@flxnoir ⠀ ⠀
Jawaban yang terlontar dari pemuda di sampingnya membuat tangan kanan Neko yang siaga beralih fokus menggapai bungkusan plastik minimarket yang dibawanya tadi lalu disodorkannya pada sang lawan bicara.
“Pembayaran sudah kau lakukan lewat Chrome?” tanya nya kemudian.
⠀ ⠀
⠀ ⠀
.. berusaha menutupi separuh mukanya sebelum ia ajukan kata kunci.
“Aku punya lelucon.” ia membuka obrolan. “What do you call a fish with no eye?” lanjutnya.
Ia lalu diam— menunggu tanggapan sang lawan bicara.
@flxnoir
⠀ ⠀
@flxnoir ⠀ ⠀
Tak lama setelah Neko duduk, sudut matanya menangkap seorang pemuda menghampiri dirinya.
Lalu duduk begitu saja bersebelahan dengannya.
Tangan kanan Neko terjulur perlahan di kantong jeans belakang tempatnya menyimpan pisau lipat.
Neko menurunkan topi hitamnya ..
⠀ ⠀
⠀ ⠀
.. sebelum ia sampai di destinasi yang telah disepakati untuk pengantaran.
Setelah hampir 45 menit waktu terukur dari keberangkatannya, Neko pun sampai, memilih turun dari mobilnya untuk duduk di bangku taman agar presensinya terlihat.
@flxnoir
⠀ ⠀
⠀ ⠀
.. turun ke jalanan secara serempak demi menyambut hari Valentine esok hari.
Ini salahnya. Memilih jadwal pengantaran secara acak tanpa memperhitungkan variabel-variabel yang asing baginya.
Salahnya.
Tapi apa daya. Ia sudah kepalang basah— setengah jalan ..
⠀ ⠀
⠀ ⠀
Klik.
Suara kunci pintu yang berhasil dibuka menjadi sambutan bagi wira yang kemudian melangkah masuk ke ruangan luas dengan aksen sepi yang kental.
Markas Heaven's Slave region Korea sudah lama tak terlihat hidup sepeninggal Valdi—sang penghuni markas.
⠀ ⠀
⠀ ⠀
Mengecek dua kali jumlah serta ketepatan barang yang ia ambil sebelum ia matikan lampu lalu melangkah keluar— lanjutkan perjalanannya malam ini untuk antar pesanan.
⠀ ⠀