Aroma herbal dan masakan rumahan langsung menyebar ke seluruh ruangan, mengundang perut lapar bergemuruh makin keras. Dan di meja makan yang hangat itu, untuk sesaat, waktu seolah melambat. Tak ada kesibukan, tak ada tuntutan dari dunia luar.
Disatu sisi Yuxuan berdiri, mengambil piring dan mulai menyusun lauk. โYouโre almost thirty, Shao, but still act like three in front of Ma,โ gumamnya, lalu menoleh ke Tan Yue. โMa, faster serve him food, if not he keep whining like baby.โ
Tan Yue hanya tertawa pelan melihat ketiga anaknya, lalu menepuk tangan dengan gaya khasnya. โAiyo, my son come back only few minutes already say tired lah, hungry lah,โ katanya sambil membuka tutup panci dan mulai menyendokkan makanan ke piring besar.
Ia menyesap sedikit, lalu menunjuk wajah sang tuan. โWrinkles because you frown all the time. Next time wear more face mask, Iโll send you some from my brand.โ
Ketika Shailendra menuangkan wine ke gelasnya, Grisla hanya mengangkat alis.
โOne glass only ah? You think thatโs enough to bribe me?โ Tapi nada suaranya tetap jenaka.
@soinorous Grisla menyandarkan punggung ke kursi, menggoyangkan gelas wine di tangannya. Ia mendengus kecil mendengar ocehan manja sang kakak.
โSayang betul, fly all the way back just to complain,โ katanya sambil melirik Shailendra dengan senyum licik.
โSo, kalau lo tanya inspirasinyaโฆ maybe itโs her. Or maybe itโs the version of me that died with her. Iโm not sure anymore.โ tukasnya kepada @Vercshlossen.
Shailendra kemudian menoleh ke arah Noah. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana hitam panjangnya. Posturnya terlihat lebih rileks dibandingkan sebelumnya. Mungkin karena kehadiran Noah di sini memberi semacam ketenangan dan dukungan yang tak perlu banyak kata.
Ia khawatir jika ada sesuatu yang tidak menyenangkan hati kawannya tersebut.
โHow is it? I need your opinion. Soalnya mau buat bigger scale,โ celetuk Shailendra pada @Vercshlossen dengan tangan yang bertautan di belakang punggung untuk berikan kesan santai.
โNggak, gapapa. Sekalian nyapa. Udah lama juga nggak ketemu,โ jawab Shailendra. Ia lalu memberikan gestur agar Noah berjalan bersamanya untuk mengitari pameran. Kedua tungkainya terus bergerak, sedikit gugup karena bagaimana pun Noah adalah seorang pebisnis.