DI LOKAL RACIST, SAMA BULE MANGKUT-MANGKUT: KETIKA BALI KENA "KARMA" DISKRIMINASI DI TANAH SENDIRI! ๐งต๐
Viral kasus komunitas lari di Canggu yang diduga diskriminasi & melarang WNI masuk, padahal mereka pakai fasilitas publik. Bahkan ekspatriat lain aja sampai ilfiel lihatnya!
Tapi mari kita jujur-jujuran soal logika
1. Ke Warga Lokal/Jawa: Dikit-dikit dicurigai, diwaspadai, dianggap perusak estetika pulau.
2. Ke Bule/Penyewa Asing: Karpet merah dihamparkan, aturan ditabrak gak masalah, yang penting "investasi" dan cuan! ๐ธ
Hasilnya? Bule-bule itu makin ngelunjak sampai merasa berhak menentukan siapa yang boleh dan gak boleh berdiri di tanah Indonesia!
Sangat mental 'inferiority complex' dan penjajahan gaya baru:
โข Lebih rela diperlakukan kayak warga kelas dua oleh pendatang luar ketimbang ramah sama saudara sebangsa sendiri.
โข Begitu dirasisin dan diusir bule di tanah sendiri, baru bingung & teriak-teriak "harga diri bangsa"?
Indonesia memang terbuka dan ramah untuk siapa saja yang punya ras
Katanya @ReflyHZ ini Pakar Hukum Tata Negara.
Disini gugatannya justru dikoreksi habis oleh Prof. Saldi Isra.
Khususnya soal legal standing.
Beruntung Genk Tiroris punya pendukung gerombolan hewan bebal.
shame on you as our leader. we all know that join with america for gaza peace, is same with being hypocrite @prabowo@Gerindra . israel should be not exist for what they did
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi tenggat satu tahun bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk memperbaiki kinerja. Ia menegaskan, kegagalan reformasi dapat berujung pada pembekuan instansi dan risiko 16.000 pegawai dirumahkan.
Baca di sini: https://t.co/1PTuMGaTAv
~TA #Purbaya #BeaCukai
Pray for Sibolga and Tapanuli Tengah ๐ Hoping TV stations can cover this with real and detailed updates on the current situation @tvOneNews@liputan6dotcom@Metro_TV@KompasTV and if anyone has donation info, please share it so we can help