• Beri dia pancing, bukan ikan.
• Beri dia modal, bukan belas kasihan.
• Beri dia ilmu, bukan sekadar jawaban.
• Beri dia kesempatan, bukan janji.
• Beri dia pekerjaan, bukan ketergantungan.
• Beri dia kepercayaan, bukan kecurigaan.
• Beri dia tantangan, bukan kemudahan.
• Beri dia tanggung jawab, bukan alasan.
• Beri dia arah, bukan tekanan.
• Beri dia motivasi, bukan omelan.
• Beri dia buku, bukan sekadar hiburan.
• Beri dia keterampilan, bukan gengsi.
• Beri dia relasi, bukan sekadar nasihat.
• Beri dia waktu untuk belajar, bukan tuntutan instan.
• Beri dia kritik yang membangun, bukan hinaan.
• Beri dia contoh, bukan hanya perintah.
• Beri dia ruang untuk gagal, agar ia belajar bangkit.
• Beri dia harapan, bukan rasa takut.
• Beri dia mimpi, lalu ajarkan cara mencapainya.
• Beri dia alat, lalu biarkan dia berkarya.
Dari teh hijau gue paham satu hal, kalo lagi kehilangan spark di hidup lo itu gapapa banget. Mungkin itu siklusnya. Percaya aja besok akan lebih elok. Mari kita rayakan hampa ini🤗
Semoga secepatnya hijau kembali jiwa gersangku.
LUHUT: perencanaan program MBG kurang matang, ini kesalahan KITA SEMUA
Gunakan kata “KAMI” bukan “KITA”
Ini salah kalian, Prabowo Gibran dan pemerintahan, bukan salah rakyat, jadi gunakan kata “kami”
fathimah ini dididik dgn pola parenting yg gimana ya? anak FK, identik dgn dunia eksakta, tpi pemikiran sosial-politisnya se mateng ini.
dia berargumen jg ga kebawa emosi lawan bicara. tetep tenang, tpi lugas; intonasi + redaksi argumennya tertata bgt.