmap in 2026.
2026 Q1
- Website Launch
- Community Opening
- App Product Launch [Community]
- XAX Vault V1 Beta Launch
2026 Q2
- TGE Execution (Early June)
- User Information Update (Early June)
- App Product V2 Update
- XAX Vault V2 Update
@txtfrombrand Kalo masalah kayak gini dah cukup lama min di shopee, salah satu nya saya sbg seller. Pelan dan mematikan para UMKM. tp mau gmn lagi anggep aja kayak sewa tempat!
Dicari orang yang bisa bikin konten , non cenblue dan akun yang kena pause bisa ikutan !
1 USD =18,00😒
1,000 cc = 150$ / 2,7 jt idr...
Caranya ?
> accept job : https://t.co/drumCSouME
> baca rules
> submit link konten mu
done !
pembagian reward gimana ? top + raffle ! jadi pemula atau yang baru coba pun bisa menang !
Xeffy's Community MiniApp has launched! 🚀
Join us: https://t.co/hmAJIkcSfD
Access the Xeffy app, become an early contributor, and contribute to RWA mass adoption!
Early participants and contributors will be provided with our ecosystem token $Xef 🎁
Mark June 2026 on your calendars!👀🪂
Invite your friends and earn points by using the app!