knows when this chance ends and Sasha is not having it.
“I have insurance, it should have everything covered,” he begins slower this time, arranging his words quietly so as not to startle anymore. His fingers fiddle with the blanket atop his lap in a restless anxiety.
langsung mengembalikan. “Terima kasih,” balasnya pada @dearsolenne. Jemalanya memiring iringi tanya yang datang untuk teguhkan benar hadiah ini tidak salah tangan. “Maaf, tapi ini benar untuk saya? Kalau nona berkenan menjawab, apa sedang ada acara khusus?”
Sejak sapa diujar hingga buket yang diberi nona sampai dalam rengkuh pasang lengan, Sasha hanya mematung di tempat, tertegun sebab sungguh dalam mimpi pun tidak dikiranya akan mengakhiri hari dengan kejutan dari rupa tanpa nama yang baru sekali ia jumpai di jalanan.
Bebungaan yang diserahkan begitu saja ini mewangi lembut dalam dekap Sasha, teramat cantik dan memanja pandang. Tidak biasanya ia terima yang diberi asal—hati Sasha tidak semudah itu dimenangkan orang tak kenal—namun gestur murah hati ini membenam segala kehendak tuan untuk
to the other’s shirt, over his sternum, heavy with relief to be able to hold and to be held in these arms once more. “I’m glad you came, I really am— please,” he cries, finding himself helpless in mending the threads frayed between them, “please don’t leave me, Ezra.” / @Hisbound
eyes, stifling a choked sound. Sasha doesn’t understand the panic quickening the count of his heartbeat and turning his palms slick with cold, yet he lets it take hold, his defenses long crippled in the days after their separation.
“I am happy to see you again,” his head drops