Juragan 99 ini bisnis nya yg masih jalan apa sih?
Katanya tajir tapi ini kaya “tone-deaf” banget,
Yg ngk sensitif dengan keadaan sekitar, in this economy situation
Drama gak penting :
yang meromantisasi anaknya yang gamau berangkat ke sekolah naik grandmax (maunya lexus).
Jadi keliatan Udik dan Katroknya mah ini..
@Jateng_Twit@Smart_O_ Kenapa ga pecat aj dari setjen MPR , "KEPALA BAGIAN BADAN SOSIALISASI 4 PILAR" LOH
....gua ga sudi uang pajak gua buat membiayai hidupnya.....@DPR_RI
Namanya, Shindy Luthfiana. Atau kadang ditulis Shindy Lutfiana
maupun Shindy Luthfiana Al-Aziz. Gelarnya mentereng, S.I.Kom,
Sarjana Ilmu Komunikasi. Profesi? Bukan MC biasa.
Anak-anak yang hidup di keluarga yang tidak stabil, seperti sering bertengkar, kasar, abusive, atau diabaikan, ternyata memiliki pola aktivitas otak yang mirip dengan prajurit tempur setelah bertugas di medan perang.
Jadi ada penelitian yang memeriksa otak anak-anak yang mengalami kekerasan atau konflik keluarga menggunakan fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging).
Nah hasilnya menunjukkan adanya aktivitas yang jauh lebih tinggi di dua area otak yang penting untuk deteksi ancaman dan respon stress. Nama area otaknya adalah anterior insula dan amigdala.
Perubahan aktivitas ini bersifat adaptif di lingkungan penuh ancaman, seperti jadi “siap siaga” terus-menerus), mirip dengan yang terjadi pada tentara setelah pengalaman tempur.
Nah risikonya adalah dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, regulasi emosi, dan masalah kesehatan mental lainnya, meskipun anak tersebut belum menunjukkan gejala psikiatri saat itu.
Yang perlu diperhatikan adalah temuan pada otak anak ini bukan berarti semua anak dari keluarga bermasalah pasti mengalami kerusakan otak permanen.
Otak anak sangat plastis dan bisa pulih dengan lingkungan yang aman, stabil, serta dukungan yang tepat.
Penelitian ini justru menekankan pentingnya lingkungan keluarga yang aman untuk perkembangan otak anak.
Semoga bermanfaat!
⚠️TW // PEMERKOSAAN SANTRIWATI ‼️
Sampe digilir anjg!!! Mana korbannya yatim dan duafa lagi🤬 Yuk semuanya, bongkar bobroknya orang2 yg suka berlindung dan pake jubah agama (semua agama ya!) karena yg kris, dll juga sama banyak penyimpangan 💚
Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun 😔🥀
Ga kebayang gimana perasaan ortu dr. Myta ketika anaknya yang sudah susah payah dibesarkan jadi dokter wafat dengan cara seperti ini. It breaks my heart 💔
Temen-temen bisa baca press release dari IKA UNSRI soal kronologi wafatnya beliau, tapi kalau menurut klean kepanjangan, ini TLDR-nya :
1. Overwork 3 bulan
2. Supervisor dokter di RS AFK (ngilanh)
3. Sakit parah sejak Maret 2026, tapi suruh tetep kerja + cari obat sendiri
4. Di-gaslight “lembek”
Gongnya : kritis gegara sepsis (infeksi hebat) -> meninggal
Kalau beritanya udah begini, calon dokter Internship bisa aja memblacklist RS ini sebagai wahana magang mereka. Akibatnya apa? RS kurang dokter, dan akhirnya pelayanan RS ini bakal LAMBAT. Mau kayak gitu?
Buat para adek-adek sejawatku, kelelahan kalian itu nyata. Bukan karena kalian “lembek”. Istirahatlah jika diperlukan, bahkan ketika kalian digaslight oleh oknum Puskesmas dan RS
RS-nya juga harus diperiksa dan diaudit secara ketat, apa yang bikin mereka sampai melakukan ini. Biar yang kayak gini nggak terjadi lagi di kemudian hari
@SmwGwOto@gusssdragon Ini sering kejadian di konsumen saya, kalo kaki2 terutama eps atau racksteer udah mulai minta diperbaiki lebih baik nabung dulu aja. Masuknya peremajaan kaki2 sekalian, sampe karet2 boot lsng diganti yg baru. Kalo dicicil usianya gakan lama, yg baru bakal kebabat yg udah rusak
High protein diets without enough water force your kidneys to process nitrogen waste around the clock.
Your kidneys were not built for that volume of filtration daily.
Over time the filtering units called nephrons burn out.
Nephrons do not regenerate.
Every one you lose is gone permanently.
Sayangnya ini real, ikan asin itu sebenarnya sudah masuk kategori karsinogen sejak 30 tahunan lalu. Alasannya karena kandungan tinggi nitrosamines, zat yang bisa merusak DNA.
Ikan asin yang diteliti itu gaya China, dan mayoritas ikan asin Indonesia pakai metode ini juga (garam + jemur).
Tapi kenapa masyarakat Indonesia jaman dulu bisa tetap sehat? Salah satu rahasianya ternyata: kebiasaan makan lalapan dan sayur.
Lalapan dan sayur yang kaya akan vitamin C terbukti memblok efek buruk nitrosamines.
Selain itu? Moderasi, tidak dimakan rutin atau berlebih.
Nitrosamines juga memiliki efek berlipat pada anak-anak, jadi hindari pemberian ikan asin pada anak-anak.
Suka ikan asin? Imbangi dengan konsumsi sayur dan buah yang kaya vitamin C.
Cerita 4 babak, sering banget dpt kayak gini, gamau jemput tp gak bilang apa2, ditelepon gak diangkat, capek dibikin rungsing pas kaya gini lama2 mikir kaya gaada aplikasi lain aja, gw tinggal mesen dr yg lain :/
Gerbang toll kok tau ya kendaraan yg kita naikin tuh masuk golongan berapa? Karena kan suka beda tuh tarifnya. Kedetect by cctv kah atau gimana ya penasaran banget
KALAU PENYAKIT BISA BICARA MEREKA AKAN "TERIAKK"
1. TUMOR
“Aku tumbuh pelan-pelan karena kamu terlalu lama menahan.
Marah kamu simpan, sedih kamu tutup,
Kecemasan kamu pendam.
Yang tidak keluar... akhirnya mencari jalan sendiri.”
2. AUTOIMUN
“Aku muncul saat kamu terus melawan dirimu sendiri.
Di luar kamu bilang ‘aku kuat’, padahal di dalam kamu lelah.
Tubuhmu ikut bingung,
karena kamu tak pernah jujur pada rasa.”
3. KANKER
“Aku besar dari luka yang kamu kunci rapat.
Maaf yang tak pernah terucap.
Tangis yang tak pernah tumpah.
Sakit hati yang tak pernah sembuh.”
4. STRES KRONIS
“Aku bukan cuma di pikiran.
Aku masuk ke tidurmu, ke makananmu, ke napasmu.
Kamu bilang ‘aku baik-baik saja’,
padahal tubuhmu berteriak minta istirahat.”
5. INSOMNIA
“Aku datang karena kepalamu tak pernah benar-benar berhenti.
Kamu rebah, tapi pikiranmu masih berlari.
Kapan terakhir kali kamu benar-benar tenang?”
6. SAKIT MAAG / LAMBUNG
“Aku perih karena kamu terlalu sering ‘menelan’ keadaan.
Tidak enak hati.
Tidak enak menolak.
Tidak enak berkata jujur.”
Cukup...
Tubuh bukan musuh.
Ia hanya alarm.
Belajar dengarkan sebelum ia teriak lebih keras.
Guys, gue baru dengerin obrolan Vincent Verhaag dan Jedar di podcast dan ada beberapa hal yang bikin gue diem sebentar.
Bukan karena dramatis.
Tapi karena beda dari yang biasanya gue denger dari pasangan selebritis.
Jedar bikin "pasal" buat rumah tangganya.
Dan Vincent accept dan nurutin semua itu
Isinya antara lain kalau aku marah kamu sabar. Kalau aku diam kamu harus peka.
Kalau aku salah, kamu minta maaf lebih dulu.
Di luar konteks kedengarannya satu pihak banget. Dan Vincent sendiri ngakui "agak NPD ya istrinya."
Tapi yang menarik dia tetap accept.
Bukan karena takut.
Tapi karena dia baca pasalnya, setuju, dan nganggap itu bagian dari komitmen yang dia pilih.
Dan pasal yang paling gue suka?
Pasal 5
"Kamu boleh sukses setinggi langit.
Tapi pulangnya tetap ke aku.
Karena aku itu rumah, bukan alamat."
Tapi yang paling bikin gue mikir bukan pasalnya.
Tapi empat hal yang Jedar tetapkan sebagai garis merah sejak sebelum nikah dan ini nggak ada kompromi, nggak ada diskusi kalau udah kejadian.
Narkoba cerai.
Selingkuh cerai, harta jatuh ke istri.
Judi cerai.
KDRT cerai, harta dan hak asuh ke istri.
Dan Vincent setuju bukan cuma di mulut.
Tapi masuk ke perjanjian pranikah.
Tertulis.
Legal.
Bahkan untuk El Barak anak Jedar dari pernikahan sebelumnya yang secara hukum bukan tanggung jawabnya Vincent masukin ke perjanjian bahwa dia akan tanggung jawab sama seperti anak kandungnya sendiri.
Dan dalam keseharian ini bukan cuma omong kosong.
Empat tahun menikah.
Vincent bilang dia nggak pernah keluar malem tanpa istri.
Nggak minum alkohol.
Bukan karena dilarang tapi karena dia sendiri yang ngerasa "what am I doing here" setiap kali nyoba.
"My target of having fun is at home."
Dan waktu mereka sempat di titik paling berat baru nikah, COVID, uang hilang hampir Rp10 miliar kena penipuan, bayi baru lahir, susu nggak keluar karena istri stres mereka nggak sampai ke titik "mendingan pisah."
Mereka cuma jadi jauh sebentar.
Lalu balik lagi.
Yang gue pelajarin dari cerita ini:
Bukan soal pasalnya yang menguntungkan satu pihak.
Bukan soal siapa yang lebih dominan dalam rumah tangga.
Tapi soal satu hal yang jarang banget ada di pasangan manapun
Aturan main yang jelas, disepakati dari awal, dan dipegang berdua.
Banyak rumah tangga yang hancur bukan karena ketiadaan cinta tapi karena ketiadaan kesepakatan soal hal-hal yang nggak bisa dikompromikan.
Jedar dan Vincent dengan semua keabsurdan pasal-pasalnya setidaknya tahu persis garis merahnya di mana.
Dan Vincent tahu persis konsekuensinya kalau dia langkahi.
Menua itu wajib.
Bosen itu haram.
Gampang diucapkan.
Susah dijalankan.
Tapi kalau lo udah nentuin dari awal bahwa bosan bukan pilihan bukan karena romantis, tapi karena sadar bahwa lo yang tua bareng orang itu, bukan anak-anak mungkin persepsinya beda.
Siapa yang tak patah hati melihat foto ini? Sosok ini adalah Farizal Rhomadhon bersama keluarga kecilnya. Farizal gugur dalam tugasnya sebagai pasukan perdamaian dari Pasukan Garuda RI yang sedang bertugas di Lebanon.
Serangan Israel terhadap Lebanon ternyata menyasar markas pasukan PBB.
Farizal gugur pada 29 Maret 2026, pukul 20.44 waktu Lebanon. Kini, sang istri, Fafa Nur Azila (25), dan sang putra, Shanaya Almahyra Elshanu yang masih berusia dua tahun, harus menahan kesedihan karena suami dan ayah itu telah tiada.