ใ ค
ใ ค
Dengan gesit si pelayan mencatat pesanan tersebut sebelum undur diri, meninggalkan mereka berdua lagi.
โNanti bisa refill atau pesen lagi,โ kata Wilhelmina. โTapi, pilihan lo pilihan tepat sih.โ Akunya pada @HyangRaksa.
ใ ค
ใ ค
@HyangRaksa ใ ค
ใ ค
Satu alis terangkat mendengar jawaban sang tuan. Wilhelmina mengangguk. โOh, baru tau mau ada longtalk session. Kalau gituโโ ia memalingkan wajah ke arah pelayan yang sudah siap mencatat pesanan, โSatu V60, satu Espresso Frappe, sama kentang goreng buat camilan.โ
ใ ค
ใ ค
ใ ค
ใ ค
โHmm, karena udah jam segini, gue mau Espresso Frappe aja.โ Buku menu kembali ditutup, sebelum dirinya acungkan tangan untuk menarik perhatian seorang pelayan.
โLo pesen itu aja kah?โ Tanyanya memastikan pada @HyangRaksa.
ใ ค
ใ ค
@HyangRaksa ใ ค
ใ ค
โGue udah ngira,โ gumamnya begitu mendengar apa yang akan dipesan Ardan. Dengan cengiran sekali lagi, merasa sedikit bangga dengan keterampilannya dalam menebak. Kali ini buku menu kembali ke tangannya, perhatian pun tertuju pada salah satu menu.
ใ ค
ใ ค
@outer_cosmo ใ ค
ใ ค
โHah?โ Pasang wajah bingung, sebab sempat tak ingat lawan bicara. Beberapa detik setelah perhatikan wajahnya, rupanya, itu seorang tuan yang pernah ditemuinya di sebuah pestaโdimana ia sempat menangis.
โLho, Mas yang waktu itu?โ Ia menerima jabat tangan sang tuan.
ใ ค
ใ ค
ใ ค
ใ ค
Ia menggeleng. โNggak, kok. Baru satu jam. Bercanda. Gue juga baru baru aja sampai.โ
Wilhelmina menunjukan deretan giginya dengan wajah tanpa dosa, kemudian menyodorkan buku menu ke arah @HyangRaksa. โLo mau pesen apa?โ
ใ ค
ใ ค
@HyangRaksa ใ ค
ใ ค
Ia mengulum senyum sambil balas melambai, begitu menemukan sosok si tuan di tengah keramaian. Pun ia kembali terduduk di kursinya, menghadap Ardan yang duduk di seberang meja.
ใ ค
ใ ค